Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYEMPITNYA pembuluh darah bisa bikin orang stroke atau mengalami serangan jantung. Apa yang dialami warga kalau gubernurnya mengalami penyempitan pemikiran?
Sempit atau luasnya pemikiran seorang gubernur tertangkap antara lain dari kata-katanya. Semakin spontan kata-kata itu meluncur dari mulutnya, kiranya kian mencerminkan 'aslinya' sang gubernur.
Dalam bicara, orang memproduksi teks. Dalam kedudukannya sebagai gubernur, tentu diharapkan teks yang diproduksi bermakna kepublikan cukup luas, paling tidak seluas wilayah kekuasaannya.
Cukup luas karena figur gubernur sebetulnya sebuah potret besar dalam ruang lingkup besar yang melampaui batas-batas teritori 'kediamannya' sebagai pemimpin Bayangkanlah orang yang berkedudukan sebagai gubernur bank sentral, gubernur akademi militer, gubernur Lemhannas, bahkan gubernur Hindia Belanda.
Gubernur berada di sebuah ketinggian yang tidak terlalu jauh dari luasnya bumi tempat dia berpijak. Tidak terlalu jauh, sekalipun lebih tinggi daripada bupati/wali kota.
Dalam keluasan dan ketinggian itu gubernur tidak boleh tercerabut dari bumi tempatnya berpijak sampai lupa 'daratan' bahwa mereka dipilih warga yang beraneka ragam identitasnya. Mereka terpilih untuk mengabdi bagi sebesar-besarnya kemaslahatan warga yang beraneka ragam, yang plural.
Pilgub (seperti juga pilpres) dapat menyebabkan terciptanya sebuah lanskap politik yang terpolarisasi di daerah pemilihan tertentu. Setelah sang gubernur terpilih, seyogianya dia segera mencairkan kutub-kutub polarisasi, menegakkan integrasi regional, bahwa dia gubernur bersama, gubernur bagi semua warga di provinsi itu, apa pun suku, ras, dan agamanya.
Bahkan, sang gubernur dituntut untuk berpikir besar, berkemampuan mencandrakan wilayah yang dipimpinnya sebagai bagian dari cakrawala global. Memacu pertumbuhan ekonomi dari sektor turisme, umpamanya, tiada lain membawa bumi tempat berpijak menjadi juga tempat warga dari dunia lain untuk 'sementara waktu' hidup bersama kita.
'Sementara waktu' dapat bermakna 'beberapa hari' atau lebih. Makin lama makin baik karena makin panjang length of stay turis makin banyak devisa dihasilkan.
Dalam cakrawala besar itu tiba-tiba ada seorang gubernur yang menyempitkan pemikirannya menjadikan wisata Danau Toba sebagai wisata halal. Gubernur itu Gubernur Sumatra Utara. Namanya Edy Rahmayadi. Dia jenderal berbintang tiga. Sekarang dia berkilah menyatakan ada yang mendramatisasi pernyataannya. Akibatnya, katanya, informasi yang menyebar jadi salah.
Gubernur silakan berkelit. Namun, makin Anda meluruskan omongan Anda, hasilnya malahan semakin bengkok, semakin dolak-dalik. Orang yang datang ke Bali tahu mana makanan halal, mana makanan haram, tanpa perlu gubernurnya memproklamasikan diri bahwa Bali sebagai wisata halal.
Orang yang datang ke Danau Toba pun tahu benar mana restoran halal, mana restoran haram, dan hanya dari pemikiran gubernur sekarang ini tercetus untuk membahasakan wisata Danau Toba sebagai wisata halal. Bukan pendapat berlebihan kalau ada yang menilai sang gubernur belum move on dari polarisasi pilkada.
Setelah terpilih dan dilantik, seorang gubernur diharapkan bijak mendengar dan berpengertian dalam perkataannya sehingga dirinya terhindar dari cemooh. Dari mulutnya warga rindu mendapat kata-kata bermakna untuk semua. Bukan malah bicara yang menunjukkan sempitnya pemikiran.
Kata orang arif, yang saya suka mengutipnya dan sulit melaksanakannya, di dalam banyak bicara akan ada pelanggaran. Karena itu, pemimpin diminta berkemampuan menahan bibirnya, bahkan tekapkanlah tangan pada mulut.
Yang boleh banyak omong itu warga biasa yang sudah bayar pajak, tapi gubernurnya banyak omong dan ngawur akibat sempit pemikirannya.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.
HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.
DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.
RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved