Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Cukup-Cukup Makan di 100 Hari Pertama

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
01/2/2020 05:10
Cukup-Cukup Makan di 100 Hari Pertama
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PRESIDEN Jokowi mengatakan tidak ada target 100 hari pertama untuk kabinetnya. "Arahannya lima tahun ke depan kerja, kerja, dan kerja. Ini arahannya. Enggak ada target 100 hari. Ini kan kita melanjutkan sebelumnya,” kata Presiden seusai pelantikan kabinet, Oktober 2019.

Namun, apa boleh buat, kinerja 100 hari pertama menjadi semacam mantra yang, bila tidak diukur, seolah celaka. Kinerja 100 hari pertama menjadi semacam alat ukur mutlak, seakan bila satu kementerian berkinerja bagus dalam 100 hari pertama, maka baguslah dia 1.725 hari berikutnya, dan sebaliknya.

Lagi pula, tidak ada larangan--Presiden Jokowi sekalipun tak bisa melarang kita mengukur kinerja kabinet dalam 100 hari pertama. Tidak mengherankan, banyak lembaga mengukur kinerja 100 hari kabinet Indonesia Maju dengan berbagai metode, mulai metode ilmiah sampai metode 'enggak genah'.

Salah satunya News Research Center (NRC), lembaga penelitian di bawah Media Group. NRC menjaring pendapat 159 tokoh publik di 34 provinsi. Penelitian suara tokoh publik ini menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif.

Hasilnya, nilai rata-rata Kabinet Indonesia Maju 6,84. Dalam bahasa anak kuliahan, kabinet mendapat nilai C plus. Dalam bahasa anak kuliahan di Medan, ini nilai 'cukup-cukup makan' alias pas-pasan.
Nilai C di bangku kuliah S-1 termasuk lulus. Akan tetapi, nilai C di S-2 tidak lulus dan harus mengulang.

Di periode pertama pemerintahan Jokowi, ibarat anak kuliahan S-1, bila kabinet mendapat nilai C bolehlah kita sebut lulus. Akan tetapi, kini di periode kedua pemerintahan, serupa anak kuliahan S-2, nilai C tidak lulus, harus mengulang.

Ada lima kementerian berdasarkan jajak pendapat NRC mendapat angka di atas 7 atau di atas rata-rata. Kelimanya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian PU-Pera, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lima kementerian mendapat nilai terendah, jauh di bawah rata-rata. Kelimanya Kementerian ESDM, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tuntutan akan kinerja di periode kedua biasanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan tuntutan pada periode pertama. Rakyat menghendaki kabinet tancap gas. Perbedaan nilai lima kementerian terbaik dan lima kementerian terburuk menunjukkan tancap gas belum senapas. Banyak yang napasnya 'jos-josan', tetapi tak sedikit yang ngos-ngosan.

Sebanyak 74,7% tokoh publik yang menjadi narasumber dalam penelitian NRC optimistis dengan kinerja Kabinet Jokowi-Amin dan 25,3% selebihnya pesimistis. Kabinet selayaknya menjadikan optimisme publik itu sebagai modal dasar untuk berkinerja lebih baik.

Presiden Jokowi mengatakan kabinet ini meneruskan kabinet sebelumnya. Meneruskan tak berarti miskin terobosan. Terobosan kiranya yang menjadikan satu kementerian mendapat persepsi positif dari publik.

Bersih-bersih BUMN yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir merupakan terobosan. Slogan 'Merdeka Belajar' Mendikbud Nadiem Makariem ialah terobosan meski implementasinya masih ditunggu publik.

Terobosan ialah gimmick. Publik membutuhkan gimmick yang bukan kosmetik. Terobosan ialah gimmick yang sungguh-sungguh dilaksanakan, bukan sekadar lipstik atau bedah plastik.

Masih tersisa banyak waktu bagi kabinet melakukan terobosan. Terobosan membuat kita maju. Miskin terobosan bikin negara jalan di tempat, bahkan mundur. Ini Kabinet Indonesia Maju, bukan ‘Kabinet Indonesia jalan di tempat’, apalagi ‘Kabinet Indonesia undur-undur’.

 

 



Berita Lainnya
  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.