Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRA bungsu Presiden Joko Widodo sekaligus Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menempati posisi teratas pilihan responden warga Jawa Tengah atas sigi yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) jelang Pilkada Jawa Tengah 2024. Berdasarkan sigi yang digelar 21-26 Juni itu, nama Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi membayangi Kaesang.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengungkap 15,9% dari 1.200 responden memilih Kaesang sebagai sosok yang pantas menjadi Gubernur Jawa Tengah ketika disodorkan simulasi semi terbuka 21 nama kandidat. Di bawah Kaesang, ada Luthfi yang memperoleh dukungan 12,9%.
"Yang sementara unggul nama Kaesang Pangarep, disusul oleh Ahmad Luthfi," kata Djayadi dalam rilis temuan survei Pilkada di Daerah Kunci: Siapa Unggul di Jawa Tengah? yang digelar Minggu (30/6).
Baca juga : Calon Gubernur Jawa Tengah belum Ada yang Kuat, Raffi Ahmad?
Selain dua nama tersebut, ada pula sosok politikus Partai Gerindra Abdul Wachid (7,8%); pesohor Raffi Ahmad (6,8%); politikus PDI Perjuangan Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul (5,8%), mantan asisten pribadi Prabowo Subianto, Sudaryono (4,7%); dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengan Barang/Jasa Pemerintah Hendrar Prihadi (4,7%).
"Ini menunjukkan bahwa pertarungan tampaknya masih sangat terbuka. Belum ada yang bisa disimpulkan unggul apalagi disebut dominan. Jarak antara Kaesang Pangarep dan Ahmad Luthfi juga dekat, cuma berbeda 2%-3% saja," terang Djayadi.
Saat disodorkan pertanyaan simulasi semi terbuka tersebut, Djayadi mengatakan 19,5% responden menjawab tidak tahu maupun tidak menjawab. Di sisi lain, alasan terbesar responden dalam memilih kandidat adalah belum mengetahui nama atau calon lain, yakni sebesar 16,1%. Sedangkan sebanyak 9,5% responden memilih calon karena berasal dari keluarga tokoh politik/masyarakat.
Baca juga : Empat Parpol Dukung Petahana di Pilkada Temanggung
Sigi yang dilakukan LSI tersebut menunjukkan bahwa faktor Jokowi masih memengaruhi pilihan responden terhadap Kaesang. Itu terlihat dari 31,6% responden yang memilih kandidat karena berasal dari keluarga tokoh politik/masyarakat cenderung memilih Kaesang. Sedangkan 23,2% dari alasan responden memilih berdasarkan sosok yang tegas/berwibawa lebih memilih Luthfi.
Berdasarkan simulasi enam kandidat, Kaesang kembali unggul dengan 25,6% disusul Luthfi (16,1%), Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 Taj Yasin Maimoen (13,4%), Bambang Pacul (9,7%), Abdul Wachid (6,2%), dan Sudaryono (6%). Adapun sisanya, 22,9%, mejawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Di sisi lain, Luthfi unggul dengan 24,2% dalam simulai empat kandidat tanpa memasukkan nama Kaesang. "Jadi kalau ada nama Kaesang, Ahmad Luthfi bertarsaing ketat dengan Kaesang. Kalau tidak ada Kaesang, Ahmad Luthfi cenderung unggul," ujar Djayadi.
Sementara itu, jika Luthfi dipasangkan dengan Kaesang sebagai calon gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah, pasangan tersebut dipilih 41,2% responden. Ini jauh mengungguli pasangan Sudaryono-Taj Yasin Maimoen (21,1%) dan Bambang Pacul-M Yusuf Chudlori (14%). (Z-2)
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
"Dari segi teoretis dan data empiris, pemilu yang baru dilaksanakan ini justru merugikan kualitas demokrasi."
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 di 24 daerah akan menimbulkan sejumlah konsekuensi.
WAKIL Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyoroti kompleksitas Pemilu serentak atau yang berlangsung bersamaan, terutama dalam konteks pemilihan legislatif dan presiden
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan Pemilu dan Pilkada serentak perlu ditinjau ulang. Ia menilai perlu dicari solusi terkait bagaimana pemilihan
Penyelenggaraan acara akan digelar pada Minggu, 2 Februari 2025, di Kalipepe Land, Boyolali dimulai pada pukul 17.00 WIB.
MOMEN pilkada yang sudah usai di berbagai daerah disebut harus jadi momentum kembali bersatunya berbagai pihak yang sempat saling berkontestasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved