Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Cukup-Cukup Makan di 100 Hari Pertama

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
01/2/2020 05:10
Cukup-Cukup Makan di 100 Hari Pertama
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PRESIDEN Jokowi mengatakan tidak ada target 100 hari pertama untuk kabinetnya. "Arahannya lima tahun ke depan kerja, kerja, dan kerja. Ini arahannya. Enggak ada target 100 hari. Ini kan kita melanjutkan sebelumnya,” kata Presiden seusai pelantikan kabinet, Oktober 2019.

Namun, apa boleh buat, kinerja 100 hari pertama menjadi semacam mantra yang, bila tidak diukur, seolah celaka. Kinerja 100 hari pertama menjadi semacam alat ukur mutlak, seakan bila satu kementerian berkinerja bagus dalam 100 hari pertama, maka baguslah dia 1.725 hari berikutnya, dan sebaliknya.

Lagi pula, tidak ada larangan--Presiden Jokowi sekalipun tak bisa melarang kita mengukur kinerja kabinet dalam 100 hari pertama. Tidak mengherankan, banyak lembaga mengukur kinerja 100 hari kabinet Indonesia Maju dengan berbagai metode, mulai metode ilmiah sampai metode 'enggak genah'.

Salah satunya News Research Center (NRC), lembaga penelitian di bawah Media Group. NRC menjaring pendapat 159 tokoh publik di 34 provinsi. Penelitian suara tokoh publik ini menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif.

Hasilnya, nilai rata-rata Kabinet Indonesia Maju 6,84. Dalam bahasa anak kuliahan, kabinet mendapat nilai C plus. Dalam bahasa anak kuliahan di Medan, ini nilai 'cukup-cukup makan' alias pas-pasan.
Nilai C di bangku kuliah S-1 termasuk lulus. Akan tetapi, nilai C di S-2 tidak lulus dan harus mengulang.

Di periode pertama pemerintahan Jokowi, ibarat anak kuliahan S-1, bila kabinet mendapat nilai C bolehlah kita sebut lulus. Akan tetapi, kini di periode kedua pemerintahan, serupa anak kuliahan S-2, nilai C tidak lulus, harus mengulang.

Ada lima kementerian berdasarkan jajak pendapat NRC mendapat angka di atas 7 atau di atas rata-rata. Kelimanya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian PU-Pera, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lima kementerian mendapat nilai terendah, jauh di bawah rata-rata. Kelimanya Kementerian ESDM, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tuntutan akan kinerja di periode kedua biasanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan tuntutan pada periode pertama. Rakyat menghendaki kabinet tancap gas. Perbedaan nilai lima kementerian terbaik dan lima kementerian terburuk menunjukkan tancap gas belum senapas. Banyak yang napasnya 'jos-josan', tetapi tak sedikit yang ngos-ngosan.

Sebanyak 74,7% tokoh publik yang menjadi narasumber dalam penelitian NRC optimistis dengan kinerja Kabinet Jokowi-Amin dan 25,3% selebihnya pesimistis. Kabinet selayaknya menjadikan optimisme publik itu sebagai modal dasar untuk berkinerja lebih baik.

Presiden Jokowi mengatakan kabinet ini meneruskan kabinet sebelumnya. Meneruskan tak berarti miskin terobosan. Terobosan kiranya yang menjadikan satu kementerian mendapat persepsi positif dari publik.

Bersih-bersih BUMN yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir merupakan terobosan. Slogan 'Merdeka Belajar' Mendikbud Nadiem Makariem ialah terobosan meski implementasinya masih ditunggu publik.

Terobosan ialah gimmick. Publik membutuhkan gimmick yang bukan kosmetik. Terobosan ialah gimmick yang sungguh-sungguh dilaksanakan, bukan sekadar lipstik atau bedah plastik.

Masih tersisa banyak waktu bagi kabinet melakukan terobosan. Terobosan membuat kita maju. Miskin terobosan bikin negara jalan di tempat, bahkan mundur. Ini Kabinet Indonesia Maju, bukan ‘Kabinet Indonesia jalan di tempat’, apalagi ‘Kabinet Indonesia undur-undur’.

 

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)