Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Nostalgia Selat Sunda

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
09/7/2019 05:10
Nostalgia Selat Sunda
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PERJALANAN menyeberang Selat Sunda bagi kami sekeluarga ialah sebuah nostalgia. Belasan tahun lalu berlayar dengan feri dari Banten menuju Bakauheni, Lampung, atau sebaliknya, ialah rutinas bulanan yang selalu ditunggu.

Ada kenikmatan luar biasa menyeberang laut jika dibandingkan dengan perjalanan lewat udara. Makan siang di kapal sambil memandang laut lepas sungguh 'bonus kenikmatan' yang tak tergantikan. "Bangsa bahari harus menjadikan laut sebagai kerinduan," kata saya pada segenap keluarga.

Ahad silam kami pun 'menapaktilasi' perjalanan itu. Kali ini dengan pelayanan perahu eksekutif yang lebih cepat, hanya satu jam, jika dibandingkan dengan pelayaran reguler 2,5-3 jam. Gedung dermaga eksekutif tiga lantai yang megah dan modern diresmikan Presiden Jokowi pada Maret lalu. Banten-Lampung memang punya hubungan lekat yang direpresentasikan Gunung Krakatau di Selat Sunda sebagai 'milik bersama'.

Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 dan menimbulkan tsunami hebat. Tragedi itu menewaskan 36 ribu orang dan menenggelamkan 300 desa di Banten dan Lampung. Ledakan gunung terhebat di dunia pada abad ke-19 itu, menurut para ahli, 30 kali ledakan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima, Jepang.

Meletusnya Gunung Krakatau terjadi ketika ilmu pengetahuan dan sains telah berkembang, yakni kabel bawah laut telah terpasang. Wajar jika publikasinya ramai. Salah satu yang ikut meramaikan publikasi itu Muhammad Saleh yang menulis Syair Lampung Karam, tiga bulan setelah tragedi itu terjadi. Sebuah karya yang menurut para filolog disebut syair kewartawanan.

Letusan Krakatau menciptakan kaldera 5-7 km dengan kedalaman 279 meter di bawah permukaan laut. Kaldera inilah yang kemudian menjadi 'janin gunung' yang pada 1928 lahir sebagai Gunung Anak Krakatau. Sang anak gunung berapi yang tumbuh sekitar 18 inci setiap bulan itu sangat aktif.

Menurut geolog Inggris, Simon Winchester, meskipun letusan dahsyat telah terjadi, Anak Krakatau menyimpan potensi yang sama dengan induknya. Hitung-hitungan ilmu pengetahuan, Anak Krakatau akan meletus pada 2015-2083. Tak meleset nubuat itu. Desember tahun lalu, Anak Krakatau mengikuti jejak 'induknya', meletus dan dilanjutkan tsunami. Lebih dari 500 orang wafat.

Ketika menyeberang Selat Sunda pula, warta wafatnya ahli bencana alam Sutopo Purwo Nugroho ramai dibincangkan, bahkan menjadi trending topic di media sosial. Seluruh negeri, termasuk Presiden Jokowi, mengucapkan belasungkawa dan merasa kehilangan sosok penuh dedikasi itu.

Jabatan Sutopo ialah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pria berusia 49 itu meninggal dunia di Guangzhou, Tiongkok, Ahad lalu. Kanker paru stadium gawat menjadi penyebabnya. Bahkan, informasi kebencanaan itu ia tulis secara teratur ketika dalam kondisi amat parah.

Sutopo ialah humas lembaga negara paling terkemuka. Kesigapan dalam memberikan informasi dan menjelaskan seputar kebencanaan di Indonesia, seperti tak mengenal waktu. Ia kamus berjalan tentang bencana alam. Sutopo memang bekerja dengan segenap hatinya.

Kita tak akan membaca cicitannya dan mendengar omongannya Sutopo lagi seputar bencana. Namun, ia telah mengingatkan dan menyadarkan kita, bahwa hidup di negeri kaya bencana, tak bisa memusuhinya. Justru kita mesti bersahabat dengan bencana.

Sebagai sahabat, kita harus mempelajari karakter dan kebiasaannya. Di Selat Sunda sepanjang 30 km itu, kami pun tak pernah membayangkan kengerian meletusnya Krakatau atau bencana lainnya sebab ia hidup dalam garis edar hukum-hukumnya. Kenikmatan menyeberang Selat Sunda tak berkurang sedikit jua.



Berita Lainnya
  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.

  • Untung Ada Lebaran

    30/3/2026 05:00

    ADA celetukan sangat viral pada 1980-an dari almarhum Gepeng. Pelawak Srimulat itu berucap, "Untung ada saya."

  • Tahanan Istimewa

    26/3/2026 05:00

    YAQUT Cholil Qoumas memang telah kembali dijebloskan ke balik jeruji besi rumah tahanan KPK.

  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.