Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KARANTINA diri, berdiam di rumah saja, selama masa pandemi covid-19 ialah pengorbanan terbesar. Itu pengorbanan karena manusia sesungguhnya makhluk bermain, homo ludens. Ia tidak mau dipasung waktu dan tempat. Ia ingin terus bergerak.
Bergerak bagi masyarakat pascamodernisme ialah pelesiran. Begitu lockdown dicabut pemerintah Tiongkok, warga pun berbondong-bondong mengunjungi tempat wisata. Mereka melakukan wisata balas dendam, revenge tourism.
Survei di negara maju menyebut wisata dilakukan setelah karantina dicabut. Rata-rata mereka ingin bepergian selama tiga bulan. Masyarakat Indonesia pun memilih berwisata setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilonggarkan.
Indonesia harus merebut kembali peluang kunjungan wisatawan mancanegara pascapandemi covid-19. Rata-rata pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dalam lima tahun terakhir (2014-2018) mencapai 14% per tahun. Apalagi, dalam dua tahun terakhir, pariwisata sudah menggeser kelapa sawit dan tambang dalam hal menyumbang devisa terbesar negara. Sumbangan pariwisata pada 2018 mencapai US$17 miliar.
Merebut kunjungan wisatawan mancanegara pascapandemi butuh persiapan. Persiapannya dilakukan saat ini juga, jangan ditunda-tunda. Pemerintah sebaiknya menetapkan protokol untuk menyambut kenormalan baru di industri pariwisata.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengakui pihaknya sedang memformulasikan sejumlah protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan untuk industri pariwisata.
Protokol saja belumlah memadai. Indonesia mesti jeli memilih prioritas destinasi wisata. Ada kesadaran di kalangan wisatawan bahwa pelesir tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan.
Physical distancing sudah terpatri di benak wisatawan. Dengan demikian, mereka cendrung menghindari tempat ramai, menghindari kerumunan. Mereka memilih wisata luar ruangan atau wisata alam.
Wisata alam cocok untuk Labuan Bajo, satu dari lima destinasi superprioritas. Apalagi, Presiden Joko Widodo memberikan perhatian yang lebih besar untuk tujuan wisata di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, itu. Tidaklah berlebihan untuk menyebut Labuan Bajo sebagai legacy Jokowi di bidang pariwisata.
Presiden meminta agar Labuan Bajo terus berbenah. Salah satunya karena daerah itu disiapkan untuk menjadi tempat penyelenggaraan KTT G-20 pada 2023.
Sebuah badan khusus pun dibentuk. Badan Otorita Pariwisata dibentuk melalui Perpres Nomor 32 Tahun 2018 tentang Badan Otoritas Pengelolaan Pariwisata Labuan Bajo Flores. Badan itu bekerja untuk seluruh Pulau Flores. Akan tetapi, faktanya, kabupaten lain terpukau menjadi penonton pariwisata.
Eloknya, seluruh kabupaten di Flores fokus untuk mendukung Labuan Bajo sebagai tuan rumah G-20. Semua kepala daerah perlu menyiapkan wisata alam unggulan. Jangan tergoda, apalagi tergelincir, oleh keinginan pembangunan di luar pariwisata. Pembangunan yang hanya merusak bumi, tambang batu gamping dan pabrik semen misalnya, dibuang ke laut saja.
Komodo yang menjadi primadona wisatawan mancanegara itu tidak hanya ada di Manggarai Barat. Binatang purba itu juga terdapat di Manggarai Timur. Disebut rugu dalam bahasa lokal. Rugu memiliki postur tubuh dan DNA mirip dengan komodo yang disebut ora di Pulau Rinca.
Rugu kalah pamor dari ora karena Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur tidak mempromosikannya secara masif. Selain rugu, di daerah itu terdapat danau Rana Tojong yang ditumbuhi ribuan teratai terbesar kedua di dunia setelah India. Pantainya tidak kalah indah dari Labuan Bajo. Itulah potensi wisata alam.
Membangun pariwisata alam di Flores bagian dari pertobatan ekologis. Luka-luka atas bumi yang disebabkan tangan-tangan manusia masih membekas. Lubang bekas tambang masih menganga di mana-mana.
Wisata alam kredo baru menyejahterakan rakyat. Hanya saja, dibutuhkan kepala daerah yang kreatif seperti Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang berhasil menyulap daerah santet menjadi tujuan pariwisata terbaik. Wisata balas dendam ialah peluang emas untuk kepala daerah yang masih waras berpikir.
ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.
BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.
REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.
KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.
SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.
INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.
Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.
PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).
PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah
VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai
APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.
INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.
ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.
SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.
ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik
SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved