Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Resesi

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
10/9/2019 05:10
Resesi
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

SUDAH lama resesi diperkirakan akan kembali melanda dunia. Namun, sepertinya resesi itu akan tiba lebih awal. Resesi di AS yang diperkirakan terjadi pada 2020 ternyata sudah mulai dirasakan sekarang ini. Nilai imbal beli surat berharga 10 tahun AS sudah minus.

Hal yang sama terjadi di Eropa. Pertumbuhan ekonomi Jerman pada kuartal II 2019 tercatat 0,0%. Pertumbuhan negatif di negara ekonomi paling kuat di Uni Eropa itu sudah berlangsung empat kuartal berturut-turut. Itu diperkuat data produksi industri negara-negara Uni Eropa yang tumbuh minus 1,6% pada Juni 2019.

Kondisi tidak berbeda harus dihadapi Tiongkok. Pemupukan modal tetap di negara itu mulai menurun. Angka penjualan ritel juga menurun. Bahkan untuk pertama kali sejak 17 tahun terakhir, pertumbuhan produk industri mencapai titik terendah.

Tidak usah heran apabila Singapura mengoreksi pertumbuhan ekonominya pada tahun ini. Kementerian Keuangan Singapura memperkirakan pertumbuhan ekonomi negaranya tidak lebih tinggi dari 1%. Lebih tepatnya hanya akan mencapai 0,6%.

Tekanan ekonomi global pasti juga harus kita hadapi di Indonesia. Kementerian Keuangan belum merilis perkiraan pertumbuhan ekonomi kita tahun ini. Semua masih berharap pertumbuhan bisa tetap berada di angka 5%.

Namun, kita harus berani lebih realistis. Dengan perang dagang antara AS dan Tiongkok yang belum jelas cara penyelesaiannya, tekanannya akan mengimbas ke mana-mana. Turunnya kegiatan industri di seluruh dunia akan mengimbas pada penurunan permintaan bahan baku. Padahal kekuatan ekonomi kita terletak di sana.

Langkah yang perlu kita utamakan ialah mengoptimalkan potensi. Kita harus lebih efisien memanfaatkan modal yang dimiliki. Sekarang ini incremental capital output ratio (ICOR) Indonesia di atas 6. Padahal negara-negara di kawasan nilainya 5 ke bawah.

Rendahnya efisiensi menunjukkan ekonomi biaya tinggi masih terjadi. Belum lagi ketidakpastian hukum mulai dari urusan tanah, tenaga kerja, hingga tidak adanya penghormatan terhadap kontrak. Tidak adanya relokasi industri ke Indonesia dalam situasi perang dagang antara AS dan Tiongkok merupakan akibat dari tingginya inefisiensi di Indonesia.

Langkah kedua yang harus dilakukan ialah melakukan penghematan. Penetapan anggaran belanja negara harus didasarkan pada kemampuan untuk menarik pajak. Dalam situasi seperti sekarang, janganlah kita menerapkan prinsip 'lebih besar pasak daripada tiang'.

Tugas yang selanjutnya penting dilakukan ialah menggerakkan ekonomi masyarakat. Jangan lagi terlalu banyak larangan dan kesulitan bagi investor untuk melakukan kegiatan usaha. Kita membutuhkan investasi agar bisa membuat masyarakat mempunyai lapangan pekerjaan. Jangan lupa investasi yang menghasilkan itu juga akan memberi manfaat pajak kepada negara.

Terutama investasi yang menggerakkan perekonomian lebih besar harus kita dahulukan. Kembali kita ingatkan mengenai pentingnya investasi menghasilkan barang yang bisa diperdagangkan (tradeable goods) yang kita butuhkan sekarang ini.

Selama empat tahun terakhir, pemerintah memang menggelontorkan dana cukup besar untuk pembangunan. Akan tetapi, investasi yang kita lakukan lebih bertumpu pada nontradeable goods sehingga multiplier effect-nya sangat terbatas.

Sekarang kita harus mengundang pengusaha untuk fokus mengembangkan industri manufaktur. Bahkan tidak salah apabila kita fokus pada produk yang bisa menjadi subtitusi impor sebab hal itu bisa membuat masyarakat memiliki lapangan pekerjaan sehingga mempunyai pendapatan dan menghidupi keluarganya.

Dalam era deglobalisasi sekarang ini semua negara mencoba menyelamatkan perekonomian dalam negeri masing-masing. Kita tidak boleh menjadi korban dengan hanya menjadi pasar bagi produk dunia. Kita harus mampu membuat banyak warga tetap menjadi manusia produktif.

Situasi resesi yang kita hadapi membutuhkan kebersamaan. Kita tidak perlu saling menyalahkan karena memang penyebabnya datang dari luar. Yang perlu dilakukan ialah bagaimana kita bisa terus menjaga harapan dan menjadikan situasi ini sebagai momentum konsolidasi dan memperbaiki diri.



Berita Lainnya
  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.