Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Apartemen Pinggir Kali

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
30/10/2019 05:10
Apartemen Pinggir Kali
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

BULAN Bahasa kali ini mengingatkan saya pada Kongres Bahasa 2008. Ketika itu saya menjadi salah satu pembicara mewakili Metro TV di satu sesi diskusi yang membahas bahasa media.

Ada tiga pembicara, tetapi di sesi tanya jawab sembilan dari 10 pertanyaan tertuju ke saya. Mereka bertanya, lebih tepatnya menggugat, bahasa dalam nama-nama program di Metro TV, termasuk nama Metro TV itu sendiri. Ada penanya berteriak, "Nama Metro TV harus diubah menjadi TV Metro."

Setahu saya waktu itu untuk nama diri, merek produk, atau judul, boleh memakai bahasa asing. Nama Metro TV oke-oke saja, tak perlu diubah menjadi TV Metro. Saya bahkan pernah mengubah nama acara di Metro TV Dialog Interaktif menjadi Public Corner.

Pada 2009, Undang-Undang tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan disahkan. Undang-undang tersebut mengatur bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama gedung, apartemen, permukiman, perkantoran, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi yang didirikan atau dimiliki warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia.

Saya tidak bisa membayangkan bila, karena keharusan mematuhi undang-undang, sebagai merek dagang nama grup musik God Bless diubah menjadi 'Tuhan Memberkati'. Ini nama grup musik cadas atau paduan suara gereja?

Saya juga tidak bisa membayangkan bila, misalnya, River Side Apartement harus diubah menjadi 'Apartemen Pinggir Kali'. Apa ada yang mau beli?

Pun saya tak bisa membayangkan nama program di Metro TV Kick Andy harus diubah menjadi 'Tendanglah Andi', atau serupa program Mata Najwa diubah menjadi 'Kaki Andi' atau 'Lutut Andi', misalnya. Tulisan 'Andy', karena berbau asing, bahkan mesti diubah menjadi 'Andi'.

Padahal, waktu bikin nama program, gedung, atau grup musik, arti tidak terlalu penting. Yang penting asyik dan enak didengar, gampang menancap di kepala publik.

Bahasa memang tidak melulu urusan struktur, tetapi juga rasa. Siapa bisa mengatur-atur rasa? Siapa bisa menghakimi rasa? Rasa seringkali lebih berbicara dalam nama atau judul atau merek dagang ketimbang struktur. Rasa sangat subjektif.

Struktur bisa diadili, dinilai benar salahnya. Frasa 'di pukul' seketika bisa kita vonis salah. Aturan berbahasa mengatur struktur penulisan 'di' sebagai awalan harus disambung dengan kata kerja yang mengikutinya.

Undang-undang tersebut juga mengatur bahwa penggunaan bahasa daerah atau bahasa asing untuk nama gedung, merek dagang, dan lain-lain itu bisa menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing bila punya nilai sejarah, budaya, adat istiadat dan/atau keagamaan. Apakah, misalnya, nama grup musik 'Noah' tak perlu diubah menjadi 'Nuh' karena di dalamnya terkandung nilai keagamaan?

Undang-undang tersebut mengatur sanksi pidana untuk pelanggaran ketentuan tentang bendera, lagu kebangsaan, dan lambang negara, tetapi tidak mengatur ketentuan pidana untuk pelanggaran aturan berbahasa. Saya membayangkan bila ada ketentuan pidana untuk pelanggaran aturan berbahasa, penjara dijamin penuh.

Saya suka membayangkan kita dijajah Inggris, Prancis, atau Spanyol, bukan Belanda. Rakyat yang dijajah ketiga negara yang disebut pertama umumnya menguasai bahasa penjajah mereka. Bahasa penjajah bahkan seperti bahasa kedua setelah bahasa ibu mereka.

Kita tidak bisa berbahasa Belanda, mungkin karena kita emoh mempelajari bahasa penjajah atau Belanda enggan mengajari bahasa mereka kepada kita.

Maksud saya, berbahasa tidak boleh didasarkan pada nasionalisme sempit. Kita tidak boleh terlalu terpaku pada struktur dan mengharamkan rasa berbahasa. Mari berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, juga asyik.



Berita Lainnya
  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.

  • Untung Ada Lebaran

    30/3/2026 05:00

    ADA celetukan sangat viral pada 1980-an dari almarhum Gepeng. Pelawak Srimulat itu berucap, "Untung ada saya."

  • Tahanan Istimewa

    26/3/2026 05:00

    YAQUT Cholil Qoumas memang telah kembali dijebloskan ke balik jeruji besi rumah tahanan KPK.

  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.