Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Donggala, Sulawesi Tengah, melaporkan dana Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) kabupaten itu belum cair sementara tahapan telah bergulir.
Ketua KPUD Donggala, Nurbia mengatakan, sejak tahapan bergulir, pihaknya baru menerima anggaran Rp2,5 miliar setelah dicarikan pemerintah Donggala pada 2023 lalu.
“Padahal, berdasarkan perjanjian yang tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) total yang diteken pemerintah Donggala dan KPUD Donggala mencapai Rp49 miliar,” terangnya dalam pernyataan resmi yang diterima Media Indonesia di Palu, Selasa (2/7).
Baca juga : PDIP Gelar Pelatihan Tim Pemenangan Pilkada Gelombang 2
Saat ini, menurut Nurbia, KPUD Donggala kekurangan anggaran. Bahkan, akhir Juli 2024, pihaknya harus membayar honor 823 petugas Pantarlih dan operasional Adhock, PPK, serta PPS.
“Honor itu wajib dibayarkan. Persoalannya sekarang, anggaran dari pemerintah belum cair,” tegasnya.
Nurbia menjelaskan, honor Pantarlih yang harus dibayarkan Rp1 juta. Di luar biaya paket data dan operasional Rp300 ribu.
Baca juga : Pilkada Jateng, PKB masih Upayakan Dukung Yusuf Chudlori
“Jadi Total Rp 1,3 juta. Dan mereka harus dibayar 26 Juli 2024. Total keseluruhan honor Pantarlih Rp1.069.900.000,” ungkapnya.
Nurbia menyebutkan, jika dana tidak ditransfer oleh pemerintah Donggala, maka tahapan Pilkada Donggala 2024 akan berakhir Juli dan tidak sampai pada pencoblosan.
“Mau tidak mau KPUD tidak bisa melanjutkan tahapan karena dananya sudah habis,” imbuhnya.
Baca juga : PDIP Prioritaskan Andika Perkasa Calon Gubernur DKI Jakarta
Penjabat Bupati Donggala, Rifani Pakamundi yang dikonfirmasi terkait hal ini memastikan dana hibah Pilkada Donggala 2024 akan dicairkan. Namun, disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang daerah.
“Tetap akan dicairkan dana Pilkada Donggala 2024, tapi hanya Rp32 miliar, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Pemda juga akan tambah anggaran BTT Rp4 miliar,” tandasnya.
Sebelumnya, Sekda Donggala Rustam Efendy mengaku, kondisi keuangan pemerintah Donggala hanya mampu menyediakan Rp32 miliar untuk KPUD Doinggala.
Angka tersebut hasil rasionalisasi dari Rp49 miliar.
“Pengurangan anggaran itu tidak ada maksud apa-apa. Hal ini murni karena kondisi keuangan daerah yang hanya mampu menyediakan Rp32 miliar,” tutupnya. (Z-8)
"Dari segi teoretis dan data empiris, pemilu yang baru dilaksanakan ini justru merugikan kualitas demokrasi."
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 di 24 daerah akan menimbulkan sejumlah konsekuensi.
WAKIL Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyoroti kompleksitas Pemilu serentak atau yang berlangsung bersamaan, terutama dalam konteks pemilihan legislatif dan presiden
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan Pemilu dan Pilkada serentak perlu ditinjau ulang. Ia menilai perlu dicari solusi terkait bagaimana pemilihan
Penyelenggaraan acara akan digelar pada Minggu, 2 Februari 2025, di Kalipepe Land, Boyolali dimulai pada pukul 17.00 WIB.
MOMEN pilkada yang sudah usai di berbagai daerah disebut harus jadi momentum kembali bersatunya berbagai pihak yang sempat saling berkontestasi.
Realisasi belanja negara hingga akhir November 2025 masih berada di bawah target yang ditetapkan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan dana untuk penanganan bencana setelah melakukan penyisiran anggaran negara yang mencapai Rp60 triliun.
Pakar UGM Zaenur Rohman mengatakan, pemerintah mesti lebih dulu memastikan kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya sebelum akhirnya dieksekusi.
Sebelumnya pada Senin, Presiden Donald Trump mengatakan kegagalan pemungutan suara lainnya dapat memicu PHK di kalangan pegawai federal.
mendesak agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dibubarkan karena dianggap tidak memiliki fungsi yang jelas dan manfaat yang dirasakan masyarakat
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved