Jumat 22 Mei 2020, 05:30 WIB

Protokol Kesehatan

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Editorial
Protokol Kesehatan

MI/Ebet
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group.

PERNYATAAN Organisasi Kesehatan Dunia yang menyebutkan, “Coronavirus may never go away”, membuat dunia harus bersiap untuk berkohabitasi dengan covid-19. Seperti virusvirus lainnya yang ada di sekitar kita dan bisa memengaruhi kesehatan kita, begitu jugalah covid-19. Suka tidak suka, kita harus bersiap untuk hidup berdampingan dengan virus yang menyebabkan pandemi ini.

The new normal akan menjadi pola hidup baru seluruh umat manusia di muka Bumi. Protokol kesehatan menjadi bagian dari pola hidup yang harus kita jalani. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebutnya sebagai “4 Sehat, 5 Sempurna” di era covid-19.

Apa itu? Empat sehat yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari ke depan ialah, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta istirahat yang cukup, olahraga teratur, dan tidak panik. Apa yang menyempurnakannya? Makan makanan yang bergizi.

Apa itu? Empat sehat yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari ke depan ialah, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta istirahat yang cukup, olahraga teratur, dan tidak panik. Apa yang menyempurnakannya? Makan makanan yang bergizi.

Semua itu tidak hanya mengatur tata cara barunya saja, tetapi investasi apa yang harus dilakukan. Bandar udara, misalnya, harus menambah fasilitas untuk sterilisasi ketika hendak masuk gedung bandara. Pengecekan temperatur badan calon penumpang dilakukan dengan teknologi jarak jauh. Posisi mengantre harus dijamin ada jarak minimal 2 meter antarpenumpang. Ketika check-in pun ada pembatas kaca antara penumpang dan petugas perusahaan penerbangan.

Semua itu kini menjadi sebuah keharusan. Setiap negara harus menambah investasi baru sebelum bisa memulai kehidupan yang baru. Siapa yang tidak memenuhi protokol kesehatan, pasti tidak akan menjadi pilihan dari konsumen. Jaminan kesehatan menjadi syarat bagi kegiatan bisnis maupun negara.

Kita tidak bisa lagi sekadar memperbolehkan masyarakat menjalani kehidupan yang normal. Ekonomi tidak bisa dengan serta merta diperbolehkan untuk bergerak kembali. Ada prasyarat-prasyarat yang harus bisa dipenuhi dan itulah yang disebut sebagai normal baru, new normal.

Oleh karena itu, keinginan kita untuk menggerakkan pariwisata pun tidak bisa dengan serta merta dilakukan. Harus ada langkah tindakan yang dipersiapkan dan dijalankan agar jaminan kesehatan bisa diberikan kepada para pelancong. Protokol kesehatan merupakan sesuatu yang wajib untuk dijalankan.

Tidak pernah akan ada orang yang mau bepergian ke tempat wisata apabila tidak diberikan jaminan kesehatan. Bahkan bukan mustahil negara lain akan melarang warganya untuk berkunjung ke Indonesia apabila kita tidak menyiapkan protokol kesehatan yang bisa memberikan jaminan keamanan untuk tidak tertular oleh covid-19.

Perjalanan kita untuk menuju new normal tidak bisa dilakukan esok. Kita membutuhkan waktu untuk bisa mencapai kondisi ideal seperti yang diharapkan. Perlu ada usaha keras dari kita semua sebelum bisa memetik manfaat dari new normal yang akan kita jalani.

Dua pekan ke depan merupakan masa-masa yang paling krusial bagi kita. Pertama kita harus tetap disiplin menjalankan pembatasan sosial berskala besar yang sudah ditetapkan pemerintah. Kita bersama-sama harus berjuang untuk menekan penyebaran covid-19. Tidak bisa seperti sekarang orang merasa bisa bebas untuk keluar rumah, karena ancaman covid-19 masih nyata ada di sekitar kita.

Setelah dua pekan ke depan kita bisa menekan angka warga yang terpapar covid-19, baru kita bisa menetapkan kegiatan-kegiatan apa yang diperbolehkan. Kita harus bisa mendapatkan model terbaik dari berbagai kegiatan yang bisa dijadikan acuan bagi kita dalam menjalani pola hidup normal baru itu.

Sudah tentu harus ada investasi yang kita lakukan untuk menyambut normal baru itu. Semua harus mau melaksanakannya, karena hanya dengan itulah, kita bisa mencegah terjadi gelombang kedua wabah covid-19.

Kita sama-sama merasakan krisis kesehatan yang terjadi sekarang menimbulkan persoalan baru. Kita melihat bagaimana banyak warga harus kehilangan pekerjaannya. Orang yang semula sudah terlepas dari jeratan kemiskinan, tiba-tiba harus kembali masuk sebagai orang miskin. Dampak ekonomi semakin kita rasakan dan kuartal II ini guncangannya akan semakin kuat. Satu yang kita harus jaga bersama, jangan sampai krisis ini mengimbas ke sektor keuangan.

Semua terus berupaya untuk mencegah jangan sampai penanganan satu bencana justru menimbulkan bencana baru. Tidak boleh ada satu pun di antara kita yang tidak berpartisipasi untuk mencegah terjadinya pemburukan kehidupan masyarakat. Upaya untuk bisa segera menggerakkan kegiatan masyarakat, tidak boleh melupakan persoalan utama yang sedang kita hadapi yaitu kesehatan. Protokol kesehatan merupakan sesuatu yang wajib kita lakukan bersama hari-hari ini.

 

 

 

Baca Juga

MI/Ebet

Gigit Jari Politisasi Haji

👤 Usman Kansong, Dewan Redaksi Media Group 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:00 WIB
“SEPERTI ikan haring yang dipak.” Begitu Snouck Hurgronje, Penasihat Urusan Pribumi untuk Pemerintah Hindia...
MI/EBET

PSBB Transisi

👤Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group 🕔Jumat 05 Juni 2020, 05:00 WIB
Perekonomian Jakarta merupakan pilar perekonomian nasional. Rantai pasokan nasional akan terganggu ketika Jakarta masih diminta untuk...
MI/EBET

Bansos Binatang

👤Gaudensius Suhardi, Dewan Redaksi Media Group 🕔Kamis 04 Juni 2020, 05:00 WIB
Di Indonesia, sejumlah regulasi telah dibuat untuk melindungi binatang. Pasal 302 KUHP mengancamkan sembilan bulan penjara bagi pelaku...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya