Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Bila Gubernur Jadi Presiden

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
02/11/2019 05:30
Bila Gubernur Jadi Presiden
Ilustrasi(MI)

Gubernur rasa presiden. Begitu warganet kerap menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebutan itu berkonotasi positif bahwa kerja  Gubernur Anies naik kelas, sekelas kerja Presiden Jokowi. Harap maklum warganet yang menyebut gubernur rasa presiden itu para pendukung Anies.

Tjahjo Kumolo ketika menjadi menteri dalam negeri pernah menyebut Anies Gubernur Indonesia. Itu karena Jakarta menjadi tempat bermukim orang orang dari seluruh Indonesia.

Tetapi, Partai Solidaritas Indonesia menyebut Anies gubernur rasa wali kota. Sebutan ini jelas berkonosi negatif bahwa kinerja Anies turun kelas, sekelas kinerja wali kota. PSI memang pengkritik utama Anies.

Jadilah Anies gubernur rasa presiden, rasa gubernur Indonesia sekaligus rasa wali kota, ramai rasanya, serupa permen Nano Nano.

Bicara kekritisan PSI, William Aditya Sarana, anggota DPRD asal PSI, baru-baru ini mengungkap kejanggalan pengajuan anggaran pengadaan lem yang mencapai Rp82 miliar lebih dalam APBD DKI 2020.

Anies menjawab bahwa ada kesalahan input yang diakibatkan sistem e budgeting warisan yang kurang smart. Anies secara tidak langsung mempersalahkan sistem. Anies juga mempersalahkan pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ini serupa pepatah, kita tak pandai menari, lalu lantai kita persalahkan.

Gubernur Anies juga menyebut yang mengungkap pengajuan anggaran lem itu cari panggung. Anies secara tidak langsung menyebut William atau PSI cari panggung. Anies seperti hendak menyalahkan William atau PSI yang mengumbar perkara lem itu ke publik. Coba kalau tidak diumbar, tidak akan ketahuan, tidak akan bikin heboh. Toh, anggaran aneh itu pasti dikoreksi.

Di media sosial, Anies dikritik habis-habisan. Istilah 'gluebernur' muncul di media sosial. Glue bahasa Inggris yang artinya lem.

Sebutan gubernur rasa presiden muncul lagi di media sosial. Konotasinya negatif, kok gubernur rasa presiden ceroboh seperti membiarkan anak buah salah input.

Bila atasan bekerja cermat dan disiplin, tak mungkin anak buah berani mengajukan anggaran untuk pembelian barang dengan harga gila-gilaan. Supaya karakter gubernur dan karakter presiden menyatu dalam diri Anies, mungkin harus direkatkan dengan lem seharga puluhan miliar rupiah. Itu kata para pengkritik Anies.

Ada pembela Anies yang menjawab kritik itu dengan kasus Presiden Jokowi yang pada 2015 meneken peraturan presiden ihwal penaikan tunjangan kendaraan pejabat. Perpres itu dikritik karena tidak sensitif terhadap beban rakyat yang baru saja menanggung penaikan harga bahan bakar minyak. Presiden Jokowi terus terang mengakui dirinya menandatangani perpres itu tanpa membacanya lebih dulu.

Pengakuan Presiden Jokowi merupakan satu kejujuran. Presiden mempersalahkan dirinya sendiri. Presiden Jokowi menyiapkan dirinya untuk menjadi sasaran kritikan, bahkan nyinyiran.

Presiden melokalisasi kecerobohan itu pada dirinya sendiri. Dia tidak melemparkan kesalahan pada pihak lain. Presiden Jokowi betul-betul bertanggung jawab.

Kebanyakan pejabat emoh menanggung, cuma gemar menjawab. Celakanya bila jawabannya malah menyalahkan pihak lain. Tentu saja pihak lain yang dipersalahkan tidak terima. Ahok, misalnya, membalasnya dengan mengatakan Anies over smart, keminter, kata orang Jawa. Yang terjadi berbalas pantun, bukan pencarian akar persoalan.

Okelah pengajuan anggaran pembelian lem dikoreksi. Tetapi, itu boleh jadi merupakan langkah reaktif. Orang bisa saja menduga-duga, bila William tidak berteriak, mungkin anggaran pembelian lem yang besarnya tak masuk akal itu tetap lengket di dokumen APBD DKI 2020.

Untuk mencari akar persoalan, pertama-tama diperlukan jiwa besar untuk mengakui kesalahan. Toh, presiden, pun gubernur, juga manusia yang sesekali bikin kesalahan.

Ketika kesalahan itu terjadi, sebagai pemimpin dan negarawan, seorang presiden sekali pun tak perlu ragu mengakui kesalahan. Anies semestinya meniru Jokowi yang mengakui kesalahannya, bertanggung jawab, tidak melempar tanggung jawab dan kesalahan kepada pihak lain.

Bila Anies melakukan serupa yang Jokowi lakukan, Anies sungguh-sungguh gubernur rasa presiden. Siapa tahu kelak Anies betul-betul jadi presiden.



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)