Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
TARGET pemerintah untuk meningkatkan produk minyak menjadi 1 juta barel per hari pada 2030 merupakan target yang realistis, tetapi sekaligus menantang. Memang penambahannya hanya 250 ribu barel per hari dalam satu dekade ke depan, tetapi investasi untuk mendapatkannya tidak kecil.
Eksplorasi minyak dan gas, kita tahu tidak mudah dan murah. Tahun ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan mendapat
investasi sebesar US$1,4 miliar untuk 12 proyek hulu migas. Berapa perkiraan jumlah produksinya? Hanya 7.200 barel minyak dan 520 juta standar kaki kubik gas per hari.
Cara pandang kita terhadap investasi di sektor migas harus berubah. Sekarang investasinya lebih mahal dan sulit karena lebih banyak di laut dalam. Namun, kita tidak bisa tidak harus lebih banyak melakukan eksplorasi karena kita membutuhkan banyak energi untuk menopang pembangunan.
Meski sudah banyak dikembangkan energi alternatif, energi berbasis fosil tidak bisa ditinggalkan. Hanya persentasenya yang berkurang, tetapi dari sisi volume akan terus bertambah karena kebutuhan energi akan semakin meningkat sesuai dengan kemajuan yang diraih sebuah bangsa.
Apalagi, harga energi alternatif itu tidak juga lebih murah. Semua negara masih dalam proses menemukan energi alternatif yang lebih baik dan efi sien. Meski demikian, berbagai pengembangan masih harus terus dilakukan agar energi alternatif itu menjadi lebih feasible.
Kita sering salah kaprah juga ketika berbicara soal energi. Seakan Indonesia merupakan negeri yang kaya energi. Kita memang bersyukur berada di garis khatulistiwa sehingga sepanjang tahun bisa menikmati matahari. Namun, kita tidak cukup menyiapkan dana riset agar bisa menjadikan kelimpahan sinar matahari itu sebagai energi yang bisa dipakai bagi kehidupan.
Sekarang kita harus berani melakukan investasi yang bermanfaat bagi kehidupan jangka panjang kita. Investasi itu tidak boleh hanya satu, tetapi untuk berbagai energi yang ada. Bauran energi yang telah ditetapkan Dewan Energi Nasional kita jadikan pegangan untuk pengembangannya.
Karena merupakan investasi, tolok ukurnya kemudian jangan sekadar untung atau rugi. Jangan kalau investasi tidak menghasilkan kemudian dianggap sebagai tindak kriminal. Yang namanya investasi itu selalu ada potensi tidak menghasilkan. Tingkat keberhasilan eksplorasi migas di dunia berkisar 30%-40%.
Satu kasus yang menjadi kontroversi ialah hukuman kepada mantan Direktur Utama PT Pertamina (persero) Karen Agustiawan karena investasi di Blok Basker Manta Gummy, Australia. Keputusan Pertamina untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan blok minyak itu dianggap Kejaksaan Agung sebagai tindak korupsi.
Bahkan, bukan hanya Karen yang dihukum untuk investasi sebesar US$30 juta itu, melainkan juga Direktur Keuangan Frederick ST Siahaan. Beruntung Mahkamah Agung lebih mau memahami kasusnya dan Frederick dibebaskan dari hukuman. Tinggal Karen yang masih berjuang untuk mendapatkan kebebasan.
Kalau kita mau meningkatkan produksi minyak, pengalaman buruk seperti dialami Karen tidak boleh terjadi lagi. Tidak mungkin ada direksi Pertamina yang mau melakukan eksplorasi kalau ancamannya pidana. Tanpa ada eksplorasi, tidak mungkin ada penambahan produksi migas.
Sekarang kita melihat Pertamina mencoba melakukan investasi di luar negeri. Seperti di Aljazair, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi mengelola ladang minyak di Menzel Lejmet North dengan kapasitas 19.000 barel per hari. PT PIEP menambah investasi sebesar US$180 juta untuk mendapatkan tambahan produksi sebesar 2.500 barel per hari.
Investasi di luar negeri perlu dilakukan bersamaan dengan investasi di dalam negeri agar jaminan minyak nasional lebih terjamin. Apalagi pemerintah meminta Pertamina untuk berinvestasi di kilang. Tanpa ada pasokan minyak yang mencukupi, pembangunan kilang menjadi sebuah kemubaziran.
Untuk membuat investasi di sektor hulu sesuai dengan tata kelola yang berlaku di dunia, Pertamina mengakuisisi perusahaan Prancis, Maurel & Prom. Dengan pengalaman yang panjang, Maurel & Prom bisa membantu Pertamina agar lebih lincah bermain di sektor hulu.
Sekali lagi, yang namanya investasi harus berwawasan jauh ke depan. Kita harus bersiap menghadapi kebutuhan energi nasional di masa yang akan datang. Kita perlu mengundang investor asing untuk menanamkan modal di industri migas di dalam negeri. Akan tetapi, yang tak kalah penting ialah menjadikan Pertamina sebagai pemain utama migas dunia.
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved