Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Tambang yang Inklusif

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
31/7/2019 05:30
Tambang yang Inklusif
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

PENJELASAN Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas tentang perkembangan sosial yang terjadi di Timika pantas menyadarkan perhatian kita bersama. Ketika perusahaan tambang tembaga itu pertama hadir pada awal 1970, jumlah penduduk di kota itu hanya sekitar 1.000 jiwa. Hampir 50 tahun kemudian jumlah penduduknya meningkat menjadi 255.000 jiwa.

Perkembangan penduduk yang begitu pesat akan menjadi ancaman apabila tidak diikuti dengan perkembangan usaha di Kabupaten Mimika. Sekarang ini, menurut kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat 

Universitas Indonesia, produk domestik regional bruto Papua Barat sekitar 48% disumbangkan dari PT FI. Yang lebih dahsyat, PDRB Kabupaten Mimika 94% berasal dari PT FI. Dari bandar udara, kantor bupati, rumah sakit, hingga stadion untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional 2020 dibangun PT FI.

Tentu menjadi pertanyaan, bagaimana kelangsungan jalannya pemerintahan dan masyarakat di sana ketika kegiatan PT FI berakhir 20 tahun yang akan datang. Harus dipikirkan agar dalam masa 20 tahun ini ada kegiatan usaha lain yang berkembang di Kabupaten Mimika supaya kehidupan masyarakat bisa terus berkembang.

Tepatlah apabila saat membuka rapat koordinasi badan usaha milik negara pertambangan, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno mengingatkan tanggung jawab sosial yang harus dijalankan perusahaan tambang. Kegiatan pertambangan jangan menjadi eksklusif, tetapi harus bisa melibatkan masyarakat sebagai bagian kegiatan usaha.

Rini melihat banyaknya warga yang masih hidup dalam kemiskinan di kawasan daerah pertambangan. Bahkan kehidupan mereka menjadi bertambah miskin ketika kegiatan pertambangan berakhir.

Pembangunan yang inklusif harus menjadi model pembangunan di wilayah pertambangan. Caranya, dana tanggung jawab sosial perusahaan harus lebih difokuskan untuk memberdayakan masyarakat yang tinggal di daerah pertambangan.

Memang itu tidak cukup untuk menggantikan pendapatan daerah dan kegiatan usaha masyarakat ketika kegiatan usaha pertambangan berakhir. Namun, setidaknya bisa menjadi bekal bagi masyarakat untuk mempunyai kegiatan produktif yang bisa menghidupi dirinya.

Tugas selanjutnya yang tak kalah penting ialah mempersiapkan daerah yang memiliki sumber daya alam untuk menjadi daerah yang menarik bagi investasi. Pengalaman di negara-negara Afrika, sumber daya alam akhirnya lebih banyak menjadi kutukan daripada menjadi berkah.

Kekayaan sumber daya alam cenderung membuat kita menjadi terlena. Lupa bahwa kekayaan alam itu hanya datang sekali dan kemudian akan habis. Pada saat kekayaan itu melimpah, kita seharusnya membangun warga menjadi manusia yang tangguh dan cerdas agar bisa membangun kegiatan usaha yang lebih berkelanjutan.

Banyak daerah di Indonesia yang memerlukan perhatian khusus agar terhindar dari kutukan sumber daya alam. Pemerintah harus melakukan affirmative action agar muncul kegiatan usaha di luar pertambangan. Masalahnya, waktu yang tersedia tidak banyak lagi. Waktu 20 tahun terlalu pendek untuk membangun Mimika agar tidak lagi bergantung pada industri pertambangan.

Pengusaha Mohamad 'Bob' Hasan pernah mengusulkan insentif pajak bagi pengusaha yang mau membuka usahanya di daerah. Pengurangan pajak 5%, misalnya, akan membuat pengusaha berpikir untuk memindahkan 



Berita Lainnya
  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita