Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Saran JK

Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group
24/7/2020 05:00
Saran JK
(MI/EBET)

LAMA tidak bertemu dan bisa berbincang santai dengan mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Selasa (21/7) mendapat kesempatan berkunjung ke kediaman dan berbincang tentang persoalan bangsa yang sedang dihadapi, mulai wabah covid-19, upaya pemulihan ekonomi nasional, hingga kegiatan Palang Merah Indonesia untuk ikut menangani korban banjir bandang di Luwu Utara.

Berbincang dengan Pak JK selalu mengasyikkan dan selalu ada ide baru yang dimunculkan, termasuk alternatif solusi yang bisa dilakukan untuk mengendalikan penyebaran covid-19 dan lebih utama lagi membuat perekonomian tidak mandek sehingga masyarakat tidak harus terkapar oleh virus pemutusan hubungan kerja. 
Dalam konteks pemulihan ekonomi yang sedang dicoba dilakukan pemerintah, Pak JK tidak melihat dari sisi yang rumit. Menurut Pak JK, persoalan paling utama yang kita hadapi sekarang ini ada pada sisi permintaan. Masyarakat tidak memiliki daya beli yang cukup untuk ikut menggerakkan ekonomi. Kalau dunia usaha, mereka bisa segera memproduksi barang kalau ada permintaan yang jelas.

“Sekarang butuh apa? Perlu mobil 100 ribu unit? Produsen mobil bisa menyediakannya dalam waktu seminggu karena semua kom- ponennya ada. Mau apa? Semua bisa dilakukan kalau ada permintaannya,” kata Pak JK.

Menurut Pak JK, sekarang beban terberat bukan berada di sisi pengusaha, tetapi perbankan. Demi tetap menjaga perusahaannya bisa bertahan, banyak pengusaha meminta penjadwalan ulang pembayaran kreditnya. Akibatnya, yang menanggung paling berat dari kondisi sekarang ini ialah perbankan karena mereka tidak mendapatkan pengembalian pinjaman pokok dan bunga kredit yang sudah disalurkan.

Oleh karena persoalannya ada sisi permintaan, yang perlu dilakukan pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi ialah menggelontorkan bantuan langsung tunai kepada masyarakat. Jangan memberikan bantuan sembako, tetapi dana tunai. Dengan dana tunai yang dimiliki, terutama bagi kelompok masyarakat miskin, mereka bisa membelanjakan uang itu sesuai kebutuhannya sehari-hari. Belanja masyarakat itu akan menggerakkan ekonomi di sekitar tempat masyarakat tinggal.

Multiplier effect yang diakibatkan itulah yang kemudian menggerak- kan ekonomi nasional. Dunia usaha yang kekurangan permintaan pasti akan bergerak kembali untuk memenuhi permintaan. Bergeraknya kembali sisi produksi membuat lapangan pekerjaan kembali terbuka. Dengan itulah masyarakat kembali bisa memiliki kegiatan dan paling penting lagi pendapatan yang memungkinkan ekonomi bergerak lebih kencang karena sisi permintaan semakin bertambah.

Tentu wabah covid-19 sendiri tidak boleh diabaikan. Kita harus terus meningkatkan disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Meski upaya untuk mendapatkan vaksin harus terus dilakukan, upaya pencegahan tidak boleh ditinggalkan. Kampanye perubahan perilaku masyarakat harus digalakkan karena penambahan jumlah orang yang terpapar terus meningkat.
 
Ada tiga hal yang harus terus dilakukan sekarang ini dalam upaya mengendalikan penyebaran covid-19. Di samping kampanye dan pe- negakan hukum untuk meningkatkan disiplin masyarakat, kita harus melawan covid-19 adalah dengan melakukan desinfektasi lingkungan sekitar kita. Hal yang tidak kalah penting juga harus dilakukan adalah terus melakukan testing, tracing, dan isolasi kepada mereka yang terpapar agar tidak menulari orang lain.

Saran yang disampaikan Pak JK pantas menjadi masukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Apalagi jika Presiden Joko Widodo mengharapkan kuartal III ini sudah bisa dilihat ada perbaikan di sisi ekonomi. Dalam waktu dua bulan yang tersisa di kuartal III harus ada kerja cepat dan nyata yang bisa memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa kita bersungguh-sungguh memperbaiki kehidupan masyarakat.

Berbagai kendala dalam penyaluran BLT harus segera dituntaskan. Pak JK bahkan menyampaikan agar kita tidak ragu-ragu memperbaiki sisi permintaan masyarakat. Kalau perlu BLT yang diberikan kepada kelompok masyarakat miskin ditingkatkan menjadi Rp1 juta per rumah tangga per bulan. Pemerintah tidak perlu takut dianggap menghamburkan anggaran negara karena kalau ekonomi bisa segera bergerak dan masyarakat bisa mendapatkan kembali pemasukan melalui penarikan pajak dari kegiatan masyarakat tersebut.

Pemberian BLT dan program padat karya tunai merupakan langkah paling cepat memberikan hasil dibandingkan program lain. Ini seka- ligus bisa memberikan sinyal positif kepada masyarakat dan mem- bangkitkan kembali rasa percaya diri masyarakat. Setelah memberi, pemerintah bisa menuntut kepada masyarakat untuk sama-sama menekan angka penyebaran covid-19.

Tepat jika dikatakan, dalam situasi krisis kita tidak bisa menerapkan cara kerja biasa-biasa. Langkah yang harus ditempuh harus benar- benar baru dan genuine. Kita juga harus cepat melakukan eksekusi dan jangan takut untuk gagal.
 
Kita memang tidak boleh gagal menghadapi wabah covid-19. Lebih empat bulan kita bersama-sama berjuang menghadapi penyebaran virus yang sudah menjadi pandemi. Kita sudah mencanangkan untuk mencegah jangan sampai masyarakat terpapar covid-19, tetapi secara bersamaan tidak terkapar virus PHK. Itulah pekerjaan rumah yang harus kita lakukan dalam bulan-bulan ke depan ini.
 
 



Berita Lainnya
  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.

  • Tunas Terempas

    30/12/2025 05:00

    SUARANYA bergetar nyaris hilang ditelan hujan deras pada senja pekan silam. Nadanya getir mewakili dilema anak muda Indonesia yang menjadi penyokong bonus demografi.