Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Khalifah Khawatir Gereja Jadi Masjid

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
15/7/2020 05:00
Khalifah Khawatir Gereja Jadi Masjid
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PASUKAN muslim pimpinan Abu Ubaidah mengepung Yerusalem pada November 636 M. Pengepungan yang berlangsung enam bulan itu membuat Uskup Sophronius angkat tangan. Namun, uskup juru kunci Gereja Makam Kudus itu hanya mau menyerahkan hak atas Yerusalem langsung kepada Khalifah Umar bin Khattab.

Umar datang ke Yerusalem. Sophronius menyambutnya. Tatkala masuk waktu zuhur, Sophronius mempersilakan Umar salat di Gereja Makam Kudus. Umar menolaknya. Ia khawatir, jika ia salat di Gereja Makam Kudus, kelak umat Islam mendudukinya dan menjadikannya masjid. Sophronius dan kaum kristiani kiranya mengagumi Umar.

Umar salat zuhur di atas reruntuhan Kuil Sulaiman atau Kuil Herod. Pada 1193, Sultan Al Afdal, putra Sultan Shalahuddin Al Ayyubi, membangun Masjid Umar di sana. Sebagian berpendapat Masjid Umar tidak dibangun di atas reruntuhan Kuil Sulaiman. Masjid Umar terletak di sebelah selatan Gereja Makam Suci, sementara prasasti bekas reruntuhan Kuil Herod tempat Umar salat berada di sebelah timur gereja.

Israel belakangan aktif melakukan penggalian arkeologis untuk mengungkap keberadaan Kuil Sulaiman. Umat Islam khawatir penggalian itu merusak kompleks Masjid Al-Aqsa, termasuk Masjid Umar.

Pelajarannya Khalifah Umar sangat menghormati umat kristiani dan tempat ibadah mereka. Umar paham betul umat kristiani percaya Yesus disalibkan dan dibangkitkan di Gereja Makam Kudus. Tempat itu sangat sakral bagi umat Nasrani. Umar berpikir, andai kelak gereja itu dijadikan masjid, itu pasti melukai umat kristiani.

Akan tetapi, kita tak belajar dari Khalifah Umar. Ketika Islam menaklukkan wilayah-wilayah bukan Islam, umat Islam mengubah tempat-tempat ibadah agama lain menjadi masjid. Pun, sebaliknya, Pasukan Salib mengubah masjid menjadi gereja.

Paling mutakhir ialah pemerintah Turki yang memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid pekan lalu. Hagia Sophia awalnya sebuah katedral yang dibangun Kekaisaran Binzatium. Ketika Ottoman menaklukkan Konstantinopel pada 1453, kekhalifahan itu mengubahnya menjadi masjid. Kemal Ataturk lalu menjadikan Hagia Sophia museum pada 1934.

Kemal Ataturk kiranya bertindak benar. Mungkin ia belajar dari Khalifah Umar. Kemal Ataturk bahkan melampaui Umar. Umar tak ingin melukai umat kristiani, Kemal Ataturk tak hendak melukai umat kristiani karena Hagia Sophia awalnya gereja. Pun ia tak mau menyakiti kaum muslim yang telanjur menjadikan Hagia Sophia masjid.\

Menjadikan Hagia Sophia museum kiranya jalan tengah. Semua orang, muslim maupun kristiani, senang. Orang dari seluruh dunia dan latar belakang agama senang bertamasya ke Hagia Sophia.

Menjadikan Hagia Sophia masjid hanya menyenangkan umat Islam, itu pun sebagian. Kawan-kawan muslim saya memajang foto diri di laman Facebook mereka ketika berkunjung ke Hagia Sophia seraya menyertakan komentar positif atas perubahan fungsinya menjadi masjid. Sejumlah kawan muslim berkomentar negatif.

Yang kecewa tentu umat kristiani. Paus Franciscus sedih Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Dunia juga kecewa. Yunani mengutuk keputusan Turki mengubah Hagia Sophia dari museum menjadi masjid. Amerika dan Prancis kecewa berat. UNESCO memperingatkan Turki untuk tidak mengubah nilai universal Hagia Sophia.

Peristiwa serupa Hagia Sophia dalam arah berkebalikan terjadi pada Masjid Cordoba atau Mezquita Cordoba. Situs Masjid Cordoba aslinya lokasi gereja Katolik yang dibangun bangsa Visigoth. Setelah Andalusia dikuasai muslim, lokasi tersebut dibagi menjadi dua bagian, satu untuk muslim, satu untuk Kristen. Pembagian ini bertahan hingga Khalifah Abdurrahman I dari Dinasti Umayyah membeli porsi Kristen, merobohkan seluruh bangunan, dan menggantinya dengan Masjid Cordoba pada 787 M.

Ketika kaum Kristen menaklukkan kembali Spanyol, Masjid Cordoba diubah fungsinya menjadi gereja dengan katedral gotik ditempatkan ke tengah gedung berarsitektur Moor itu. Kini, seluruhnya dipakai sebagai Gedung Katedral Diosese Cordoba di Spanyol. UNESCO menetapkan Cordoba sebagai peninggalan sangat bersejarah dan penting di dunia pada 15 Desember 1994.

Peristiwa Hagia Sophia dan Cordoba menyisakan pertanyaan. Mengapa kita gemar mengotak-atik tempat ibadah agama lain? Mengapa kita tidak mau belajar dari Khalifah Umar?

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik