Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Mengapa Balita Cepat Tertidur di Kendaraan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Basuki Eka Purnama
18/2/2026 10:27
Mengapa Balita Cepat Tertidur di Kendaraan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi(Freepik)

PERNAHKAH Anda memperhatikan betapa cepatnya balita terlelap saat diajak berkendara? Fenomena yang sering dianggap sebagai "keajaiban" oleh orangtua ini ternyata memiliki dasar ilmiah yang kuat. 

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University Dr. Yeni Quinta Mondiani, SpN menjelaskan bahwa kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.

Menurut Yeni, ruang di dalam mobil yang sedang bergerak menciptakan lingkungan yang aman, hangat, dan tenang, menyerupai suasana di dalam rahim. Kondisi ini memicu respons alami dari sistem sensorimotor bayi terhadap rangsangan eksternal.

Stimulasi Gerak dan Peran Serebrum

Gerakan mobil yang konsisten memberikan efek serupa ayunan yang membantu bayi merasa rileks. Secara biologis, hal ini berkaitan erat dengan koordinasi sistem saraf pusat dan jantung.

"Penelitian menunjukkan bahwa gerakan mengayun yang lembut dan konstan dapat mengatur sistem saraf pusat dan sistem jantung bayi secara terkoordinasi sehingga membuat mereka lebih tenang," jelas dr. Yeni.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa gerakan mengayun tersebut memengaruhi serebrum atau otak kecil. Sebagai bagian paling primitif dari sistem saraf pusat, serebrum selalu dalam kondisi waspada untuk memantau rangsangan lingkungan. 

Namun, ayunan kendaraan justru memicu respons parasimpatis yang menurunkan denyut jantung dan menciptakan rasa nyaman yang mendalam.

Kekuatan White Noise Mesin

Selain faktor gerak, dengungan mesin yang stabil berperan sebagai white noise. Suara ini mengandung semua frekuensi dengan intensitas yang sama, sehingga mampu menutupi kebisingan lain yang berpotensi mengejutkan bayi.

"Deru mesin kendaraan ini menghasilkan jenis white noise yang dapat meniru suara yang familiar bagi bayi saat masih berada di dalam rahim, sekaligus menutupi suara keras lain yang dapat menstimulasi otak bayi," ucap Yeni.

Secara teknis, white noise mendorong otak bayi untuk memasuki dan mempertahankan gelombang tidur yang ritmis. 

Kehadiran orangtua yang dekat selama perjalanan juga menambah rasa aman, sehingga balita merasa nyaman untuk "menonaktifkan" gangguan dunia luar dan tertidur pulas.

Tetap Prioritaskan Keamanan

Meski efektif untuk menidurkan anak, Yeni mengingatkan agar aspek keamanan tidak diabaikan. Penggunaan car seat yang tepat adalah keharusan saat berada di dalam mobil. 

Sementara bagi pengguna sepeda motor, pastikan posisi anak dalam kondisi "terikat" pada orangtua atau didekap oleh orang dewasa lain dengan baik.

Jika orangtua justru ingin balita tetap terjaga selama perjalanan,  Yeni menyarankan beberapa langkah praktis:

  • Pastikan bayi tidak dalam kondisi terlalu lelah sebelum berangkat.
  • Hindari memulai perjalanan 30–45 menit sebelum waktu tidur siang.
  • Tidak memberikan botol susu atau empeng yang memicu kantuk.
  • Ajaklah anak mengobrol secara aktif atau menepi sejenak untuk mencari suasana baru.

Dengan memahami mekanisme ini, orangtua dapat lebih bijak dalam mengatur kenyamanan dan keamanan buah hati selama di perjalanan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya