Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum kemarin telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara nasional hasil Pemilihan Umum 17 April 2019. Pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mendapatkan suara terbanyak dengan meraih 55,50% dari 154.257.601 suara yang sah. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno meraih sisanya 44,50%.
Sesuai dengan aturan main yang berlaku, pasangan yang tidak menerima hasil penghitungan suara berhak untuk mengajukan keberatan ke Mahkamah Konstitusi. Prabowo menyatakan akan segera melakukan upaya hukum sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh konstitusi.
Penyelesaian persoalan melalui jalur hukum merupakan esensi dari demokrasi. Dalam demokrasi yang benar, pilar utama adalah hukum, bukan pengerahan massa di jalanan. Aturan menetapkan, pihak yang keberatan diberi waktu 3 x 24 jam untuk mengajukan upaya hukum ke MK. Kelak MK-lah yang akan menetapkan untuk menerima atau menolak keberatan yang disampaikan pihak penggugat.
Jokowi menghargai langkah hukum yang diajukan pasangan Prabowo dan Sandiaga. Namun, ia menegaskan, ketika kelak ditetapkan sebagai presiden, ia bersama Ma’ruf Amin akan bekerja keras untuk melanjutkan pembangunan.
Periode pertama pemerintahan Jokowi memang baru meletakkan landasan pembangunan. Bahkan landasan itu pun belum semuanya selesai dikerjakan. Masih banyak yang harus dilakukan agar kita mempunyai pijakan yang kuat untuk melompat lebih tinggi lagi.
Atas dasar itulah wajar apabila mayoritas rakyat menghendaki Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya. Jokowi harus menuntaskan pekerjaan besar yang diperlukan bangsa ini untuk mempercepat pembangunannya. Selain jalan, pelabuhan, bandar udara, kita membutuhkan bendungan dan saluran irigasi yang baik agar seluruh rakyat bisa lebih produktif bekerja.
Kita tidak boleh lupa, 60% dari bangsa ini masih mengandalkan hidupnya dari pertanian. Untuk itu, rakyat bukan hanya membutuhkan lahan untuk bekerja, melainkan juga air yang mencukupi agar kegiatan pertanian bisa dilakukan secara berkelanjutan.
Tidak keliru apabila pemerintah gencar membangun bendungan di banyak tempat. Apalagi dana desa yang dikucurkan dipakai untuk membangun jalan desa sehingga memudahkan keluarga petani untuk membawa sarana produksi ke desa dan sebaliknya segera bisa membawa hasil produksinya ke kota.
Bahkan selanjutnya kita harus mulai mengenalkan teknologi kepada para petani. Bagaimana mengubah bekerja sendiri-sendiri menjadi bersama-sama agar luasan lahan bisa lebih besar sehingga efisiensi bisa tercipta dan produktivitas bisa ditingkatkan.
Sekarang tersedia alat pengolahan, penanaman hingga pemanenan yang basisnya menggunakan satelit. Petani tidak perlu lagi menghabiskan waktunya di sawah atau ladang, tetapi bisa melakukan pekerjaan lain yang bermanfaat bagi peningkatan kehidupan keluarganya.
Selanjutnya kita harus memikirkan bagaimana membangun industri yang lebih kuat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki. Dunia sedang bersiap untuk memasuki era mobil listrik. Kita memiliki banyak nikel yang bisa diolah menjadi baterai litium yang dibutuhkan untuk mobil listrik.
Kita sudah menetapkan lima industri unggulan yang akan kita bangun, dari tekstil dan produk tekstil, makanan dan minuman, otomotif, elektronik, dan produk kimia. Kita harus terus fokuskan pada lima industri itu agar kita menjadi pemenang.
Semua ini akan bisa kita lakukan apabila ada kebersamaan. Kita tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga apa yang terbaik bagi bangsa ini. Kalau kita bersama-sama menciptakan keamanan dan ketertiban, kita akan masih cepat memacu pembangunan negara kita.
Salah satu yang kita butuhkan sekarang ini adalah investasi. Orang hanya akan berani menanamkan modalnya apabila ada kepastian. Berulang kali kita menyampaikan perlunya memperbaiki sistem perizinan. Kalau kita juga bisa menciptakan suasana yang nyaman dan damai, Indonesia pasti akan menjadi surga investasi dunia.
Pemilu 2019 sudah usai. Mari kita bergandengan tangan dan kembali bersama membangun negara ini. Janganlah kita terus larut dalam perbedaan dan pertentangan di antara kita. Sayang energi bangsa ini kalau hanya dihabiskan untuk urusan perpolitikan.
Dalam demokrasi sebenarnya tidak ada yang kalah dan yang menang. Dalam demokrasi yang ada adalah satu menjadi pemegang tampuk eksekutif dan satu menjadi pengawas. Posisi sebagai pengawas tidak kalah pentingnya karena bertanggung jawab untuk menjaga agar arah pembangunan ini sesuai dengan tujuan menyejahterakan seluruh rakyat.
DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.
RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.
KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.
ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.
BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.
REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.
KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.
SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.
INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.
Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.
PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).
PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah
VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai
APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.
INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved