Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMOKRASI kita di ambang kebangkrutan! Ia tampak hidup, berkembang, dan rancak, tapi sesungguhnya permainan simulakra penuh tipu daya. Yang tampak elok itu prosedur-prosedurnya, yang mati itu substansinya. Intinya. Jiwanya.
Topeng-topeng nan elok, tapi wajah-wajah sesungguhnya penuh luka. Para politikus dan kaum cerdik pandai tahu, tapi tak berdaya. Kita telah terperangkap sistem politik yang mahal, transaksional, prosedural, dan akhirnya banal.
Begitu kira-kira pendapat beberapa aktivis demokrasi di Jawa Tengah yang saya ajak bicara baik secara bersama ataupun sendiri-sendiri, baru-baru ini. Mereka ada yang pernah menjadi anggota partai, anggota KPU, Panwaslu, bahkan birokrat yang mengurusi politik. Mereka tahu bagaimana politik 'dimainkan'! Politik dibusukkan!
Pendapat itu menjawab pertanyaan yang saya kepada mereka, "Adakah anggota dewan perwakilan rakyat daerah sekarang ini punya manfaat bagi demokrasi?" Pertanyaan aktual karena Agustus-September ini 'musim' pelantikan anggota DPRD seluruhnya Indonesia yang totalnya sekitar 20 ribu orang.
Saya lantas ingat almarhum Dr Sjahrir di masa pemerintahan Gus Dur, di awal pembentukan Partai Perhimpunan Indonesia Baru. Dalam sambutan lahirnya partai itu, ia cemas Indonesia mengawali demokrasi dengan banyaknya kasus seperti Buloggate, Brunneigate, Baligate, Pertaminagate, Kostradgate, dan aneka problem.
Kini kita juga dikiaskan hidup di era Kaliyuga. Era yang menurut pujangga Jawa Ronggowarsito, sebagai zaman kegelapan, era kehancuran. Era ketika 'lautan mengalir ke sungai'. Bukan sebaliknya.
Korupsi memang ancaman pertama dalam demokrasi kita. Ia nyata dan terang benderang. Ini pula yang diungkapkan Indonesianis William Liddle, ketika memberikan 'tausiah politik' di DPP Partai Golkar, dua pekan silam.
Dalam penelitiannya di Pematang Siantar dan Simalungun, Sumatra Utara, pada 1962-1964, ia menemukan fakta money politics sudah terjadi waktu itu. Fakta konkretnya ialah seorang yang paling tak layak menjadi wali kota, akhirnya bisa terpilih karena permainan fulus.
Ancaman demokrasi berikutnya ialah islamisme, komunisme, dan separatisme. Menurut saya, ketidakadilan juga menjadi ancaman demokrasi yang nyata. Ia bom waktu.
Kita tahu demokrasi ialah pelembagaan berbagai kepentingan, yakni konflik dan kekuasaan dikelola secara beradab. Bukan biadab. Demokrasi yang dikelola secara beradab, mestinya tak hanya bertumbuh tapi juga tangguh. Tangguh untuk menyejahterakan rakyat.
Tangguh untuk menangkal kemungkinan kembalinya Orde Baru, pada otoritarianisme yang mengerikan itu. Korbannya tak hanya rakyat, tapi juga tentara. (Salim Haji Said, 2016).
Selalu ada jalan perubahan. Selalu percaya bahwa dalam siklus zaman, era pencerahan setelah era kegelapan. Zaman Kaliyuga semoga hanya sejarah yang harus dilewati untuk menuju era pencerahan.
Kita tetap percaya era ketika 'air sungai menglir deras ke lautan'. Bukan sebaliknya. Sebab, ada yang 'terus menyalakan lilin daripada terus sibuk mengutuk kegelapan'.
BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.
REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.
KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.
SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.
INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.
Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.
PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).
PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah
VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai
APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.
INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.
ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.
SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.
ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik
SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.
SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved