Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 3 Pramono Anung-Rano Karno, Cak Lontong atau Lies Hartono menjelaskan kemungkinan gesekan antara Pramono dan Rano saat maju Pilkada Jakarta itu sangat kecil.
Sebab, keduanya saat ini bersatu untuk saling melengkapi meskipun Pramono sempat mengakui bahwa dirinya tak lebih populer dibandingkan Rano yang dikenal sebagai "Si Doel" dan tokoh asli Betawi.
"Saya kira kemungkinan atau hal bergesekan itu sangat kecil sekarang. Karena seperti saya katakan tadi, itu kan saling melengkapi. Mereka itu kan bukan dalam konteks bersaing. Jadi untuk potensi untuk gesekan itu saya kira sangat kecil sekarang," kata Cak Lontong dalam salah satu tayangan siniar.
Baca juga : Bang Doel Yakin Menang Satu Putaran di Pilkada DKI
Cak Lontong mengakui bahwa keduanya memiliki karakter yang berbeda. Ia mengatakan, karakter Rano yang cair serta ceplas-ceplos berbanding terbalik dengan karakter Pramono yang tenang dan teduh.
"Karakter keduanya itu kan memang sangat beda. Kalau saya tahu Mas Pram itu orangnya kalem, teduh, sejuk, menenangkan. Kalau Bang Doel itu orangnya kan memang cair. Ya gaya anak betawi itu ceplas ceplos, santai, tapi saling melengkapi jadinya," kata Cak Lontong.
Di sisi lain, Cak Lontong pun tak khawatir ketika banyak pendukung Pram-Rano memilih karena ada dirinya sebagai ketua tim pemenangan.
Ia justru menilai warga Jakarta sudah rasional secara pendidikan sehingga juga akan berpikir bahwa Cak Lontong adalah representasi dari Pram-Rano dan tak mencarinya dalam surat suara.
"Yang kita harapkan adalah ketika masyarakat melihat Pram-Rano, ingat saya. Atau ketika masyarakat ingat saya, ingat paslon Pram-Rano. Itu yang kita harapkan, kalaupun cari saya, saya yakin enggak. Orang saya sendiri aja gak nyari foto saya," ujar Cak Lontong. (Ykb/P-3)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua.
Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari ini, Rabu (14/1).
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Lagipula, wacana pembangunan ulang JPO Sarinah sudah berkembang sebelum Pramono menjabat Gubernur per awal tahun 2025 lal
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menilai munculnya ketidakpuasan terkait besaran Upah Minimum Provinsi atau UMP Jakarta 2026 adalah hal yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved