Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Menahan Keinginan

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
02/9/2019 05:10
Menahan Keinginan
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI)

KABINET Jokowi jilid 1 sekarang ini tinggal 78 hari. Kabinet memasuki masa demisioner, yakni masa menteri menahan ‘keinginan’ untuk mengambil keputusan strategis.

Menahan ‘keinginan’ bukan perkara mudah di masa akhir jabatan. Justru yang cenderung terjadi perkara sebaliknya, mumpung ‘masih’ berkuasa. 

Aji mumpung berkuasa bisa mencapai puncaknya dalam masa demisioner. Orang malah lebih tergoda untuk memaksimalkan kekuasaannya dalam waktu pendek yang tersisa untuk sebesar-besarnya ‘keinginan’.

Dalam masa demisioner ini menteri yang kiranya dapat dinilai tidak mampu menahan keinginannya ialah Menteri BUMN Rini Soemarno. Dia tidak peduli dengan arahan Presiden Jokowi yang melarang para menteri mengambil keputusan strategis.

Larangan menteri mengambil keputusan strategis itu disampaikan Presiden Jokowi dalam sidang kabinet awal Agustus, Senin (5/8). Larangan itu berlaku hingga Oktober 2019. Hemat saya, tepatnya hingga 19 Oktober 2019, sehari sebelum Presiden terpilih dilantik.

Akan tetapi, belum lagi ludah Presiden Jokowi kering, Menteri Rini Soemarno berani melanggar larangan Presiden. Melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pekan lalu, Kamis (29/8), pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas melalui Menteri BUMN seenaknya mengangkat Suprajarto sebagai Direktur Utama Bank Tabungan Negara.

Seenaknya, karena Suprajarto tidak pernah diajak bicara. Seenaknya,  karena Menteri Rini tidak menaruh hormat pada profesionalisme dan jam terbang seorang bankir.

Suprajarto ialah direktur utama BRI yang pada 2018 mencetak laba bersih Rp32,52 triliun. Pada Juni 2019, laba bersih BRI mencapai Rp16,3 triliun, atau naik 12,01% jika dibandingkan dengan laba bersih Rp14,55 triliun pada Juni 2018. 

Sebagai perbandingan, laba bersih BTN Rp1,3 tri­liun pada semester 1 2019. Laba bersih itu turun 8,4% jika dibandingkan dengan laba bersih Rp1,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BTN baru diselenggarakan pada 17 Mei 2019. Apa keadaan yang memaksa sehingga belum 4 bulan harus dilakukan rapat umum pemegang saham luar biasa? Inilah rapat ‘luar biasa’ yang ‘amat luar biasa’ karena diselenggarakan di masa kabinet demisioner, di masa Presiden Jokowi melarang menteri mengambil keputusan strategis. Ada apa Menteri Rini kok seenaknya?

Suprajarto menolak pengangkatan dirinya sebagai dirut BTN hanya dalam tempo sekitar 3 jam setelah RUPSLB BTN. Dia mengambil langkah berani yang dipujikan banyak kalangan dari industri keuangan. Sebaliknya, Menteri Rini dikecam.

Rapat umum pemegang saham luar biasa setelah Presiden melarang menteri mengambil keputusan strategis juga dilakukan Menteri Rini di BNI, Jumat (30/8). Terjadi perombakan susunan direksi dan komisioner, tetapi posisi direktur utama tetap diduduki Achmad Baiquni yang ditengarai tidak akan tergantikan sepanjang Rini menjabat Menteri BUMN.

Publik patut menggugat keputusan seenaknya Menteri Rini yang memperlakukan bank milik negara seperti bukan badan usaha strategis. Bahkan, dia memperlakukannya bagai miliknya sendiri. Sebaliknya, komunitas industri keuangan mengapresiasi Suprajarto sebagai bankir  profesional yang berani bersikap.

Kepada menteri lainnya kita serukan agar menaati larangan Presiden untuk tidak mengambil keputusan strategis di masa kabinet demisioner. Tahanlah ‘keinginan’ demi tegaknya fatsoen (decency) dalam kekuasaan sebagai pembantu presiden.



Berita Lainnya
  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.

  • Untung Ada Lebaran

    30/3/2026 05:00

    ADA celetukan sangat viral pada 1980-an dari almarhum Gepeng. Pelawak Srimulat itu berucap, "Untung ada saya."

  • Tahanan Istimewa

    26/3/2026 05:00

    YAQUT Cholil Qoumas memang telah kembali dijebloskan ke balik jeruji besi rumah tahanan KPK.

  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.