Kamis 05 Desember 2019, 00:27 WIB

Mengatur Setingan AC yang Benar Saat Hujan

Nurtjahyadi | Otomotif
Mengatur Setingan AC yang Benar Saat Hujan

MI/ Bary Fathahilah
Pengendara menerobos genangan air saat melintas di Jalan Raya Bogor

 

TIDAK sedikit pengemudi kendaraan yang belum sepenuhnya memahami bagaimana cara mengoperasikan perangkat AC yang benar untuk mendapatkan manfaat secara maksimal. Sebagian besar pengemudi mengoperasikan AC secara berlebihan.

Disebut 'berlebihan' karena umumnya mereka mengoperasikan AC dengan setingan 'paling dingin' sehingga kabin mobil terasa seperti ruang penyimpanan daging dan sayuran. Celakannya lagi, mereka bangga kalau kabin mobil miliknya dingin seperti 'kulkas'.

Sejatinya perangkat penyejuk ruangan itu berfungsi untuk membuat kabin terasa nyaman. Artinya cukup sejuk untuk beraktivitas dalam kabin tanpa harus menggigil. Oleh karena itu sebaiknya menyeting suhu kabin sedikit di bawah suhu ruang yang nyaman sekitar 25-27 derajat Celsius.

Selain untuk mengusir panas dalam kabin, AC juga berfungsi untuk mencegah kaca berembun saat hujan. Ketika hujan otomatis suhu di luar kabin juga menjadi dingin. Kalau udara di dalam kabin lebih panas maka kandungan uap air yang ada dalam kabin terkondensasi di kaca bagian dalam kabin dan membentuk embun yang kerap mengganggu pandangan.

Untuk mencegah terjadinya pengembunan di kaca bagian dalam adalah dengan cara menyamakan suhu kabin dengan suhu udara di luar kabin. Langkah ini menjadi semakin mudah jika mobil Anda dilengkapi indikator suhu luar. Jika indikator suhu luar menunjukkan 26 derajat Celsius, maka aturlah level suhu kabin pada 26 derajat Celsius. Jika terasa kurang nyaman bisa diturunkan menjadi 25 atau 24 derajat.

Tidak dianjurkan pada kondisi itu menyetel suhu kabin jauh di bawah suhu luar, misalnya pada 18 derajat Celsius, kecuali suhu di luar menunjukkan 20 derajat Celsius. Jika suhu kabin jauh lebih dingin di bawah suhu di luar maka kembali akan terjadi kondensasi di permukaan kaca namun di bagian luar.

Embun pada permukaan kaca yang berada di bagian luar mungkin tidak terlalu masalah jika terjadi pada kaca depan mobil karena terbantu kehadiran perangkat wiper. Namun akan menjadi masalah jika terjadi di kaca samping dan belakang (beruntunglah jika mobil Anda dilengkapi wiper dan defogger di kaca belakang). Embun di kaca samping akan terasa mengganggu saat pengemudi butuh melongok kaca spion atau ingin melihat kondisi samping kendaraan. (OL-8)

Baca Juga

Dok. AHM

Naik Motor di Lintasan Off Road, Ini Perlengkapan Wajibnya

👤Ghani NUrcahyadi 🕔Selasa 01 Desember 2020, 23:32 WIB
Riding gear yang digunakan untuk kegiatan off road maupun di jalan raya tidak jauh berbeda, namun terdapat beberapa...
Dok. IMI

IMI Resmi Luncurkan Panduan Turing Sepeda Motor

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 01 Desember 2020, 23:18 WIB
Peluncuran panduan ini didahului dengan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan untuk meningkatkan kecintaan dan wawasan masyarakat otomotif...
YouTube Maserati

106 Tahun Maserati Dirayakan dengan A hingga Z

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 21:39 WIB
Film 'Maserati A-Z', merupakan perayaan brand. Film pendek yang menyoroti berbagai faktor di balik keberanian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya