Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Besar atau Kecil

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
06/12/2019 05:10
Besar atau Kecil
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

DENGAN produk domestik bruto di atas US$1 triliun, Indonesia diketahui berada di urutan ke-16 negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Hanya, sering juga kita bertanya mengapa Indonesia tidak kunjung menjadi tujuan utama investasi dunia? Apa yang harus kita tunjukkan agar kita dianggap sebagai negara anggota G-20?

Chairman PT Barito Pacific Tbk Prajogo Pangestu berpandangan bahwa kita harus mempunyai perusahaan yang masuk kelompok 100 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Syaratnya, Indonesia harus mempunyai perusahaan yang kapitalisasi pasarnya mencapai US$100 miliar dan keuntungannya di atas US$10 miliar.

Mengapa harus seperti itu? Karena Tiongkok juga pernah mengalami kondisi seperti kita sekarang. Mereka tetap dipandang sebelah mata meski cadangan devisanya sudah mencapai US$2 triliun. Tiongkok baru mulai diperhitungkan ketika banyak perusahaan mereka berkapitalisasi pasar menembus angka US$100 miliar.

Dalam kelompok 10 besar perusahaan dunia, bahkan ada dua perusahaan Tiongkok yang berada bersama Microsoft dan Apple, yaitu Ali Baba Group dan Tencent. Tidak hanya perusahaan berbasis teknologi, perusahaan energi seperti Petrochina atau perbankan seperti ICBC juga mampu menembus kelompok 100 besar dunia.

Mereka mampu menggeser perusahaan-perusahaan negara maju yang pernah disegani. Sekarang justru negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Inggris yang hanya mampu menempatkan satu-dua perusahaannya di kelompok 100 besar dunia. Demikian pula negara-negara Asia lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan.

Bagaimana dengan perusahaan Indonesia? Perusahaan dengan kapitalisasi terbesar kita sekarang ialah Bank Central Asia. Nilai kapitalisasi pasar mereka tercatat Rp783 triliun. Kalau dikonversikan, nilainya sekitar US$55 miliar.

Apakah kita bisa dorong perusahaan itu untuk dapat menembus kapitalisasi pasar US$100 miliar? Tentu saja bisa, tetapi pasti membutuhkan waktu. Dalam kasus BCA, bukan hanya direksinya yang harus lebih profesional, pengusaha Indonesia pun harus lebih ekspansif dan konsumennya lebih bullish. Hanya dengan itu fungsi intermediasi BCA akan lebih optimal.

Bahkan, bukan hanya pasar dalam negeri yang harus bertumbuh pesat, BCA pun harus berani ekspansif keluar. Hanya dengan bermain di pasar yang lebih besar, BCA menjadi perusahaan raksasa.

Adakah cara lain untuk mempercepat munculnya perusahaan dengan skala raksasa di Indonesia? Ada, yakni melalui merger atau penggabungan perusahaan. Atau satu langkah lain ialah membentuk perusahaan induk atau holding company.

Ali Baba bisa menembus kelompok 10 besar dunia karena mereka berada dalam satu payung Ali Baba Group. Google juga bisa masuk kelompok elite dunia karena menggunakan bendera Alphabet.

Kita punya potensi masuk kelompok elite kalau empat bank BUMN digabung di bawah satu payung. Itulah yang dulu sebenarnya pernah dipikirkan Presiden Joko Widodo. Kita membangun perusahaan induk agar lebih cepat perusahaan Indonesia naik pentas.

Bahkan, saat debat Presiden April lalu, Jokowi pernah melontarkan ide pembentukan super-holding. Presiden berulang kali menyebutkan tidak ada yang namanya visi menteri, yang ada hanya visi presiden. Pembentukan perusahaan induk merupakan ide besar dari presiden.

Kalau sekarang Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan tidak akan melanjutkan pembentukan perusahaan induk, itu tentunya merupakan bagian dari visi baru presiden. Kita memilih jalan untuk mempertahankan BUMN yang ada dan mendorong mereka untuk fokus pada bidang usahanya. Tidak boleh lagi ada anak-anak usaha baru.

Sekali lagi langkah itu merupakan hal yang sah-sah saja. Kita memang mempunyai pilihan untuk memiliki satu yang besar atau banyak perusahaan yang kecil-kecil. Semua pilihan itu ada harganya ketika kita bicara dalam perspektif global.

Seperti Arab Saudi memilih jalan untuk memiliki satu yang besar. Pangeran Mohammad bin Salman ingin menjadikan Aramco sebagai perusahaan raksasa dunia yang bisa menyerap dana global sampai US$2 triliun. Bangsa yang besar memang dituntut untuk berani think big, act big.



Berita Lainnya
  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.