Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Bila Gubernur Jadi Presiden

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
02/11/2019 05:30
Bila Gubernur Jadi Presiden
Ilustrasi(MI)

Gubernur rasa presiden. Begitu warganet kerap menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebutan itu berkonotasi positif bahwa kerja  Gubernur Anies naik kelas, sekelas kerja Presiden Jokowi. Harap maklum warganet yang menyebut gubernur rasa presiden itu para pendukung Anies.

Tjahjo Kumolo ketika menjadi menteri dalam negeri pernah menyebut Anies Gubernur Indonesia. Itu karena Jakarta menjadi tempat bermukim orang orang dari seluruh Indonesia.

Tetapi, Partai Solidaritas Indonesia menyebut Anies gubernur rasa wali kota. Sebutan ini jelas berkonosi negatif bahwa kinerja Anies turun kelas, sekelas kinerja wali kota. PSI memang pengkritik utama Anies.

Jadilah Anies gubernur rasa presiden, rasa gubernur Indonesia sekaligus rasa wali kota, ramai rasanya, serupa permen Nano Nano.

Bicara kekritisan PSI, William Aditya Sarana, anggota DPRD asal PSI, baru-baru ini mengungkap kejanggalan pengajuan anggaran pengadaan lem yang mencapai Rp82 miliar lebih dalam APBD DKI 2020.

Anies menjawab bahwa ada kesalahan input yang diakibatkan sistem e budgeting warisan yang kurang smart. Anies secara tidak langsung mempersalahkan sistem. Anies juga mempersalahkan pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ini serupa pepatah, kita tak pandai menari, lalu lantai kita persalahkan.

Gubernur Anies juga menyebut yang mengungkap pengajuan anggaran lem itu cari panggung. Anies secara tidak langsung menyebut William atau PSI cari panggung. Anies seperti hendak menyalahkan William atau PSI yang mengumbar perkara lem itu ke publik. Coba kalau tidak diumbar, tidak akan ketahuan, tidak akan bikin heboh. Toh, anggaran aneh itu pasti dikoreksi.

Di media sosial, Anies dikritik habis-habisan. Istilah 'gluebernur' muncul di media sosial. Glue bahasa Inggris yang artinya lem.

Sebutan gubernur rasa presiden muncul lagi di media sosial. Konotasinya negatif, kok gubernur rasa presiden ceroboh seperti membiarkan anak buah salah input.

Bila atasan bekerja cermat dan disiplin, tak mungkin anak buah berani mengajukan anggaran untuk pembelian barang dengan harga gila-gilaan. Supaya karakter gubernur dan karakter presiden menyatu dalam diri Anies, mungkin harus direkatkan dengan lem seharga puluhan miliar rupiah. Itu kata para pengkritik Anies.

Ada pembela Anies yang menjawab kritik itu dengan kasus Presiden Jokowi yang pada 2015 meneken peraturan presiden ihwal penaikan tunjangan kendaraan pejabat. Perpres itu dikritik karena tidak sensitif terhadap beban rakyat yang baru saja menanggung penaikan harga bahan bakar minyak. Presiden Jokowi terus terang mengakui dirinya menandatangani perpres itu tanpa membacanya lebih dulu.

Pengakuan Presiden Jokowi merupakan satu kejujuran. Presiden mempersalahkan dirinya sendiri. Presiden Jokowi menyiapkan dirinya untuk menjadi sasaran kritikan, bahkan nyinyiran.

Presiden melokalisasi kecerobohan itu pada dirinya sendiri. Dia tidak melemparkan kesalahan pada pihak lain. Presiden Jokowi betul-betul bertanggung jawab.

Kebanyakan pejabat emoh menanggung, cuma gemar menjawab. Celakanya bila jawabannya malah menyalahkan pihak lain. Tentu saja pihak lain yang dipersalahkan tidak terima. Ahok, misalnya, membalasnya dengan mengatakan Anies over smart, keminter, kata orang Jawa. Yang terjadi berbalas pantun, bukan pencarian akar persoalan.

Okelah pengajuan anggaran pembelian lem dikoreksi. Tetapi, itu boleh jadi merupakan langkah reaktif. Orang bisa saja menduga-duga, bila William tidak berteriak, mungkin anggaran pembelian lem yang besarnya tak masuk akal itu tetap lengket di dokumen APBD DKI 2020.

Untuk mencari akar persoalan, pertama-tama diperlukan jiwa besar untuk mengakui kesalahan. Toh, presiden, pun gubernur, juga manusia yang sesekali bikin kesalahan.

Ketika kesalahan itu terjadi, sebagai pemimpin dan negarawan, seorang presiden sekali pun tak perlu ragu mengakui kesalahan. Anies semestinya meniru Jokowi yang mengakui kesalahannya, bertanggung jawab, tidak melempar tanggung jawab dan kesalahan kepada pihak lain.

Bila Anies melakukan serupa yang Jokowi lakukan, Anies sungguh-sungguh gubernur rasa presiden. Siapa tahu kelak Anies betul-betul jadi presiden.



Berita Lainnya
  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.