Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DEEPFAKE merupakan salah satu jenis dari teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan penggunanya untuk membuat video atau audio palsu yang tampak dan terdengar serupa dengan orang yang ditiru.
Modus kejahatan siber berbasis AI semakin meningkat dan dampak yang diakibatkan oleh deepfake sangat signifikan karena kerap disalahgunakan dalam modus kejahatan siber, yang tidak hanya merugikan, tetapi juga berpotensi menciptakan disinformasi dan misinformasi.
Sehubungan dengan ancaman siber deepfake yang terus berkembang di kalangan masyarakat, terutama dengan pilkada serentak yang sudah di depan mata, Steven Scheurmann, Regional Vice President, ASEAN, Palo Alto Networks mengatakan masyarakat dan juga institusi harus dapat melindungi diri mereka dari ancaman yang terus berkembang.
Baca juga : Hampir 50% Pelaku Bisnis Indonesia tak Paham Cara Kerja Penipuan Berbasis AI
“Deepfake telah menjadi perhatian utama di Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia, teknologi deepfake dapat menghadirkan sejumlah ancaman serius dengan penyalahgunaan dalam menjalankan aksi kejahatan siber, terutama dalam penipuan bermotif politik dan finansial. Kemampuan teknologi ini untuk menyebarkan informasi palsu dalam waktu yang singkat berpotensi untuk menciptakan berbagai narasi yang menyesatkan, mengubah persepsi publik, merusak reputasi, dan menimbulkan konsekuensi yang serius," kata Scheurmann dalam keterangannya, Kamis (12/9).
"Penyalahgunaan teknologi deepfake telah menarik perhatian mulai dari lembaga pemerintah hingga pakar keamanan siber, terutama selama periode pemilihan umum ketika informasi yang keliru dapat mempengaruhi opini pemilih. Meskipun tahun 2024 diprediksi menjadi tahun pemungutan suara terbesar dalam sejarah, dampak deepfake tidak hanya terbatas pada ranah politik saja," kata dia lagi.
Scheurmann menambahkan tim peneliti pihaknya telah menemukan banyak kampanye penipuan menggunakan video deepfake yang menampilkan kemiripan dengan berbagai tokoh publik, termasuk CEO, pembawa berita, dan pejabat pemerintah di seluruh dunia.
Baca juga : Saat Teknologi Generative AI Dimanfaatkan untuk Pilkada
Sama halnya dengan deepfake dalam bentuk konferensi video yang mendapat perhatian besar, penipuan deepfake berbasis web juga merupakan ancaman baru yang harus diwaspadai.
"Pada Juni 2024, kami telah menemukan ratusan domain yang digunakan untuk mempromosikan jenis penipuan ini, dengan setiap domain diakses hingga 114.000 kali secara global sejak pertama kali ditayangkan. Namun, tidak seperti domain phishing atau malware pada umumnya, domain-domain ini relatif berumur panjang, dengan waktu aktif rata-rata 142 hari," tutur Scheurmann.
Kemunculan kecerdasan buatan generatif telah mempermudah pelaku ancaman untuk melakukan penipuan deepfake, sehingga sangat penting untuk mampu mendeteksi ancaman ini dari sebelumnya.
Agar dapat mengidentifikasi dan menghentikan ancaman deepfake yang terus berkembang secara proaktif, organisasi harus memperkuat pertahanan mereka dan meningkatkan upaya yang berfokus pada kombinasi analisis visual, kesadaran akan kelemahan keamanan yang umum, dan penggunaan alat deteksi khusus—seperti Advanced URL Filtering yang dapat membantu mengkategorisasikan serta memblokir URL berbahaya secara real-time. (Z-6)
Menurut Titi, pilkada di banyak daerah masih berlangsung dengan biaya politik yang sangat tinggi, sementara sistem pengaturan dan pengawasan dana kampanye belum berjalan efektif.
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
First Lady Melania Trump menghadirkan robot humanoid buatan AS, Figure 3, di Gedung Putih.
Larry Fink mengungkap potensi resesi hebat akibat krisis energi dan ancaman Iran. Ia juga bicara soal nasib ijazah kuliah di tengah ledakan AI.
Platform pusat layanan terpadu ini mengusung teknologi chat-first AI untuk memangkas birokrasi dan memudahkan warga mengakses layanan publik hanya melalui percakapan WhatsApp.
Smart journalism sendiri merupakan praktik jurnalistik dengan memanfaatkan teknologi AI tanpa mengalihkan akuntabilitas dari manusia.
Atalya menilai perlu adanya pengembangan kurikulum kecerdasan buatan secara bertahap agar pelajar dapat mengenal teknologi AI secara edukatif dan bertanggung jawab.
Meta resmi mencaplok Moltbook, platform unik tempat asisten digital AI saling berkomunikasi. Langkah Mark Zuckerberg itu memperkuat dominasi agen AI global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved