Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Minang, Rendang, Islam

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
13/6/2020 05:00
Minang, Rendang, Islam
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

JUDUL di atas betul-betul urutan. Secara kronologis atau urutan berdasarkan waktu, orang terlahir sebagai Minang dulu, lalu bikin rendang, baru masuk Islam.

Ada yang berteori orang Minangkabau berasal dari keturunan Iskandar Zulkarnain, A lexander The Great. Ada pula yang berteori nenek moyang o rang Minangkabau berasal dari India Selatan, sebagian nya sisa laskar Macedonia, yang mengembara ke Tiongkok Selatan, Siam, dan Melayu.

Entah teori mana yang benar, yang pasti orang Minang berasal dari luar Nusantara. Itu artinya tidak ada orang Minang asli, Minang ‘pribumi’. Secara genetika, penelitian Prof Herawati dari Eijkman Institute pada 2017 membuktikan semua orang Indonesia ialah ‘imigran’. Tidak ada orang Indonesia ‘pribumi’.

Semua manusia pada dasarnya migran. ‘Manusia ialah spesies berpindah-pindah, tetapi sebagian orang ingin membaginya menjadi dua: migran dan pribumi’, tulis novelis Mohsin Hamid di National Geographic edisi Agustus 2019.

Dari mana pun asal muasalnya, para pendatang ke ranah Minang itu kemudian bersepakat bersinergi dan menyintesiskan kebudayaan mereka menjadi satu entitas budaya baru bernama Minangkabau. Mereka yang terlahir dalam entitas budaya Minangkabau itu kita sebut orang Minangkabau.

Kita meyakini orang Minang-lah yang pertama-tama bikin rendang. Rendang, menurut Hikayat Amir Hamzah, sesungguhnya sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak 1550-an: ...Buzurjumhur Hakim pun pergi pula ke kedai orang merendang daging kambing, lalu ia berkata, “Beri apalah daging kambing rendang ini barang segumpal.” Sahut orang merendang itu, “Berilah harganya dahulu.”

Dari Hikayat Amir Hamzah itu rendang seni masakan Melayu, bukan Minang asli. Betul Minang bagian dari kebudayaan Melayu, tetapi ruang lingkup kebudayaan Melayu amat luas meliputi antara lain Deli, Serdang, Langkat, Riau, Malaysia, bahkan Thailand. Mungkin itu pula yang menyebabkan Malaysia pernah mengakui rendang sebagai seni masakannya dan kita marah besar kepadanya. Pun kelahiran rendang konon tak luput dari pengaruh beberapa negara, misalnya bumbu-bumbu dari India yang diperoleh dari para pedagang Gujarat.

Orang Minang di masa lampau ialah petani. Petani di masa lampau, termasuk petani Minang, aslinya penganut animisme. O rang Minang beralih ke Hindu-Buddha ketika Raja Adityawarman datang ke ranah Minang pada 1300-an.

Orang Minang masuk Islam baru pada abad ke-18. Yang membawa Islam ke ranah Minang ialah para pedagang dari Gujarat. Islam yang dibawa mereka cenderung inklusif dan sufi stik. Itulah sebabnya di awal-awal orang Minang memeluk Islam terdapat sejumlah tarekat sufi . Sampai sekarang tarekat-tarekat itu masih ada.

Pada 1700-an sampai 1800-an orang-orang Minang yang belajar atau merantau ke Mekah kembali ke kampung halaman. Ketika itu Wahabi menguasai Arab Saudi. Kelahiran gerakan Padri ketika itu kiranya tidak terlepas dari pengaruh Wahabi. Sejumlah sejarawan menyebut Padri sebagai gerakan fundamentalis pertama di Indonesia. Slogan ‘adat basandi sarak, sarak basandi Kitabullah’ lahir di masa itu.

Islam bukan agama asli orang Minang, melainkan animisme. Bagi Indonesia, Islam, serupa Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, ialah agama-agama impor. Agama asli orang Indonesia contohnya animisme, Parmalim (Batak), Tolotang (Sulawesi Selatan), dan Sunda Wiwitan (Jawa Barat).

Islam yang masuk ke ranah Minang tidak tunggal, tidak dari satu sumber, sekurang-kurangnya dari India dan Arab. Inilah yang oleh sejarawan Azyumardi Azra disebut teori mata air. Teori mata air mengatakan Islam berasal dari berbagai tempat, dari berbagai sumber ‘mata air’, antara lain Arab, Mesir, Irak, India, bahkan Tiongkok.

Orang Minang dan budaya yang dihasilkannya seperti rendang serta agama yang dipeluknya, yakni Islam secara historis tidak asli-asli amat. Celakanya, ada orang yang mengklaim sebagai pemilik sah atau pemilik asli Minang, kebudayaannya serta agamanya, sehingga dia merasa berhak mencoret orang Minang lain dari daftar etnisitas Minang untuk menjaga keaslian etnik, budaya, dan agama tersebut. Itulah yang baru-baru ini menimpa Ade Armando, yang statusnya sebagai orang Minang dicoret pemangku adat, gara-gara mempertanyakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang meminta Kemenkominfo menghapus aplikasi Injil berbahasa Minang.

Filsafat ketuhanan menyebutkan cuma Tuhan yang asli, azali, causa prima; cuma Tuhan pemilik asli dan keaslian. Jangan-jangan orang-orang yang merasa pemilik asli satu budaya dan agama dan berhak bertindak atas nama keaslian budaya dan agama itu kiranya telah menyerobot hak Tuhan?

Wallahu a’lam.

 

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)