Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mobil Listrik

Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group
03/9/2019 05:30
Mobil Listrik
Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group(MI/EBET)

SABTU lalu digelar pameran dan parade kendaraan bermotor listrik di Jakarta. Beberapa menteri bahkan ikut mencoba mengendarai motor listrik. Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Perusahaan taksi, Blue Bird, bahkan sudah menggunakan mobil listrik dalam armada mereka. Ada dua kendaraan yang sekarang dipakai yaitu yang premium jenis Tesla dan taksi biasa, BYD.

Tantangan ke depan, semua negara memang harus lebih menghemat energi berbasis fosil. Bahkan kendaraan yang dikembangkan harus semakin ramah lingkungan dengan emisi gas buang dibuat seminimal mungkin.

Banyak negara menerjemahkannya tantangan itu dengan merumuskan apa yang disebut kendaraan listrik itu. Variannya mulai dari mobil hibrida, mobil plug-in hibrida, mobil fuel cell, hingga mobil listrik berbasis baterai.

Mengapa begitu banyak variannya? Karena memang tidak mungkin kita berganti sistem dengan seketika. Mobil berbasis pembakaran tidak mungkin tiba-tiba dihapus. Harus ada agenda waktu yang jelas untuk migrasi ke mobil listrik berbasis baterai.

Apalagi kita belum mengetahui dampak negatif dari mobil listrik. Baterai kendaraan belum tahu bagaimana didaurulangnya. Kalau kelak sudah menumpuk akan menjadi sampah industri yang juga mengotori lingkungan.

Oleh karena itu, kita pun harus saksama membuat perencanaan pengembangan mobil listrik berbasis baterai ini. Jangan sampai keputusan ini diambil hanya sekadar ikut mode tanpa memperhitungkan untung dan ruginya dari pengembangan kendaraan ini.

Bahkan tidak keliru kalau diingatkan agar kita menjadi bagian pengembangan teknologi itu. Kita tidak boleh hanya menjadi pasar dari mobil listrik berbasis baterai. Apalagi 48 sampai 60% dari nikel yang menjadi bahan ba­terai litium sebagai sumber tenaga mobil listrik berasal dari Indonesia.

Pembangunan industri baterai litium itu membutuhkan waktu. Bahkan teknologi baterai yang akan dikembangkan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri otomotifnya. Akan lebih baik kalau industri mobil listriknya ikut dibangun di sini.

Pengalaman banyak negara dibutuhkan riset yang panjang dan mahal untuk bisa menguasai teknologi tersebut. BMW me­ngeluarkan miliaran dolar untuk mengembangkan mobil listrik. Itu pun belum berhasil di pasar.

Banyak kendala yang dihadapi termasuk soal kebiasaan orang berkendaraan. Kelemahan mobil listrik ialah sensasi berken­daraan itu yang tidak didapatkan pengemudi. Kritik yang sering disampaikan para pengendara mobil, kalau kita berkendara tanpa suara, itu namanya naik sepeda.

Itulah mengapa perkembangan mobil listrik masih lebih rendah dibandingkan kendaraan yang menggunakan bahan bakar. Tesla, misalnya, setiap tahun hanya mampu memproduksi 500 ribu unit. Sebagai perusahaan, Tesla pun masih mengalami kerugian secara finansial.

Di Indonesia jumlah kendaraan listrik masih sangat terbatas. Perpres yang baru berusaha memberikan insentif kepada masyarakat yang mau menggunakan mobil listrik. Tanpa ada insentif harga, orang enggan untuk menggunakan mobil listrik apalagi ketika tahu harga baterainya hampir 60% dari kendaraannya.

Tentu bukan berarti mobil listrik tidak ada harapannya untuk dikembangkan di Indonesia. Masyarakat akan mau memanfaatkannya apabila memang ada kebijakan yang jelas. Jangan seperti sekarang, Perpres sudah dikeluarkan, tetapi penghapusan pajak penjualan barang mewahnya masih dihitung.

Kita harus ingat membeli kendaraan ialah sebuah investasi. Orang tidak akan mau berinvestasi untuk sesuatu yang tidak jelas. Apalagi yang benefitnya tidak bisa dirasakan. Jangan lupa pemerintah juga harus memperhatikan betul pemain di industri otomotif, khusus pengusaha menengah yang selama ini menjadi pemasok industri besar. Sebab perubahan kebijakan ini akan memengaruhi kehidupan pengusaha pemasok yang jumlahnya tidak sedikit.



Berita Lainnya
  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.

  • Tunas Terempas

    30/12/2025 05:00

    SUARANYA bergetar nyaris hilang ditelan hujan deras pada senja pekan silam. Nadanya getir mewakili dilema anak muda Indonesia yang menjadi penyokong bonus demografi.  

  • SP3 Setitik Gadai Prestasi

    29/12/2025 05:00

    IBARAT nila setitik rusak susu sebelanga. Benarkah nila setitik bernama surat perintah penghentian penyidikan (SP3) mampu menggadaikan sebelanga prestasi KPK?

  • Buku yang Menakutkan

    27/12/2025 05:00

    Ia sekaligus penanda rapuhnya kesadaran demokrasi dalam praktik bernegara kita.