Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Elena Rybakina Juara WTA Finals 2025

Budi Ernanto
09/11/2025 21:21
Elena Rybakina Juara WTA Finals 2025
Elena Rybakina.(AFP/FAYEZ NURELDINE)

ELENA Rybakina menutup tahun dengan gemilang setelah menaklukkan Aryna Sabalenka 6-3, 7-6(0) di partai puncak WTA Finals 2025 yang digelar di Riyadh, Sabtu (8/11) malam waktu setempat atau Minggu dini hari WIB. Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Rybakina menjadi 11 pertandingan beruntun.

“Saya berusaha untuk tetap fokus,” kata Rybakina dalam konferensi pers pascapertandingan.

“Dan saya pikir bahkan saat tiebreak, baru ketika saya mendengar permainan, set, pertandingan, saya menyadari bahwa, ya, pertandingan sudah selesai, karena saya juga pernah mengalami, berada di posisi unggul saat tiebreak dan kalah. Jadi, sejujurnya, saya hanya benar-benar fokus.”

Rybakina kini mengoleksi tiga gelar WTA musim ini, setelah Strasbourg dan Ningbo, serta menjadi petenis ke-10 dalam satu dekade terakhir yang berhasil menjuarai WTA Finals untuk pertama kalinya.

Ia finis sebagai runner-up dalam daftar petenis tersukses musim ini, di bawah Sabalenka yang menorehkan empat gelar, dan sejajar dengan Iga Swiatek serta Jessica Pegula yang juga meraih tiga. Catatan Rybakina kini 58 kemenangan dan 19 kekalahan, rekor terbaik sepanjang kariernya.

Kemenangan di Riyadh juga memperkecil rekor pertemuannya dengan Sabalenka menjadi 8-6, dengan tiga di antaranya diraih di partai final, Indian Wells 2023, Brisbane 2024, dan kini Riyadh 2025.

Set kedua berjalan ketat. Sabalenka sempat menyelamatkan empat break point di dua gim berbeda, tetapi gagal mempertahankan konsistensinya di tiebreak.

Menariknya, ini menjadi pertama kalinya dalam karier Sabalenka kalah 0-7 di tiebreak, padahal musim ini ia mencatat rekor 22 kemenangan dalam situasi tersebut, terbanyak di era Terbuka.

Laga berdurasi 1 jam 47 menit itu mencatat Rybakina menorehkan 13 ace dan satu break point sukses dari enam peluang, sedangkan Sabalenka gagal mengonversi lima kesempatan.

“Dia bermain luar biasa. Saya merasa telah melakukan yang terbaik hari ini,” kata Sabalenka.

“Memang tidak berhasil, tetapi saya pikir ada banyak hal yang patut saya banggakan. Dan ya, saya meninggalkan turnamen ini tanpa kekecewaan. Saya meninggalkan turnamen ini dengan rasa bangga pada diri sendiri dan hal-hal yang telah kami capai.”

Sabalenka menutup tahun dengan empat gelar dan 63 kemenangan pertandingan, termasuk Amerika Serikat Terbuka 2025 dan dua trofi WTA 1000. Ia akan mengakhiri musim ini sebagai petenis nomor satu dunia untuk tahun kedua berturut-turut, prestasi yang hanya pernah dicapai tujuh petenis dalam sejarah.

Sementara itu, Rybakina akan mengakhiri musim di peringkat kelima dunia, peringkat tertinggi sepanjang kariernya. (Ant/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya