Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Lupakan Revolusi Mental

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
21/9/2019 05:10
Lupakan Revolusi Mental
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI)

AKHIR tahun lalu, saya berkesempatan ikutan uji coba moda raya terpadu atau MRT bersama Presiden Jokowi dan Gubernur Anies Baswedan. Di perjalanan dari Stasiun Bundaran HI ke Stasiun Lebak Bulus, Presiden menyinggung bahwa MRT kelak membentuk peradaban kita. “MRT akan membuat kita tertib, menciptakan budaya antre, dan masyarakat pejalan kaki,” kata Presiden.

Begitu MRT beroperasi, kita menyaksikan ketertiban dan kedisiplinan yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Orang tertib antre ketika memasuki stasiun dan kereta. Orang disip­lin dan patuh enggan makan minum di kereta. Kita seperti sedang berada di negara lain yang berperadaban maju.

Peradaban maju lebih dulu tercipta di kereta rel listrik Jabodetabek. Jauh sebelum itu, KRL kita kacau. Jendela bolong atau pintu rusak begitu adanya. Orang naik di atap gerbong biasa saja. Penumpang naik kereta tanpa bayar dimaklumi. Bila kecopetan, itu sedang sial saja. Itu semua menjadi gambaran bobroknya mental kita.

Kini itu semua tinggal sejarah. Tak ada lagi penumpang naik di atap gerbong. Malu orang naik kereta tanpa membayar. Copet cari mati namanya bila masih nekat beroperasi di kereta saat ini.
Dulu berbagai cara kita lakukan untuk mereparasi mental kita, mulai gerakan disiplin nasional di era Pak Harto sampai revolusi mental di masa Presiden Jokowi. Semuanya bisa dibilang gagal. Kita jadi tak yakin bahwa kita bisa berubah.

Kini berangsur tapi pasti, mental kita berubah. Berawal di KRL lalu MRT, kita mulai bermental tertib, berbudaya antre, serta berkultur disiplin. Ternyata kita bisa. Kok, bisa?

MRT ialah infrastruktur. Infrastruktur bagian struktur. Itu artinya struktur membentuk kultur, kebiasaan.
Ada Ignasius Jonan dalam struktur kepengurusan Kereta Api Indonesia. Jonan-lah yang membenahi kereta. Jonan ialah struktur. Terbukti lagi, struktur mengubah kultur.

Jonan memperbaiki infrastruktur KRL. Tak ada lagi jendela bolong atau pintu macet di kereta. Semua gerbong berpendingin udara. Untuk apa orang naik di atap gerbong dengan risiko masuk angin bahkan mati terjatuh bila naik di dalamnya sejuk, aman, dan nyaman. Malu juga bila naik kereta senyaman itu tanpa membayar. Ternyata struktur membentuk kultur.

Lewat sistem pembayaran yang dibuat simpel dengan teknologi, tak mungkin orang berkereta tanpa membayar. Sistem ialah struktur. Sekali lagi, struktur membentuk kultur.

Dibuat aturan dilarang makan-minum di KRL, juga di MRT. Makan-minum pasti menyisakan sampah di kereta. Orang disiplin enggan makan-minum di KRL dan MRT lantaran tak mau melanggar aturan. Ini serupa orang Indonesia piknik ke Singapura, tak berani buang sampah atau ludah sembarangan karena aturan ketat melarang. Aturan ialah struktur. Lagi, struktur membentuk kultur.

Struktur bahkan membuat negara maju. Bukan kultur yang bikin negara maju. Begitu kesimpulan Robinson dan Acemoglu dalam buku Why Nations Fail.

Kedua pakar sampai pada kesimpulan itu setelah mengamati daerah bernama Nogales. Sebagian Nogales berada di Meksiko, sebagian lagi menjadi bagian Amerika. Nogales Amerika lebih maju daripada Nogales Meksiko meski kultur dan kondisi geografis mereka serupa. Menurut Robinson dan Acemoglu, itu karena institusionalisasi, strukturisasi, atau pelembagaan di Amerika lebih mapan jika dibandingkan dengan di Meksiko.

Maka, sudah tepat bila Presiden Jokowi menggenjot pembangunan infrastruktur. Lupakan revolusi mental. Pembangunan infrastruktrur besar-besaran berarti melakukan revolusi mental.

Teruslah bangun infrastruktur. Ciptakan sistem. Susunlah aturan. Angkatlah pejabat yang kira-kira mau dan mampu membangun struktur.



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)