Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Survei Indonesia (LSI) merilis sigi terbaru mengenai pilihan warga Jawa Tengah terhadap kandidat yang bakal berkontestasi pada Pilkada Jawa Tengah 2024. Dalam sejumlah simulasi yang disodorkan kepada 1.200 responden, nama putra bungsu Presiden Joko Widodo sekaligus Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengungguli kandidat lainnya.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, keunggulan Kaesang itu disebabkan karena faktor popularitas. Namun, selain itu, Kaesang juga cenderung dipilih responden karena faktor Presiden Jokowi. Itu terlihat dari simulasi tiga nama antara Kaesang, Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan politisi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul.
33,8% responden, sambung Djayadi, memilih Kaesang di antara keduanya karena merasa cukup dan sangat puas dengan kinerja Jokowi. Sedangkan 29,1% responden yang merasa cukup dan sangat puas dengan kinerja Presiden memilih Luthfi. Adapun 14,8% lainnya memilih Pacul, sementara 22,3% sisanya tidak menjawab ataupun menjawab tidak tahu.
Baca juga : Survei LSI terkait Pilgub Jateng, Kaesang Ungguli Ahmad Luthfi
"Kalau orang mengatakan mengapa Kaesang pangarep unggul saat ini? Selain popularitasnya paling tinggi, juga karena ada pengaruh Jokowi di situ," terang Djayadi dalam rilis temuan survei Pilkada di Daerah Kunci: Siapa Unggul di Jawa Tengah yang digelar Minggu (30/6).
Meski peta pertarungan masih sangat terbuka, Djayadi menilai orang yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi bakal cenderung memilih Kaesang. Tesis itu kembali diperkuat dengan temuan LSI bahwa 24,7% responden yang menilai kurang dan tidak puas dengan kinerja Jokowi memilih Luthfi, sementara 19,7% lainnya memilih Pacul, dan hanya 16,7% yang memilih Kaesang, sedangkan sisanya, tidak menjawab atau menjawab tidak tahu.
Pengamat politik Muhammad Qodari mengatakan, sigi LSI menjadi hal baru di tengah wacana pencalonan Kaesang pada kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2024. Baginya, masih sedikit yang sadar bahwa potensi secara elektabilitas dan suara Kaesang justru ada di Jawa Tengah.
Baca juga : Calon Gubernur Jawa Tengah belum Ada yang Kuat, Raffi Ahmad?
Pasalnya, Pilgub DKI Jakarta 2024 dinilainya lebih berat ketimbang Pilgub Jawa Tengah 2024 bagi Kaesang. Anies Baswedan, sambungnya, menjadi momok bagi Kaesang karena dianggap menjadi pesaing terkuat. Sebab, selain sebagai pertahana, Anies juga sudah mencatatkan dirinya sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 lalu.
"Anies Baswedan ini kelasnya sudah capres karena sudah bertarung walaupun kalah, sementara di Jawa Tengah tidak ada petahana," kata Qodari.
Ia mengistilahkan Pilgub DKI Jakarta 2024 sebagai kolam hiu bagi Kaesang, sementara Pilgub Jawa Tengah 2024 adalah kolam tongkol. Menurut Qodari, Kaesang mampu menjadi hiu jika masuk ke dalam kolam tongkol alias ikut berkontestasi dalam Pilgub Jawa Tengah 2024.
"Dia (Kaesang) adalah hiunya yang mampu memangsa ikan-ikan tongkol yang selama ini sudah beredar di Jawa Tengah," pungkasnya. (Z-6)
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Jokowi disebut menanyakan kapan Eggi berangkat ke Malaysia untuk berobat.
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
BENCANA angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved