Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Balita Jatuh dari Balkon saat Diasuh Kakaknya, Polisi Dalami Dugaan Penelantaran Anak

Media Indonesia
07/1/2026 17:26
Balita Jatuh dari Balkon saat Diasuh Kakaknya, Polisi Dalami Dugaan Penelantaran Anak
Lokasi balita inisial AC (3) jatuh dari balkon rumah berlantai dua di Jalan Swadaya IV Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026) sore.(ANTARA/Siti Nurhaliza)

UNIT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur mendalami dugaan tindak pidana penelantaran anak dalam kasus balita yang kerap ditinggal sendirian di rumah di kawasan Rawa Bunga, Jatinegara.

Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sri Yatmini mengatakan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan terpenuhinya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Ini masih dalam pendalaman kami. Tentunya saya sudah edukasi bahwa tidak menyekolahkan saja, anak tidak disekolahkan saja, itu sudah masuk perlakuan salah atau penelantaran,” kata Sri dikutip dari Antara, Rabu (7/1).

Sri menjelaskan, dalam kasus ini anak tertua berusia sekitar tujuh tahun diduga ikut mengasuh dua adiknya yang masih balita. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengarah pada eksploitasi anak oleh orang tua.

“Anak yang tujuh tahun ini mengasuh kedua adiknya saja, itu orang tuanya sudah melakukan eksploitasi,” katanya.

Ia menegaskan, tindakan orang tua yang membebankan pengasuhan kepada anak di bawah umur dapat berdampak pada kondisi psikologis anak. Hal itu juga berpotensi mendorong anak mengambil tindakan berisiko.

“Karena itu perlu dipahami bersama bahwa tindakan orang tua yang sudah dewasa ini berdampak pada psikis anak sehingga kemungkinan mengakibatkan dia mengambil jalan pintas. Itu nanti akan kami dalami, dan ada pidananya,” ujar Sri.

Berdasarkan keterangan sementara, ibu dari ketiga anak tersebut diketahui bekerja di wilayah Makassar, Jakarta Timur. Kebiasaan meninggalkan anak-anak di rumah tanpa pengawasan orang dewasa disebut kerap terjadi.

“Bukan karena mengejar sesuatu, tapi memang ibunya bekerja. Dan itu sering, memang sering,” katanya.

Sri menambahkan, warga sekitar sudah mengetahui kebiasaan sang ibu yang kerap meninggalkan anak-anaknya dalam kondisi kurang terurus. Bahkan, tetangga disebut sering membantu memenuhi kebutuhan makan anak-anak tersebut.

“Tetangga itu peduli, sangat peduli. Makanya tetangga itu sudah hafal dengan kejadian itu. Memang cukup kurus-kurus anaknya, tidak terurus. Sampai saya gendong, luar biasa. Anak segitu mandi, makan saja mungkin belum bisa,” ujar Sri.

Ia menyebut, warga kerap memberikan makanan karena merasa iba terhadap kondisi anak-anak tersebut.

“Jadi tetangganya itu yang peduli suka melemparkan makanan. Di sana aksesnya hanya lorong untuk jalan kaki, tidak bisa motor. Mereka bergandengan dengan tetangga, suka minta makanan dari sana-sini,” katanya.

Dalam penanganan kasus ini, Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur juga memastikan pendampingan psikologis bagi anak-anak tersebut. Penyelidikan dilakukan tidak hanya pada aspek hukum, tetapi juga pemulihan kondisi korban.

“Semua masih kami dalami,” ujar Sri.

Sebagaimana diberitakan, seorang balita berusia tiga tahun berinisial AC mengalami luka jahit di bagian dagu setelah terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di kawasan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur.
(Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya