Rabu 11 Desember 2019, 05:30 WIB

Orang Waras Dilarang Jadi Presiden (Tiga Periode)

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group | podium
Orang Waras Dilarang Jadi Presiden (Tiga Periode)

MI
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group

BAGI Presiden Amerika Serikat John F Kennedy, politik itu mulia dan politikus itu profesi mulia. Presiden bisa dibilang puncak karier seorang politikus. Oleh karena itu, Kennedy menyebut presiden merupakan jabatan paling mulia di muka bumi ini.

Di Indonesia, menjadi presiden juga cita-cita mulia. Itulah sebabnya, atas nama cita-cita mulia mewujudkan kesejahteraaan rakyat dan kedaulatan bangsa, banyak orang kepingin jadi presiden. Bahkan, banyak orang yang tak cukup sekali, tapi berkali-kali, kepingin jadi presiden.

Di masa Orde Baru, Pak Harto menjadi presiden berkali-kali. Di masa otoriter itu, konstitusi memang mengizinkan orang menjadi presiden berperiode-periode. Mungkin banyak orang kepingin jadi presiden kala itu, tetapi takut mengungkapkannya karena khawatir dituduh subversif.

Ketika Indonesia memasuki era Reformasi, konstitusi mengizinkan orang menjadi presiden cukup dua periode. Banyak orang tanpa malu-malu dan ragu-ragu ingin menjadi presiden. Bukankah presiden jabatan paling mulia? Jadi, untuk apa ragu dan malu bila menginginkannya?

Tercatat lima pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu Presiden 2004. Itu artinya ada lima orang kepingin jadi presiden. Satu di antaranya, yakni Megawati, ingin menjadi presiden untuk periode kedua.
Pada Pemilu 2009, setidaknya tiga orang ingin menjadi presiden. Mereka ialah Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati, dan Jusuf Kalla.

SBY ingin menjadi presiden untuk periode kedua. Megawati ingin menjadi presiden untuk kedua kalinya. Jusuf Kalla, mungkin karena menganggap posisi wapres bukan profesi paling mulia, kepingin jadi presiden demi meraih puncak kemuliaan.

Menjelang Pemilu 2014, semakin banyak orang yang mengungkapkan keinginan menjadi presiden. Rhoma Irama termasuk di antaranya. Menjadi raja (dangdut) sepertinya tak semulia menjadi presiden.

Namun, Pemilu Presiden 2014 akhirnya cuma diikuti dua pasangan, Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta Rajasa.

Jokowi kepingin lagi jadi presiden untuk periode kedua pada Pemilu 2019. Jokowi ingin menggenapi kemuliaan sebagai presiden. Keinginannya terkabul. Jokowi menjadi presiden 2019-2024.

Belum kapok juga, Prabowo kepingin juga jadi presiden, lagi-lagi bertanding dengan Jokowi. Akan tetapi, cita-citanya mengejar kemuliaan seorang presiden gagal maning. Prabowo akhirnya rela menerima jabatan menteri yang kurang mulia jika dibandingkan dengan presiden di kabinet Jokowi. Mana ada pembantu lebih mulia daripada majikannya?

Bila bagi kebanyakan orang di jagat ini menjadi presiden itu mulia, tidak begitu halnya bagi Billy Carter, adik kandung Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter. Seperti dikisahkan Abdurrahman Wahid dalam buku Humor Gus Dur, Billy Carter punya usaha pompa bensin. Di waktu senggang, ia biasanya bersantai dengan sejumlah temannya sembari minum bir.

Pada 1976, Jimmy Carter mencalonkan diri sebagai presiden. Saat santer-santernya kampanye Carter, Billy pun tak luput dari kejaran wartawan. Wartawan bertanya kepadanya bagaimana sesungguhnya kondisi keluarga Carter.

Billy menjawab bahwa ibunya berusia lebih dari 70 tahun ketika mendaftarkan diri masuk Korps Perdamaian sebagai juru rawat di India untuk dua tahun. Kakak perempuan Billy senang naik sepeda ke mana-mana sampai keluar negara bagian.

Kakak perempuan satunya lagi menjadi pengabar Injil, padahal dulunya ratu kecantikan. "Sekarang, abangku ingin jadi presiden. Nah, Anda bisa lihat, akulah satu-satunya orang waras dalam keluarga ini," pungkasnya enteng.
Bagi Billy Carter, menjadi presiden satu periode saja tidak waras, apalagi tiga periode seperti diwacanakan di sini belakangan ini.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More