Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PUASA sesungguhnya mengajarkan disiplin diri. Kita disiplin menahan lapar dan haus serta segala yang membatalkannya. Kita bisa saja secara sembunyi-sembunyi, tanpa diketahui orang lain, makan atau minum. Namun, kita tak melakukannya karena kita berkeyakinan Tuhan memantau dan mengetahui perbuatan kita.
Kita semestinya bisa memetik pelajaran disiplin berpuasa selama bulan Ramadan untuk juga berdisiplin menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi covid-19 ini. Kita bisa saja mengabaikan protokol kesehatan. Namun, kita tak melakukannya karena kita sadar virus korona senantiasa mengintai kita.
Dengan bekerja dari rumah, kita semestinya lebih disiplin lagi dalam berpuasa. Boleh jadi, banyak orang yang ketika di rumah berpuasa, tetapi ketika di luar rumah membatalkannya. Dengan bekerja dari rumah, ada keluarga yang memantau kita sehingga menghindarkan diri kita dari niat membatalkan puasa.
Pun kita bisa mengambil pelajaran disiplin berpuasa atau beribadah di rumah untuk kita terapkan dalam mencegah berjangkitnya virus korona. Kita makin disiplin menerapkan protokol kesehatan karena di dalam rumah, di dalam keluarga, kita saling menjaga, saling mengingatkan, untuk senantiasa disiplin melaksanakan protokol kesehatan.
Apakah kita berhasil memetik pelajaran dari disiplin berpuasa itu? Tampaknya kita gagal. Disiplin berpuasa tidak berdampak pada disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebagian kita tidak disiplin tinggal di rumah. Sebagian kita berkeliaran dan berkerumun di pasar-pasar untuk jual-beli kebutuhan Lebaran. Sebagian kita juga nekat mudik dengan berbagai cara, meski pemerintah sudah melarangnya.
Bila tidak disiplin, kita perlu didisiplinkan, dipaksa disiplin. Pemerintah melarang kerumunan salat Idul Fitri di masjid atau lapangan. Itu satu contoh bentuk pendisiplinan. Pemerintah tidak melarang salat Idul Fitri, tetapi melarang kerumunannya. Pemerintah meminta kita salat Idul Fitri di rumah saja.
Idul Fitri identik dengan kemenangan. Namun, kemenangan Idul Fitri hanya milik mereka yang disiplin melaksanakan puasa. Bahkan kemenangan Idul Fitri hanya menjadi milik mereka yang bisa menerapkan disiplin itu di luar situasi Ramadan, misalnya di situasi pendemi covid-19.
Mereka yang tidak disiplin berpuasa ialah orang-orang kalah. Mereka yang gagal menerapkan disiplin berpuasa di luar situasi Ramadan, di situasi pendemi covid-19 ini, juga orang-orang kalah. Jika mereka merayakan Lebaran, itu merupakan Lebaran orang-orang kalah.
Larangan mudik merupakan bentuk pendisiplinan lain. Mereka yang bandel menerobos mudik dengan berbagai cara untuk menikmati Lebaran di kampung halaman, Lebaran itu juga merupakan Lebaran orang-orang kalah.
Banyak yang mengibaratkan situasi pandemi covid-19 yang kita hadapi serupa perang. Kita ibarat sedang berperang melawan musuh bernama virus korona. Bila ingin memenangi peperangan, disiplin menjadi kunci. Pasukan harus disiplin bertahan dan menyerang bila ingin mengalahkan musuh dalam peperangan.
Akan tetapi, kemenangan sempurna melawan covid-19, baru bisa kita rengkuh bila kita telah menemukan vaksinnya. Oleh karena itu, para ahli harus disiplin meneliti supaya vaksinnya kelak ditemukan, agar kita memperoleh kemenangan sempurna memerangi pandemi covid-19.
Sebelum vaksinnya ditemukan, tidak ada salahnya kita berdamai dengan covid-19. Berdamai tidak berarti menyerah, kalah, takluk. Berdamai juga menang, tetapi kemenangan ada di kedua belah pihak. Berdamai merupakan upaya mengurangi atau mencegah keganasan musuh yang dalam hal ini covid-19. Berdamai dengan covid-19 juga membutuhkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan, yakni disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, serta menjaga imunitas tubuh.
Pendisiplinan yang dilakukan negara di seputar Idul Fitri seperti larangan berkerumun untuk salat Idul Fitri atau larangan mudik, semestinya menumbuhkan kesadaran dalam diri kita untuk berdisiplin menjaga protokol kesehatan. Hanya dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan kita sukses berdamai dengan covid-19. Hanya dengan disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga imunitas tubuh, kita bisa sukses memasuki kehidupan normal baru, kehidupan berdamai dengan covid-19.
Kita berharap dalam waktu tidak terlalu lama para ahli menemukan vaksinnya sehingga kemenangan sempurna berperang melawan covid-19 bisa kita raih.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved