Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERAL Reserve Amerika Serikat memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Ancaman resesi yang dihadapi perekonomian AS membuat bank sentral AS itu harus melakukan relaksasi. Penurunan bunga acuan menjadi berada di kisaran 2% hingga 2,25% diharapkan bisa memacu investasi di AS yang mulai melamban.
Keputusan Federal Reserve merupakan angin segar bagi perekonomian kita. Paling tidak, tekanan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah menjadi berkurang. Bank Indonesia pun mempunyai ruang untuk menurunkan lagi tingkat suku bunga repo 7 hari.
Kita membutuhkan stimulus ekonomi untuk menggerakkan kembali perekonomian yang melesu pada semester I 2019. Kita perlu menjaga harapan masyarakat bahwa apa yang terjadi selama enam bulan lalu hanyalah imbas dari perhelatan pemilihan umum.
BI memang sudah lebih dulu menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Namun, dampak kebijakan moneter terhadap kegiatan di sektor riil membutuhkan waktu. Time lag penurunan BI rate terhadap penurunan suku bunga pinjaman minimal bisa sampai 3 bulan.
Padahal kita membutuhkan sesuatu yang lebih cepat untuk menggairahkan kegiatan ekonomi di tengah masyarakat. Pasar membutuhkan hentakan yang lebih besar agar ekonomi ini segera menggeliat.
Sekarang ini pesannya justru sebaliknya. Kehadiran orang paling kaya di Jepang, Masayoshi Son, ke Jakarta malah memantik pesimisme. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong secara mengejutkan menyebutkan unicorn-unicorn Indonesia kini sudah dimiliki Singapura.
Thomas Lembong memang sudah meralat dan meminta maaf atas pernyataannya yang keliru itu. Namun, pernyataan itu sempat membuat kecil hati karena inisiatif anak-anak muda Indonesia untuk melahirkan unicorn seakan tidak memberikan kontribusi yang positif kepada perekonomian nasional.
Padahal Presiden Joko Widodo menerima sendiri pemilik SoftBank Jepang itu di Istana Merdeka. Masayoshi Son bahkan diminta Presiden untuk menambah jumlah investasinya US$1 miliar agar bisa menutup defisit neraca transaksi berjalan.
Spiral ekonomi yang bergerak ke bawah harus kita bisa putar balik ke atas. Caranya tidak bisa lain, kecuali mendorong industri yang sudah ada untuk terus berjalan dan meminta masyarakat untuk lebih mendahulukan pembelian produk dalam negeri.
Di tengah perang dagang antara AS dan Tiongkok memang permintaan dunia ikut melesu. Kelebihan produksi dunia bukan hanya membuat harga menjadi lebih murah. Akan tetapi, semua negara mencoba mencari pasar bagi produk mereka.
Kita tidak boleh menjadi pasar dari produk dunia. Pasar Indonesia yang 265 juta jiwa, pertama-tama harus menjadi pasar produk dalam negeri, sebab itulah yang akan membuat masyarakat tetap memiliki pekerjaan dan dengan itulah mempunyai daya beli.
Kita memang perlu mendorong ekspor karena itu dibutuhkan untuk menambah devisa. Namun, kita perlu juga memperhatikan industri subsitusi impor karena bisa menghemat devisa sekaligus memberikan pekerjaan kepada bangsa kita sendiri.
Sekarang ini kita tidak terlalu memperhatikan industri substitusi impor. Atas nama pasar bebas dan memberikan harga murah bagi konsumen, kita membuka pasar kita selebar-lebarnya kepada barang impor. Kita lupa bahwa hal itu sama saja dengan memberikan kesempatan kerja kepada bangsa lain untuk memenuhi kebutuhan bangsa kita.
Kita juga menutup mata pada kenyataan inefisiensi yang masih tinggi dalam berbisnis di Indonesia. Rantai birokrasi yang masih panjang membuat biaya menjadi mahal. Vietnam bisa lebih tinggi ekspornya dari kita karena sistem birokrasi yang lebih ramping.
Lima bulan terakhir ini merupakan tantangan bagi perekonomian kita. Dibutuhkan usaha ekstra keras untuk menjaga gairah ekonomi masyarakat. Semoga kita semua sadar dan segera berbuat untuk membalikkan keadaan yang kurang baik ini.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved