Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Membangun Peradaban

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
12/5/2020 05:30
 Membangun Peradaban
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PANDEMI covid-19 sungguh menjadi masa kegelapan abad- 21 yang semula digambarkan sebagai era keemasan di saat dunia tidak mengenal batas. Virus kecil yang mematikan itu, setiap hari justru semakin memurukkan kehidupan umat manusia. Satu per satu orang mulai kehilangan pekerjaan dan juga kemudian masa depan.

AS yang mencoba mengembalikan kebesarannya pun ikut tak berdaya. Untuk April saja angka pengangguran di sana mencapai 20,5 juta orang. Tidak usah heran banyak warga terpaksa ikut program Feeding America demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok.

Semua sangat berharap masa kegelapan ini segera berakhir. Orang tidak mungkin dibiarkan tidak bisa melakukan kegiatan apa pun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Semua menyadari, kita tidak mungkin terus menggantungkan hidup dari uluran tangan orang lain.

Martabat manusia ditentukan oleh pekerjaan. Sebagai homo faber, manusia harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu. Orang akan kehilangan harga diri ketika tidak bekerja, ketika tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya.

Kecepatan untuk merespons kondisi itulah yang diperlukan sekarang. Bahasa yang selalu didengungkan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, kita harus mencegah jangan sampai masyarakat terpapar covid-19, tetapi juga jangan sampai terkapar oleh virus PHK.

Kita harus bersiap hidup dalam suasana yang disebut the new normal. Sampai kelak ditemukan vaksin covid-19, kita harus mau hidup dengan protokol kesehatan yang ketat. Tidak boleh masker lepas dari wajah kita. Selalu menjaga jarak agar tidak terkena oleh aerosol yang keluar dari mulut orang lain. Kita wajib menjaga pola hidup sehat dan bersih dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

The new normal akan menciptakan sebuah peradaban baru. Peradaban untuk peduli terhadap sesama. Tanggung jawab pribadi harus dijalankan dengan sepenuh hati agar kita tidak membahayakan orang lain.

Peradaban itu bahkan harus dimulai dari sekarang. Kalau pemerintah melarang mudik, semua orang harus patuh menjalankannya. Mengapa? Karena kalau kita tidak patuh, berarti kita sebenarnya membahayakan orang lain termasuk saudara-saudara kita sendiri.

Bagaimana dengan orang yang mencuri-curi mudik dan bangga bisa mengelabui petugas? Kita harus mampu membangun peradaban baru bahwa orang yang hebat itu ialah orang yang patuh kepada aturan. Bukan orang yang melanggar aturan. Kita harus seperti bangsa lain yang maju peradabannya, yang tidak goyah oleh ketidakbenaran. Meski sudah tengah malam dan jalanan sepi, ia tidak pernah menerobos lampu merah karena itu membahayakan keselamatan orang lain.

Sekarang ini gugus tugas mengeluarkan surat edaran tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan covid-19. Tujuannya agar pergerakan orang dan barang untuk penanganan covid-19 tidak terhambat. Kekecualian lain diberikan kepada mereka yang sedang mengalami kemalangan atau warga negara Indonesia yang hendak kembali ke Tanah Air.

Namun, sekarang yang ramai diperbincangkan seakan pemerintah melonggarkan sarana transportasi. Muncul kekhawatiran kebijakan ini dimanfaatkan sekelompok orang untuk bisa mudik Lebaran.

Di sinilah kesempatan untuk membangun peradaban. Kita jangan pernah membenarkan orang yang memanfaatkan kesempatan untuk melanggar aturan. Kepada mereka yang melanggar, kita harus berikan hukuman sosial. Mereka jangan diperlakukan sebagai pahlawan, tetapi sebagai pelanggar aturan

Bangsa-bangsa yang maju peradabannya selalu mendahulukan sikap percaya kepada orang lain. Sampai kemudian orang itu melanggar kepercayaan yang diberikan, maka orang itu akan dikucilkan dari pergaulan sosial.

Di Tokyo, Jepang, orang yang kehilangan kepercayaan dari masyarakat hanya bisa hidup di pinggiran Sungai Tokyo. Tidak ada seorang pun yang mau memberikan pertolongan karena ia sudah menjadi orang yang tidak bisa dipercaya.

Wabah covid-19 harus kita jadikan momentum membangun peradaban baru seperti itu. Hanya dengan itu wabah virus korona ini akan membuat kita menjadi bangsa besar. Kalau tidak mampu membangun peradaban yang lebih baik, kita akan menjadi bangsa merugi karena kita hanya merasakan akibat buruk dari wabah penyakit satu ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.