Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Menjaga Harapan   

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
02/8/2019 05:30
Menjaga Harapan   
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

FEDERAL Reserve Amerika Serikat memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Ancaman resesi yang dihadapi perekonomian AS membuat bank sentral AS itu harus melakukan relaksasi. Penurunan bunga acuan menjadi berada di kisaran 2% hingga 2,25% diharapkan bisa memacu investasi di AS yang mulai melamban.

Keputusan Federal Reserve merupakan angin segar bagi perekonomian kita. Paling tidak, tekanan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah menjadi berkurang. Bank Indonesia pun mempunyai ruang untuk menurunkan lagi tingkat suku bunga repo 7 hari.

Kita membutuhkan stimulus ekonomi untuk menggerakkan kembali perekonomian yang melesu pada semester I 2019. Kita perlu menjaga harapan masyarakat bahwa apa yang terjadi selama enam bulan lalu hanyalah imbas dari perhelatan pemilihan umum.

BI memang sudah lebih dulu menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Namun, dampak kebijakan moneter terhadap kegiatan di sektor riil membutuhkan waktu. Time lag penurunan BI rate terhadap penurunan suku bunga pinjaman minimal bisa sampai 3 bulan.

Padahal kita membutuhkan sesuatu yang lebih cepat untuk menggairahkan kegiatan ekonomi di tengah masyarakat. Pasar membutuhkan hentakan yang lebih besar agar ekonomi ini segera menggeliat.

Sekarang ini pesannya justru sebaliknya. Kehadiran orang paling kaya di Jepang, Masayoshi Son, ke Jakarta malah memantik pesimisme. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong secara mengejutkan menyebutkan unicorn-unicorn Indonesia kini sudah dimiliki Singapura.

Thomas Lembong memang sudah meralat dan meminta maaf atas pernyataannya yang keliru itu. Namun, pernyataan itu sempat membuat kecil hati karena inisiatif anak-anak muda Indonesia untuk melahirkan unicorn seakan tidak memberikan kontribusi yang positif kepada perekonomian nasional.

Padahal Presiden Joko Widodo menerima sendiri pemilik SoftBank Jepang itu di Istana Merdeka. Masayoshi Son bahkan diminta Presiden untuk menambah jumlah investasinya US$1 miliar agar bisa menutup defisit neraca transaksi berjalan.

Spiral ekonomi yang bergerak ke bawah harus kita bisa putar balik ke atas. Caranya tidak bisa lain, kecuali mendorong industri yang sudah ada untuk terus berjalan dan meminta masyarakat untuk lebih mendahulukan pembelian produk dalam negeri.

Di tengah perang dagang antara AS dan Tiongkok memang permintaan dunia ikut melesu. Kelebihan produksi dunia bukan hanya membuat harga menjadi lebih murah. Akan tetapi, semua negara mencoba mencari pasar bagi produk mereka.

Kita tidak boleh menjadi pasar dari produk dunia. Pasar Indonesia yang 265 juta jiwa, pertama-tama harus menjadi pasar produk dalam negeri, sebab itulah yang akan membuat masyarakat tetap memiliki pekerjaan dan dengan itulah mempunyai daya beli.

Kita memang perlu mendorong ekspor karena itu dibutuhkan untuk menambah devisa. Namun, kita perlu juga memperhatikan industri subsitusi impor karena bisa menghemat devisa sekaligus memberikan pekerjaan kepada bangsa kita sendiri.

Sekarang ini kita tidak terlalu memperhatikan industri substitusi impor. Atas nama pasar bebas dan memberikan harga murah bagi konsumen, kita membuka pasar kita selebar-lebarnya kepada barang impor. Kita lupa bahwa hal itu sama saja dengan memberikan kesempatan kerja kepada bangsa lain untuk memenuhi kebutuhan bangsa kita.

Kita juga menutup mata pada kenyataan inefisiensi yang masih tinggi dalam berbisnis di Indonesia. Rantai birokrasi yang masih panjang membuat biaya menjadi mahal. Vietnam bisa lebih tinggi ekspornya dari kita karena sistem birokrasi yang lebih ramping.

Lima bulan terakhir ini merupakan tantangan bagi perekonomian kita. Dibutuhkan usaha ekstra keras untuk menjaga gairah ekonomi masyarakat. Semoga kita semua sadar dan segera berbuat untuk membalikkan keadaan yang kurang baik ini.
 



Berita Lainnya
  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.