Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

22 Kendaraan Mogok, SPBU Juanda Bekasi Tutup Akibat Pertalite Campur Air

 Gana Buana
01/3/2026 16:36
22 Kendaraan Mogok, SPBU Juanda Bekasi Tutup Akibat Pertalite Campur Air
Sebanyak 22 kendaraan mogok usai isi Pertalite campur air di SPBU Juanda Bekasi.(Dok. Info Bekasi)

STASIUN Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.171.46 yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, terpaksa menghentikan operasionalnya secara total sejak Sabtu (28/2) sore. Langkah ini diambil menyusul insiden puluhan kendaraan yang mogok massal akibat mengisi BBM jenis Pertalite yang tercampur air.

Berdasarkan data di lapangan, tercatat sedikitnya 22 kendaraan menjadi korban, terdiri dari 18 sepeda motor dan empat unit mobil. Insiden ini sempat viral di media sosial setelah sejumlah pengendara mengunggah video teknisi sedang menguras tangki kendaraan yang berisi cairan keruh mirip susu.

Kronologi Kendaraan Mogok Massal di Bekasi

Pengawas SPBU Juanda, Ragil Pambudi, menjelaskan bahwa laporan mulai ramai diterima pihak pengelola pada Sabtu sekitar pukul 17.30 WIB. Para pengendara mengeluhkan mesin kendaraan yang brebet hingga mati total hanya beberapa meter setelah meninggalkan area dispenser.

"Operasional langsung kami tutup sore itu juga untuk menghindari lebih banyak korban. Kami fokus pada penanganan konsumen yang terdampak di lokasi," ujar Ragil saat ditemui di Bekasi, Minggu (1/3).

Dugaan Penyebab: Masalah pada Tangki Pendam

Pihak SPBU menduga kuat kontaminasi air terjadi pada tangki penyimpanan bawah tanah (tangki pendam). Ragil menyebutkan bahwa saat kejadian, memang tengah dilakukan pekerjaan pemeliharaan di area instalasi tangki tersebut.

"Dugaan sementara air masuk ke tangki pendam karena posisi area tersebut sedang ada pengerjaan teknis. Kami pastikan ini bukan dari mobil tangki pengangkut, melainkan masalah pada instalasi penyimpanan kami," tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa lokasi SPBU tersebut tidak sedang mengalami banjir saat insiden terjadi.

Langkah Pertanggungjawaban dan Kompensasi

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) telah menginstruksikan pihak SPBU untuk bertanggung jawab penuh. Sebagai langkah awal, pihak SPBU telah membuka Posko Pengaduan di area kantor operasional.

Bentuk kompensasi yang diberikan kepada pemilik kendaraan terdampak meliputi:

  • Pengurasan tangki bahan bakar secara menyeluruh oleh teknisi.
  • Penggantian bahan bakar yang terkontaminasi dengan BBM jenis Pertamax secara gratis.
  • Pendataan untuk perbaikan kerusakan mesin jika ditemukan kendala lebih lanjut di bengkel resmi.

Investigasi Pertamina dan Penutupan Sementara

Hingga saat ini, tim teknis dari Pertamina masih melakukan investigasi mendalam dan pengecekan laboratorium terhadap sampel BBM di SPBU Juanda. Garis pembatas telah dipasang di area dispenser guna memastikan tidak ada aktivitas pengisian selama proses investigasi berlangsung.

"Kami belum bisa memastikan kapan akan beroperasi kembali. SPBU akan dibuka setelah ada keputusan dari Pertamina pusat bahwa seluruh fasilitas sudah benar-benar aman dan steril dari unsur air," tutup Ragil.

Bagi masyarakat Bekasi Timur yang membutuhkan BBM, disarankan untuk beralih sementara ke SPBU terdekat lainnya seperti SPBU di Jalan KH Agus Salim atau SPBU Juanda lainnya yang berjarak sekitar 1-2 kilometer dari lokasi kejadian. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya