Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putra bulu tangkis Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi juara Indonesia Master II 2025, setelah sukses mengalahkan pasangan gado gado Korea Selatan-Malaysia, Choi Sol Gyu/Goh V Shem dengan skor 21-18, 17-21, dan 24-22 di laga final di GOR PBSI Sumatra Utara, Minggu (26/10).
Nikolaus bersyukur bisa memenangkan laga yang disebutnya sungguh menegangkan.
"Tadi, di gim pertama, kita bermain menyerang karena kita di posisi menang angin dan ketika di gim kedua kita sempat unggul di 11-9," kata
Nikolaus setelah bertanding.
"Tetapi kita malah tergesa gesa untuk menyerang, jadi mereka sudah nungguin pukulan kita dan kita tidak antisipasi itu, jadi kita malah harus kalah di gim kedua dengan 13-21," sambungnya.
Di gim ketiga, mereka menerapkan pola dan ketika berpindah tempat pada masa interval mereka mencoba bermain lebih sabar.
Keputusan itu berhasil, sampai memimpin 20-19. Pada posisi ini Nikolaus mengaku tangan gemetar ketika kebagian servis yang akhirnya gagal ia lakukan.
"Tapi pelatih dan partner saya terus meyakinkan saya untuk mengambil kesempatan ini untuk menjadi juara super 100," kata dia.
Walaupun kita diminta tenang dan sabar, kita tetap menyerang karena bagi kita, pertahanan terbaik adalah menyerang," lanjut Nikolaus.
Raymond/Nikolaus kini mengalihkan perhatian ke turnamen Super 300 di Korea yang berlangsung pekan depan.
Menjuarai Indonesia Masters II 2025 menjadi modal berharga di Korea nanti sehingga bisa tampil lebih baik ketimbang di Macau Terbuka.
"Kemenangan ini pastinya kita persembahkan untuk Indonesia. Semoga dengan gelar juara ini grafik bisa bisa lebih," kata Nikolaus.
Raymond menimpali bahwa lawan mereka dalam final memiliki kelebihan dan hal pengalaman dan senioritas yang membuat mereka lebih tenang walaupun dalam keadaan tertinggal.
"Tadi, di poin kritis, saya kayak de javu saja karena saya pernah tiga kali final dan kalah terus di poin mepet-mepet gitu. Rasanya bebannya berat aja gitu ke sendiri karena pingin menang banget," kata Raymond.
"Akhirnya lega banget saya bisa juara Super 100, sebelumnya dengan partner yang beda gagal dua kali di final. Dengan Joaquin juga sudah gagal sekali untuk juara."
"Dukungan penonton sangat memberikan semangat buat kita, apalagi papa dan mamanya Joaquin juga hadir di sini," pungkas Raymond. (Ant/Z-1)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Bagi Muhammad Rian Ardianto, BATC 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat kemitraannya dengan Rahmat Hidayat dalam format turnamen beregu.
Leo Rolly Carnando tidak dapat menyembunyikan rasa emosionalnya sesaat setelah poin terakhir diraih.
Di babak perempat final Indonesia Masters, Raymond/Joaquin akan berhadapan dengan sesama ganda putra Indonesia, Fajar/Fikri.
Indonesia terakhir kali mencicipi gelar juara sektor ganda putra di Indonesia Masters pada edisi 2023, melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Di India Terbuka, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pasangan Indonesia menyerah dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 13-21.
Menatap laga semifinal, Fikri menyadari tantangan tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved