Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Komunisme

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
17/6/2020 05:00
Komunisme
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PARTAI Komunis Indonesia melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda pada 1926-1927. Pemberontakan itu berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia, yakni Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra Barat.

Sejarah mencatatnya sebagai pemberontakan pertama yang dilakukan para perintis kemerdekaan. Pemberontakan PKI itu kiranya menjadi pemberontakan pertama yang mengatasnamakan kemerdekaan Indonesia. Betul sebelumnya kita mengenal para pahlawan seperti Diponegoro, Imam Bonjol, Patimura, Tjut Nyak Dien, yang memberontak terhadap Belanda, tetapi semua pemberontakan itu mengatasnamakan lokalitas atau kedaerahan.

Pemberontakan PKI itu gagal. Pemerintah Hindia Belanda menumpasnya. Namun, sebagai yang pertama yang mengatasnamakan Indonesia, pemberontakan ini kiranya ‘menginspirasi’ berbagai upaya perintisan kemerdekaan Indonesia. Itulah sebabnya dikatakan pemberontakan PKI 1926-1927 punya arti besar dalam sejarah Indonesia modern. Apalagi, dalam peristiwa itu kaum komunis dan agama bekerja sama melawan penguasa Hindia Belanda.

Berbeda dengan pemberontakan PKI 1926-1927 ketika kaum komunis bahu-membahu dengan kaum agama, pemberontakan PKI di Madiun pada 1948 justru menjadikan kalangan agama sebagai sasaran, selain tentara, pejabat pemerintah, dan masyarakat. Pemberontakan PKI 1948 itu juga gagal. TNI dan rakyat menumpasnya.

PKI dikatakan berada di balik kudeta 30 September 1965. Kudeta itu gagal. Pangkostrad Mayjen Soeharto bergerak cepat menumpasnya. Para tokohnya diburu dan ditangkapi, beberapa di antaranya kelak dijatuhi hukuman mati. Anggota dan simpatisannya juga ditangkapi bahkan dibasmi. Rakyat menuntut PKI dibubarkan. MPRS menerbitkan ketetapan pembubaran PKI.

Di tingkat dunia, komunisme sebagai ideologi mengalami kegagalan dengan bubarnya Uni Soviet pada 1991. Negara-negara yang masih mempertahankan ideologi komunisme bisa dihitung dengan jari. Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba, hanyalah segelintir negara berideologikan komunisme. Itu pun, dalam kasus Tiongkok dan Vietnam, ideologi politik komunisme tidak murni lagi, bercampur dengan ideologi ekonomi kapitalisme.

Komunisme bisa dikatakan proyek gagal, produk afkir, baik di Tanah Air maupun mancanegara. Siapa pula yang sudi mereproduksi ideologi gagal? Siapa pula yang mau bernostalgia mereproyeksi ideologi afkir?

Akan tetapi, kita amat khawatir ada yang diam-diam ingin menghidupkan kembali komunisme. Kita bahkan berkeyakinan ideologi komunisme senantiasa mengendap-endap mengintai kita dan tiba-tiba menyusup ketika kita lengah. Kita menyebutnya bahaya laten komunisme, proyek laten komunisme.

Tidak mengherankan ketika Ketetapan MPRS Tahun 1966 tentang pelarangan komunisme tidak ada dalam konsideran Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila banyak yang bereaksi keras. Banyak yang mengkhawatirkan absennya Tap MPRS Tahun 1966 itu bakal membuka peluang bagi kebangkitan kembali ideologi komunisme.

Kita sukses mencegah bahaya laten komunisme bangkit kembali melalui RUU HIP. Parpol-parpol setuju dan mendorong Tap MPRS pelarangan komunisme dicantumkan sebagai konsideran dalam RUU HIP itu. Organisasi keagamaan setali tiga uang. Pemerintah bahkan memutuskan menunda pembahasannya.

Siapa yang ingin membangkitkan ideologi komunisme yang afkir itu dengan tidak mencantumkan TAP MPRS Tahun 1966 di konsideran RUU HIP, kita tak tahu. Namanya juga bahaya laten, yang mendatangkan bahaya juga laten, tak tampak, tak  berwujud, serupa hantu. Ideologi komunisme sering disebut setan, hantu, dan genderuwo. Dia hanya bermain-main dalam bayangan ketakutan kita.

Komunisme dianggap manjur digunakan sebagai alat menakutnakuti, termasuk menakut-nakuti rakyat untuk tidak memilih seorang kandidat presiden. Rakyat ditakut-takuti sang kandidat akan membangkitkan ideologi komunis bila terpilih kelak.

Pada Pemilu Presiden 2014, Jokowi dikatakan komunis, anak keturunan ayah PKI, supaya rakyat takut memilihnya. Komunisme bahkan dianggap dosa turunan. Bila orangtua komunis, anak, cucu sampai cicit, otomatis komunis.

Pada Pemilu 2019, beredar foto mirip Jokowi dewasa berada di dekat podium tempat tokoh PKI DN Aidit sedang berpidato. Foto itu diambil ketika DN Aidit berpidato di hadapan massa PKI pada 1955. Jokowi lahir 1961. Bayangkan, bahkan orang belum lahir pun bisa dikatakan PKI.

Begitulah, komunisme direproduksi, dibangkitkan kembali, kiranya lebih demi tujuan politis, pada momen politik tertentu seperti pilpres.

Namun, serupa proyek-proyek sebelumnya, proyek politik komunisme juga gagal. Toh, rakyat tidak percaya sang kandidat komunis dan sebagian besar memilihnya menjadi presiden dua periode.

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)