Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Hidup dengan Korona

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
10/3/2020 05:10
Hidup dengan Korona
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PERDANA Menteri Inggris Winston Churchill benar dengan mengatakan, untuk mengukur sikap seseorang dilihat saja dari responsnya ketika menghadapi tantangan. Orang yang optimistis menjadikan tantangan sebagai kesempatan. Sebaliknya, orang pesimistis selalu menjadikan tantangan sebagai beban.

Sekarang hampir seluruh dunia dihadapkan kepada ancaman virus korona. Kita bisa melihat bagaimana respons yang diberikan bangsa-bangsa di dunia terhadap ancaman itu. Ada yang bahu-membahu membangun solidaritas, tetapi ada juga yang sibuk mencari kesalahan.

Bangsa Jepang dan Finlandia, misalnya, menunjukkan sikap solidaritas yang tinggi. Mereka mengumpulkan masker untuk membantu bangsa lain yang membutuhkan. Finlandia bahkan membuka pintu negaranya untuk tetap bisa dikunjungi dan kalau ada yang terkena virus korona pun mereka akan membantu merawatnya.

Mereka yang optimistis tidak menjadikan virus korona sebagai ketakutan. Singapura bahkan menjadikan momentum untuk promosi pariwisata mereka. Kecanggihan dalam mengelola virus korona mereka jadikan kekuatan. Meski sempat menaikkan kesiapsiagaannya menjadi oranye, tetapi tidak ada mortalitas akibat virus korona di sana.

Ancaman tidak boleh membuat hidup dan kemajuan itu sampai terhenti. Kita harus terus bergerak maju. Berulang kali kita sampaikan, ancaman virus korona harus menjadi momentum untuk membuat kita naik kelas dan menunjukkan diri sebagai bangsa berilmu pengetahuan tinggi.

Inilah kesempatan bagi ahli biologi kita untuk unjuk gigi. Kita memiliki Lembaga Eijkman yang merupakan tempat riset biologi molekular. Dari tempat ini dulu pernah dilahirkan ilmuwan Belanda Christiaan Eijkman yang kemudian bahkan menerima hadiah Nobel atas penemuannya terhadap penyakit beri-beri.

Tentu bukan berarti kita tidak perlu peduli terhadap virus korona. Yang harus kita lakukan ialah bagaimana hidup dengan kondisi seperti ini. Bagaimana kita menjaga diri dengan pola hidup lebih bersih, ikut bertanggung jawab apabila merasa sakit agar tidak menulari yang lain, dan siap siaga kalau lebih banyak warga terinfeksi agar tidak terjadi mortalitas.

Kita tahu bahwa perdagangan dunia akan terus melambat dalam beberapa bulan ke depan akibat isu virus korona ini. Pasar modal pun terus berfluktuasi karena ketidakpastian. Dalam kondisi yang menekan, janganlah kita menambah lagi beban itu dengan sikap pesimistis.

Dengan sekuat tenaga kita harus bisa bertahan dan juga bangkit menghadapi tantangan. Jangan sampai kita hanya pasrah apalagi menyerah. Banyak hal masih bisa kita kerjakan untuk membuat bangsa ini tetap kuat.

Masih banyak sumber daya alam yang kita bisa olah agar tetap menjadi bangsa produktif. Kita membutuhkan banyak energi dan selama ini hanya kita impor. Sekitar 43 cekungan minyak selama ini belum pernah kita eksplorasi. Sekarang seharusnya kesempatan untuk kita menggalakkan eksplorasi yang sudah sekitar 20 tahun tidak lagi bisa kita lakukan.

Bidang pertanian selama ini juga kita abaikan. Kita terlena dengan kebijakan impor yang akhirnya membuat kita malas dan menguras devisa negara. Sekarang kesempatan bagi kita untuk membangun kembali pertanian agar kita bisa memenuhi kebutuhan sendiri dan bahkan kelak bisa dijadikan komoditas ekspor.

Dengan pasar lebih dari 260 juta jiwa dan purchasing power parity US$4 triliun, kita mempunyai kekuatan pasar dalam negeri yang luar biasa. Dalam situasi perdagangan global yang menurun, pasar dalam negeri bisa menjadi bantalan sementara. Jangan biarkan justru produk luar yang memanfaatkan pasar dalam negeri kita.

Kalau bangsa lain mau memanfaatkan pasar dalam negeri, kita minta mereka untuk memproduksinya di Indonesia. Kita ajak mereka untuk berinvestasi di sini agar kita bisa ikut menikmati baik dalam bentuk modal yang dibawa ke Indonesia maupun lapangan pekerjaan yang diciptakan.

Kondisi global menuntut kita berpikir cerdas. Kita balikkan keadaan yang mengimpit sekarang ini sebagai modal untuk justru bangkit. Apalagi sekarang yang sedang kita upayakan ialah menarik investasi untuk menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja.

Kita harus menjadi bangsa optimistis seperti dikatakan Churchill. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang selalu merasa kecil hati. Setiap ada tantangan dianggap sebagai kiamat. Kita harus percaya, selalu ada cahaya terang di ujung lorong apabila kita mau berpikiran terbuka.



Berita Lainnya
  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.