Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar), membatasi pengeluaran dana kampanye setiap pasangan calon (paslon) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2024 sebanyak Rp150.451.412.700. Aturan ini tertuang dalam Keputusan KPU Jabar Nomor 39 Tahun 2024.
“Pembatasan pengeluaran dana kampanye ini ditetapkan dengan memperhitungkan metode kampanye, jumlah kegiatan kampanye, perkiraan jumlah peserta kampanye, standar biaya daerah, bahan kampanye yang diperlukan, cakupan wilayah dan kondisi geografis, logistik, dan manajemen kampanye/konsultan,” jelas Ketua KPU Jabar Ummi Wahyuni Senin (30/9).
Menurut Ummi, pembatasan dana kampanye tersebut berdasarkan ketentuan pasal 19 Peraturan KPU. Pembatasan pengeluaran dana kampanye juga memperhitungkan hal-hal lain seperti metode kampanye dengan mempertimbangan akumulasi pembiayaan yang dikeluarkan untuk setiap pelaksanaan metode kampanye, seperti pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, dan dialog.
Baca juga : Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie Resmi Daftar Pilgub Jawa Barat
“Penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga, iklan media massa cetak dan media massa elektronik atau kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan berupa rapat umum, kampanye melalui media sosial, kampanye melalui media daring,” papar Ummi.
Ummi menambahkan, untuk jumlah kegiatan kampanye yang akan dilaksanakan oleh paslon, dengan metode kampanye yang melibatkan peserta. Seperti pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, dialog, rapat umum dan kegiatan lain, tidak melanggar larangan kampanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sedangkan jumlah peserta kampanye yang dilibatkan dalam kegiatan sesuai dengan PKPU. Standar biaya daerah menjadi pedoman atau acuan yang digunakan oleh tiap daerah untuk menentukan besaran biaya yang dikeluarkan dalam berbagai kegiatan.
Baca juga : 2 Paslon Cagub-Cawagub Bengkulu Belum Laporkan Dana Kampanye
“Standar biaya daerah disesuaikan dengan harga pasar yang wajar dan peraturan pemerintah daerah setempat. Bahan kampanye yang diperlukan, dapat berupa penambahan dari bahan kampanye yang difasilitasi oleh KPU provinsi untuk pilgub dan wakil gubernur. Atau KPU kabupaten/kota untuk pemilihan bupati dan wakil bupati atau walikota dan wakil walikota,” lanjut Ummi.
Ummi melanjutkan, bahan kampanye selain yang difasilitasi oleh KPU provinsi atau KPU kabupaten/kota berupa pakaian, penutup kepala, alat makan/minum. Kalender, kartu nama, pin, dan alat tulis. Lalu, stiker paling besar ukuran 10 cm x 5 cm dan atribut kampanye lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan nilai paling banyak Rp100.000 jika dikonversikan dalam bentuk uang, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai standar biaya masukan dan/atau harga wajar.
Baca juga : KPU Kota Tasikmalaya Tetapkan 5 Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota
“Untuk cakupan wilayah dan kondisi geografis cakupan wilayah mengacu pada area geografis daerah pemilihan, yang terdiri atas ukuran wilayah pemilihan dan jumlah penduduk. Sedangkan kondisi geografis meliputi topografi, aksesibilitas, kondisi iklim dan persebaran pemilih,” ucapnya.
Ummi menerangkan, beberapa elemen logistik yang mempengaruhi yaitu transportasi, konsumsi, tempat pelaksanaan kegiatan, peralatan, perlengkapan, distribusi bahan kampanye. Mobilisasi tim kampanye, pengadaan fasilitas kegiatan kampanye, penyebaran alat peraga, dan lain sebagainya.
Manajemen kampanye/konsultan dapat berupa konsultan pembuatan materi iklan, pembuatan bahan kampanye, dan alat peraga. Serta manajemen kampanye melalui media sosial dan daring yang membutuhkan pihak professional untuk mengelola.
“Konsultan untuk menyusun laporan dana kampanye yang merupakan staf profesional khusus yang memiliki latar belakang kompetensi akuntansi
atau kantor jasa akuntan dan jasa manajemen/konsultan lainnya,” imbuh Ummi. (AN/J-3)
Bahkan, dia juga mengaku tidak pernah berkeinginan atau sekadar membayangkan untuk menjadi pemimpin ibu kota.
Menurutnya, tingkat partisipasi pemilih di Pilkada 2024 mengalami penurunan dibandingkan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2024
MK menggelar sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah (PHPU Pilkada) 2024, diantaranya Pilkada Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua.
Pada sidang perdana, Rabu (8/1), Anwar Usman tidak dapat ikut bersidang karena dirawat di rumah sakit akibat terjatuh.
Ketua MK Suhartoyo menjelaskan bahwa sidang tetap akan dilaksanakan oleh tiga panel Hakim Konstitusi.
MK baru menerima sebanyak 152 permohonan, terdiri dari 119 permohonan soal pilkada tingkat kabupaten dan 33 pilkada tingkat kota.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Hampir Rp3 triliun ruang fiskal APBD 2026 tergerus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved