Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tips Memeriksa Kendaraan Pascabanjir, Prioritaskan Cabut Aki dan Cek Mesin

Basuki Eka Purnama
13/12/2025 21:33
Tips Memeriksa Kendaraan Pascabanjir, Prioritaskan Cabut Aki dan Cek Mesin
Ilustrasi--Warga melintas disamping mobil yang terendam banjir di pertokoan Galaxy, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025).(ANTARA/Fakhri Hermansyah)

BENCANA banjir sering kali meninggalkan dampak serius pada kendaraan, terutama mobil yang terendam air dan lumpur. Agar kerusakan tidak merembet menjadi masalah yang lebih kompleks dan memakan biaya besar, pengecekan yang teliti dan berkala adalah hal yang mutlak dilakukan.

Pereli nasional, Julian Johan, yang berpengalaman melintasi medan ekstrem, membagikan sejumlah tips krusial bagi pemilik kendaraan yang terdampak banjir. 

Menurut pria yang akrab disapa Jeje ini, langkah penyelamatan pertama yang paling penting adalah tindakan pencegahan terhadap sistem kelistrikan.

“Jadi yang paling pertama, paling aman itu kita cabut dulu kepala akinya, supaya enggak ada risiko korsleting dan lainnya,” ujar Julian Johan, dikutip Sabtu (13/12).

Setelah masalah kelistrikan diatasi sementara, langkah selanjutnya yang membutuhkan perhatian adalah pemeriksaan fisik secara menyeluruh, baik pada bagian luar maupun ruang dalam kendaraan. 

Untuk bagian luar, pemilik dapat membersihkannya secara mandiri atau membawanya ke layanan perawatan bodi seperti salon mobil.

Waspadai Sektor Mesin

Namun, bagian yang paling krusial dan harus diperiksa secara mendalam ketika kendaraan terendam banjir adalah sektor mesin. 

Komponen vital ini harus terlindungi dari masuknya air dan lumpur untuk menghindari kerusakan fatal. Jeje menekankan satu larangan utama: jangan langsung menyalakan mesin.

“Terkait sektor mesin, kita sebaiknya jangan langsung starter mobil saat akinya itu terpasang,” tegasnya.

Pemeriksaan awal yang bisa dilakukan adalah melihat kondisi oli mesin. 

“Sebaiknya kita lihat oli mesinnya dulu, kalau oli mesin warnanya sudah kental seperti susu, itu berarti air sudah ada yang masuk ke dalam mesin,” jelas Jeje.

Jika kondisi oli mesin sudah menyerupai susu, ini adalah indikasi bahwa air telah mencemari pelumas dan berpotensi menyebabkan kerusakan serius di dalam mesin. Pemilik yang tidak memiliki keahlian mekanik disarankan untuk tidak mencoba memperbaikinya sendiri, sebab tindakan yang salah justru akan sangat merugikan.

“Utamanya sih di situ. Jadi, pada intinya untuk mesin itu jangan langsung kita coba nyalain,” ujarnya. 

Jeje menambahkan, bahkan jika tidak ada air yang terlihat masuk ke dalam oli mesin, menyalakan mobil tidak serta merta menjamin kendaraan aman untuk dikendarai.

Cek Filter dan Oli Lain

Selain mesin, pengecekan juga perlu diperluas ke sistem dan komponen lain. Pemeriksaan wajib dilakukan pada sistem oli transmisi, serta sistem AC dan komponen yang ada di dalamnya.

“Jadi memang yang terkait filter, terkait oli, itu semua yang harus dipastikan bersih dan tidak tercampur sama air,” ungkap Jeje.

Pada intinya, semua komponen yang memiliki filter dan menggunakan oli harus diperiksa secara teliti untuk memastikan tidak ada kontaminasi air atau lumpur.

Perawatan kendaraan pasca-banjir memang menuntut waktu dan biaya yang tidak sedikit. Hal ini wajar, mengingat diperlukannya pengecekan komprehensif untuk mengembalikan performa kendaraan agar kembali prima seperti sediakala dan mencegah biaya perbaikan yang jauh lebih besar di masa mendatang. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik