Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Sri Jegal Anies?

Gaudensius Suhardi, Dewan Redaksi Media Group
11/5/2020 05:30
Sri Jegal Anies?
(MI/EBET)

DANA bantuan sosial menyulut silang pendapat antara Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Warganet menyebut saling silang di antara keduanya sebagai perseteruan menuju 2024. Saling jegal. Benarkah demikian?

Pada mulanya ada rapat terbatas virtual dipimpin Presiden Joko Widodo, awal April. Ketika itu Anies melaporkan bahwa terdapat 3,7 juta warga miskin dan rentan miskin di Jakarta. Mereka memerlukan bantuan sosial alias bansos. Akan tetapi, Pemprov DKI hanya mampu membantu 1,1 juta warga miskin reguler.

Anies kembali meyakinkan pemerintah pusat saat melakukan konferensi video bersama Wapres Ma'ruf. Ia menyodorkan data yang sama terkait warga miskin dan rentan miskin yang terdampak covid-19 di daerahnya.

Presiden Jokowi akhirnya memutuskan pemerintah pusat membantu 2,6 juta warga miskin dan rentan miskin atau 1,2 juta kepala keluarga di Jakarta. Bantuan dalam bentuk bahan pokok alis sembako dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan. Anggaran yang dialokasikan Rp2,2 triliun.

Keputusan Jokowi itu mencerminkan kemauan politik negara untuk hadir dalam setiap persoalan warga. Pusat dan daerah bekerja sama termasuk menanggung renteng pembiayaan orang miskin.

Anies mulai menyalurkan bansos tahap pertama pada 9 April atau sehari sebelum pemberlakuan PSBB). Pemerintah pusat menyalurkan bansos bernama bantuan presiden (banpres) mulai 20 April.

Setelah banpres turun, Pemprov DKI menunda penyaluran bansos tahap kedua. Kata Anies, bantuan tahap pertama untuk mengisi kekosongan sebelum adanya banpres. Mulai terkuak persoalan. Kemensos telah mengecek 2,6 juta orang miskin di DKI Jakarta, setelah proses verifikasi, mereka terdiri dari 1,3 juta KK.

Ada duplikasi data. Banpres ternyata diterima warga yang sudah menerima bansos DKI karena Pemprov DKI hanya memberikan salinan data penerima bansos DKI, bukan data 2,6 juta jiwa yang disepakati untuk dicover pemerintah pusat. Karena itulah Menko PMK Muhadjir Effendy sempat meminta Anies untuk tidak mengubah data yang telah disepakati dalam rapat kabinet terbatas.

Di tengah polemik soal data bansos, tiba-tiba publik tersentak mendengar suara Sri Mulyani. Bendahara negara itu mengatakan Pemprov DKI tidak memiliki anggaran untuk mendanai bantuan sosial sembako bagi 1,1 juta warganya sebagaimana disanggupi Anies. Informasi itu didapat Sri Mulyani dari Muhadjir.

Sri Mulyani tidak berteriak di padang gurun. Ia menyampaikan fakta itu dalam rapat virtual dengan Komisi XI DPR, Rabu (6/5). "Yang tadinya cover 1,1 juta warga, mereka tidak ada anggaran dan minta pemerintah pusat untuk cover 1,1 juta. Jadi, yang tadinya 1,1 juta DKI dan sisanya 3,6 juta pemerintah pusat, sekarang seluruhnya diminta di-cover pemerintah pusat."

Sehari kemudian Anies mengeluarkan keterangan tertulis. Anies menjelaskan Pemprov DKI telah menyediakan Rp5,032 triliun untuk menanggulangi pandemi covid-19 termasuk di dalamnya anggaran bansos.

Perseteruan Sri Mulyani dengan Anies menjadi trending topic Twitter dengan tagar #JengSriBalikinDuitDKI. Balikin duit DKI? Ya, saat rapat dengan Wapres Ma'ruf Amin melalui video conference pada 2 April, Anies menagih dana bagi hasil yang belum dicairkan Sri Mulyani.

Kata Anies, dana bagi hasil yang harusnya disetorkan Kemenkeu pada 2019. Mulanya, dana bagi hasil itu senilai Rp6,4 triliun, namun mengalami penyesuaian menjadi Rp5,1 triliun. "Kemudian ada dana bagi hasil tahun ini di kuartal kedua sebesar Rp2,4 triliun. Kami berharap itu bisa segera dicairkan," kata dia.

Dana bagi hasil itu kembali diungkit Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono. Melalui keterangan tertulis pada 7 Mei, politisi Partai Demokrat itu mengatakan piutang dana bagi hasil baru dicairkan separuh dari Menkeu.

Sri Mulyani membenarkan pihaknya sudah menyalurkan dana bagi hasil sebesar Rp2,6 triliun ke Pemprov DKI. Angka tersebut adalah akumulasi dari pelunasan kurang bayar tahun 2018 dan sebagian kurang bayar tahun 2019. Sisa yang belum dibayarkan akan disalurkan setelah rampungnya audit BPK soal Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.

Silang pendapat antara Sri Mulyani dan Anies Baswedan sesungguhnya menyangkut uang APBN yang menurut konstitusi harus dikelola secara terbuka dan bertanggung jawab. Akan tetapi, ada politisi yang menuding Sri Mulyani bermain politik.

Kedua nama itu memang selalu muncul dalam berbagai survei sebagai bakal capres 2024. Akan tetapi, mengaitkan penanganan pandemi covid-19 dengan politik terlalu prematur apalagi sampai menuding Sri Mulyani menjegal Anies. Ada-ada saja.



Berita Lainnya
  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.