Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Tambang yang Inklusif

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
31/7/2019 05:30
Tambang yang Inklusif
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

PENJELASAN Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas tentang perkembangan sosial yang terjadi di Timika pantas menyadarkan perhatian kita bersama. Ketika perusahaan tambang tembaga itu pertama hadir pada awal 1970, jumlah penduduk di kota itu hanya sekitar 1.000 jiwa. Hampir 50 tahun kemudian jumlah penduduknya meningkat menjadi 255.000 jiwa.

Perkembangan penduduk yang begitu pesat akan menjadi ancaman apabila tidak diikuti dengan perkembangan usaha di Kabupaten Mimika. Sekarang ini, menurut kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat 

Universitas Indonesia, produk domestik regional bruto Papua Barat sekitar 48% disumbangkan dari PT FI. Yang lebih dahsyat, PDRB Kabupaten Mimika 94% berasal dari PT FI. Dari bandar udara, kantor bupati, rumah sakit, hingga stadion untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional 2020 dibangun PT FI.

Tentu menjadi pertanyaan, bagaimana kelangsungan jalannya pemerintahan dan masyarakat di sana ketika kegiatan PT FI berakhir 20 tahun yang akan datang. Harus dipikirkan agar dalam masa 20 tahun ini ada kegiatan usaha lain yang berkembang di Kabupaten Mimika supaya kehidupan masyarakat bisa terus berkembang.

Tepatlah apabila saat membuka rapat koordinasi badan usaha milik negara pertambangan, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno mengingatkan tanggung jawab sosial yang harus dijalankan perusahaan tambang. Kegiatan pertambangan jangan menjadi eksklusif, tetapi harus bisa melibatkan masyarakat sebagai bagian kegiatan usaha.

Rini melihat banyaknya warga yang masih hidup dalam kemiskinan di kawasan daerah pertambangan. Bahkan kehidupan mereka menjadi bertambah miskin ketika kegiatan pertambangan berakhir.

Pembangunan yang inklusif harus menjadi model pembangunan di wilayah pertambangan. Caranya, dana tanggung jawab sosial perusahaan harus lebih difokuskan untuk memberdayakan masyarakat yang tinggal di daerah pertambangan.

Memang itu tidak cukup untuk menggantikan pendapatan daerah dan kegiatan usaha masyarakat ketika kegiatan usaha pertambangan berakhir. Namun, setidaknya bisa menjadi bekal bagi masyarakat untuk mempunyai kegiatan produktif yang bisa menghidupi dirinya.

Tugas selanjutnya yang tak kalah penting ialah mempersiapkan daerah yang memiliki sumber daya alam untuk menjadi daerah yang menarik bagi investasi. Pengalaman di negara-negara Afrika, sumber daya alam akhirnya lebih banyak menjadi kutukan daripada menjadi berkah.

Kekayaan sumber daya alam cenderung membuat kita menjadi terlena. Lupa bahwa kekayaan alam itu hanya datang sekali dan kemudian akan habis. Pada saat kekayaan itu melimpah, kita seharusnya membangun warga menjadi manusia yang tangguh dan cerdas agar bisa membangun kegiatan usaha yang lebih berkelanjutan.

Banyak daerah di Indonesia yang memerlukan perhatian khusus agar terhindar dari kutukan sumber daya alam. Pemerintah harus melakukan affirmative action agar muncul kegiatan usaha di luar pertambangan. Masalahnya, waktu yang tersedia tidak banyak lagi. Waktu 20 tahun terlalu pendek untuk membangun Mimika agar tidak lagi bergantung pada industri pertambangan.

Pengusaha Mohamad 'Bob' Hasan pernah mengusulkan insentif pajak bagi pengusaha yang mau membuka usahanya di daerah. Pengurangan pajak 5%, misalnya, akan membuat pengusaha berpikir untuk memindahkan 



Berita Lainnya
  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.