Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Anak Pintar karena Gadget? Waspada Kehilangan Golden Period Otak

Intan Safitri
24/2/2026 20:52
Anak Pintar karena Gadget? Waspada Kehilangan Golden Period Otak
Anak bermain gadget bisa ganggu pertumbuhan otaknya.(Freepik)

BANYAK orang tua merasa bangga ketika buah hatinya yang masih balita sudah mahir menyebutkan warna dalam bahasa Inggris atau hafal lagu-lagu populer dari video di ponsel. Namun, kemampuan yang terlihat di permukaan ini seringkali semu. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperingatkan bahwa paparan gadget yang tidak terkontrol justru berisiko merampas Golden Period atau masa keemasan pertumbuhan otak anak.

Dalam seminar media yang digelar IDAI pada Selasa (24/2/), Subspesialis Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Farid Agung Rahmadi, menegaskan bahwa masa awal kehidupan adalah fase paling krusial bagi manusia.

Usia di Bawah 2 Tahun: Fase Kritis Pertumbuhan Otak

Menurut Farid, kelompok yang paling rentan terhadap dampak negatif screen time adalah anak-anak usia di bawah dua tahun. Pada periode ini, otak sedang tumbuh dan berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi.

“Kelompok yang paling berisiko terhadap screen time yang berlebihan adalah anak-anak terutama umur kurang dari dua tahun, karena pada saat golden period otak sedang tumbuh dan berkembang cepat-cepatnya,” ujar Farid dalam paparannya.

Ia menjelaskan, pada masa ini anak membutuhkan stimulasi langsung dari lingkungan nyata. Pembelajaran yang dominan dari layar tidak mampu menggantikan kebutuhan otak akan interaksi fisik dan sensorik yang kompleks.

Ilusi Kepintaran vs Gangguan Perkembangan Nyata

Salah satu alasan orang tua memberikan gadget adalah karena anak terlihat belajar sesuatu dengan cepat. Namun, dr. Farid mengingatkan bahwa paparan layar yang berlebihan justru bisa mengganggu proses perkembangan yang seharusnya terjadi secara alami.

Berdasarkan paparan medis IDAI, berikut adalah beberapa dampak negatif paparan gadget berlebih pada anak:

Aspek Perkembangan Risiko Dampak Negatif
Bahasa & Komunikasi Gangguan perkembangan bahasa atau speech delay.
Kemampuan Motorik Keterlambatan motorik karena kurangnya aktivitas fisik.
Perilaku Memicu hiperaktif dan inatensi (kurang fokus).
Kesehatan Fisik Gangguan tidur akibat cahaya biru (blue light) yang mengganggu hormon melatonin.

Artinya, meski anak bisa menghafal kosakata dari video, kualitas interaksi dua arah yang dibutuhkan untuk perkembangan sosial tetap tidak tergantikan oleh teknologi apa pun.

Bukan Sekadar Durasi, Tapi Kualitas Pendampingan

Farid menekankan bahwa masalahnya bukan hanya soal berapa lama waktu anak menatap layar. Screen time tanpa seleksi konten dan tanpa pendampingan orang tua juga masuk dalam kategori perilaku berisiko.

Screen time yang berlebihan atau screen time yang berisiko pada anak itu memiliki dampak merugikan terhadap kesehatan fisik maupun perkembangan,” jelasnya.

Pesan Kunci untuk Orang Tua:

Peran orang tua sangat signifikan untuk menghindarkan anak dari dampak buruk gadget. Pendampingan aktif saat anak terpapar layar adalah keharusan, bukan pilihan.

Jangan Tertukar Antara Cepat dan Tepat

Masa golden period bukan ajang untuk membuat anak "cepat bisa" dalam hal akademis semata. Masa ini adalah fondasi pembentukan kemampuan bahasa, motorik, emosi, dan sosial melalui interaksi langsung dengan manusia dan lingkungan.

Gadget memang tidak sepenuhnya dilarang dalam dunia modern, namun penggunaannya harus sangat dibatasi dan diawasi. Ketika layar menggantikan percakapan, permainan fisik, dan respons langsung dari orang tua, yang hilang bukan sekadar waktu, melainkan kesempatan emas perkembangan otak yang tidak akan pernah bisa diulang kembali. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya