Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur mendalami dugaan tindak pidana penelantaran anak dalam kasus balita yang kerap ditinggal sendirian di rumah di kawasan Rawa Bunga, Jatinegara.
Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sri Yatmini mengatakan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan terpenuhinya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
“Ini masih dalam pendalaman kami. Tentunya saya sudah edukasi bahwa tidak menyekolahkan saja, anak tidak disekolahkan saja, itu sudah masuk perlakuan salah atau penelantaran,” kata Sri dikutip dari Antara, Rabu (7/1).
Sri menjelaskan, dalam kasus ini anak tertua berusia sekitar tujuh tahun diduga ikut mengasuh dua adiknya yang masih balita. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengarah pada eksploitasi anak oleh orang tua.
“Anak yang tujuh tahun ini mengasuh kedua adiknya saja, itu orang tuanya sudah melakukan eksploitasi,” katanya.
Ia menegaskan, tindakan orang tua yang membebankan pengasuhan kepada anak di bawah umur dapat berdampak pada kondisi psikologis anak. Hal itu juga berpotensi mendorong anak mengambil tindakan berisiko.
“Karena itu perlu dipahami bersama bahwa tindakan orang tua yang sudah dewasa ini berdampak pada psikis anak sehingga kemungkinan mengakibatkan dia mengambil jalan pintas. Itu nanti akan kami dalami, dan ada pidananya,” ujar Sri.
Berdasarkan keterangan sementara, ibu dari ketiga anak tersebut diketahui bekerja di wilayah Makassar, Jakarta Timur. Kebiasaan meninggalkan anak-anak di rumah tanpa pengawasan orang dewasa disebut kerap terjadi.
“Bukan karena mengejar sesuatu, tapi memang ibunya bekerja. Dan itu sering, memang sering,” katanya.
Sri menambahkan, warga sekitar sudah mengetahui kebiasaan sang ibu yang kerap meninggalkan anak-anaknya dalam kondisi kurang terurus. Bahkan, tetangga disebut sering membantu memenuhi kebutuhan makan anak-anak tersebut.
“Tetangga itu peduli, sangat peduli. Makanya tetangga itu sudah hafal dengan kejadian itu. Memang cukup kurus-kurus anaknya, tidak terurus. Sampai saya gendong, luar biasa. Anak segitu mandi, makan saja mungkin belum bisa,” ujar Sri.
Ia menyebut, warga kerap memberikan makanan karena merasa iba terhadap kondisi anak-anak tersebut.
“Jadi tetangganya itu yang peduli suka melemparkan makanan. Di sana aksesnya hanya lorong untuk jalan kaki, tidak bisa motor. Mereka bergandengan dengan tetangga, suka minta makanan dari sana-sini,” katanya.
Dalam penanganan kasus ini, Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur juga memastikan pendampingan psikologis bagi anak-anak tersebut. Penyelidikan dilakukan tidak hanya pada aspek hukum, tetapi juga pemulihan kondisi korban.
“Semua masih kami dalami,” ujar Sri.
Sebagaimana diberitakan, seorang balita berusia tiga tahun berinisial AC mengalami luka jahit di bagian dagu setelah terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di kawasan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur.
(Ant/P-4)
Seorang balita berusia tiga tahun terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di Jatinegara, Jakarta Timur, dan mengalami luka di bagian dagu.
Polisi mengungkap kronologi balita usia tiga tahun yang melompat dari balkon rumah kontrakan di Jatinegara. Tiga anak ditemukan terkunci dan kini dilindungi Unit PPA.
Jasad korban ditemukan oleh petugas gabungan di Kali Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (18/1) sore.
Beberapa titik evakuasi meliputi Jalan Perintis Kemerdekaan (Pulo Gadung), Gang Galur Kanal Banjir Timur (Pulo Gebang), area TPU Kampung Dukuh, serta Jalan Raya Bogor
Niat jahat itu muncul karena kunci motor korban masih tergantung di kendaraan.
Polisi mengungkap kronologi balita usia tiga tahun yang melompat dari balkon rumah kontrakan di Jatinegara. Tiga anak ditemukan terkunci dan kini dilindungi Unit PPA.
tawuran antar kelompok pelajar kembali terjadi di Jakarta Timur pada hari kedua masjk sekolah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved