Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK pernah terbayangkan, perekonomian dunia akan gelap gulita seperti sekarang. Ketika krisis keuangan melanda dunia pada 2008 lalu, kepanikannya memang terjadi. Akan tetapi, keadaannya tidak semencekam seperti sekarang ini. Tidak ada negara yang bisa terhindar dari situasi krisis.
Pandemi virus korona membuat perekonomian nyaris berhenti untuk berputar. Nyaris tidak ada lagi produksi dan perdagangan yang bisa dilakukan. Tidak usah heran apabila harga-harga saham pun bertumbangan. Setiap hari indeks saham dunia terus terpuruk.
Semua tidak tahu ujung dari krisis yang tengah melanda dunia sekarang ini. Yang lebih menakutkan, semua belum tahu bagaimana keluar dari situasi mencekam. Semua hanya bisa mengikuti saja apa yang akan terjadi ke depan.
Bagaimana tidak khawatir kalau hotel-hotel tidak ada lagi pengunjungnya. Demikian pula mal-mal yang benar-benar sepi. Beberapa akhirnya memutuskan untuk merumahkan sebagian karyawan dengan bayaran setengah gaji.
Kondisi ini tentu berpengaruh pada daya beli masyarakat. Inilah yang akan semakin membuat perekonomian terpuruk. Apalagi selama ini lebih dari 50% pertumbuhan kita datang dari belanja masyarakat.
Sekarang memang bukan saatnya untuk mencari kesalahan. Tidak ada seorang pun yang menduga bahwa virus korona bisa menjadi penyebab keterpurukan ekonomi dunia. Apalagi munculnya virus korona bukan berasal dari Indonesia.
Tugas kita bersama bagaimana bisa melewati masa-masa yang penuh ketidakpastian ini dengan selamat. Kita tidak perlu lagi fokus untuk bisa tumbuh 4% atau 5%. Bisa membuat semua orang mempunyai pekerjaan dan memperoleh pendapatan untuk kehidupan keluarganya sudah merupakan sesuatu yang luar biasa.
Singapura saja berani untuk memperkirakan pertumbuhan tahun ini minus 0,5%. Mereka tidak terlalu peduli lagi untuk memacu pertumbuhan, yang terpenting orang masih mempunyai pekerjaan, masih memiliki harapan.
Kekompakan itulah yang kita butuhkan sekarang. Kita perlu memberi dukungan kepada pemegang tampuk kekuasaan dan mengikuti kebijakan yang sudah diambil. Sekarang ini pilihan yang kita bisa ambil bukan antara baik dan buruk, melainkan antara buruk dan kurang buruk.
Solidaritas sosial yang menjadi kekuatan bangsa ini harus kembali kita tunjukkan. Kelompok Media Group meminjamkan Hotel Sheraton Media untuk dipergunakan sebagai karantina mandiri. Beberapa pengusaha yang tergabung dalam Yayasan Buddha Tzu Chi, misalnya, juga sudah menyiapkan bantuan alat kesehatan senilai Rp500 miliar melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Ketua Gugus Tugas Doni Monardo meminta para pengusaha untuk juga memberikan bantuan pangan khusus bagi keluarga kurang mampu. Salah satu yang bisa menyelamatkan bangsa ini dari ancaman virus korona ialah kalau kesehatan warga itu juga baik. Salah satu yang bisa memperkuat daya tahan tubuh ialah ketika mendapatkan gizi yang mencukupi.
Ke depan, pasti akan banyak warga yang membutuhkan bantuan, banyak yang membutuhkan pekerjaan. Mereka yang berkelebihan harus membantu mereka agar juga bisa melewati masa-masa sulit ini. Program pemberdayaan masyarakat pasti akan dibutuhkan ke depan.
Jangan sampai ada di antara kita yang bersikap serakah dan mau enak sendiri. Mahatma Gandhi pernah menyampaikan, dunia ini akan mampu memberi kehidupan bagi seluruh umat yang hidup di atas, kecuali kalau ada satu yang serakah.
Tidak bosan kita ingatkan untuk fokus ke sektor pertanian. Ke depan kita akan memasuki panen raya. Kita perlu menjaga baik-baik produksi beras untuk bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan kita harus bergegas untuk melakukan penanaman kembali agar produksi pangan mencukupi untuk waktu yang panjang.
Kita bersyukur diberikan kelimpahan sumber daya alam. Ikan-ikan yang ada di wilayah perairan kita bisa menjadi pemenuh kebutuhan protein masyarakat. Mari kita jaga baik-baik ikan-ikan kita karena itulah yang juga akan bisa menyelamatkan bangsa ini melewati masa-masa sulit ini.
HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.
DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.
RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.
KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.
ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.
BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.
REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.
KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.
SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.
INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.
Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.
PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).
PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah
VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai
APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved