Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Marc Marquez menyegel gelar juara GP Belanda di Sirkuit Assen, Minggu (29/6).
Marquez mengklaim kemenangan setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 40 menit 14,072 detik, hanya selisih 0,6 detik dari pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi, yang finis di posisi kedua.
Saat Marquez dan Bezzecchi memukau di depan, pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia hanya terpaut beberapa detik dari kemenangan di posisi ketiga.
Di lap pembuka, Bagnaia melakukan start dari tengah baris terdepan dan meraih posisi terdepan di tikungan 1 saat pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo tersalip.
Quartararo turun ke posisi keempat, sementara Alex Marquez di posisi kedua dan Marc Marquez di posisi ketiga -- sebelum berubah posisi.
Marc Marquez berhasil menyalip rival utamanya dalam perebutan gelar di tikungan 1 pada lap 2 untuk berada di belakang rekan setimnya Bagnaia, dan Bezzecchi kemudian mengambil alih posisi ketiga dari Alex Marquez di akhir lap 2.
Kecepatan awal Quartararo menurun. Pembalap Prancis itu turun ke posisi ketujuh di belakang pembalap Red Bull KTM Factory Racing Pedro Acosta dan pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Franco Morbidelli saat Acosta menjadi pembalap terakhir yang berjuang keras untuk melewati Alex Marquez.
Di lap kelima dari 26, Bagnaia memimpin Marc Marquez dan Bezzecchi, dengan Acosta, Alex Marquez, dan Morbidelli berada tepat di belakang. Namun, pemimpin di akhir lap 5 bukanlah Bagnaia saat Marc Marquez menerjang bagian dalam rekan stimnya itu.
Kemudian, di lap 6, terjadi drama. Alex Marquez dan Acosta saling bergesekan di tikungan 5 dan menuju lintasan lurus belakang, Marquez tiba-tiba terjatuh.
Sementara itu, Marc Marquez tetap di depan tetapi pada lap 8, Bezzecchi bergerak ke Bagnaia untuk menerkam posisi kedua, lalu Acosta menyalip Bagnaia, dan bintang KTM itu naik ke posisi ketiga.
Di Lap 13, Marc Marquez mulai memacu kecepatannya. Di lap 20 Marc Marquez mengunggulo Bezzecchi dengan selisih 0,2 detik, dengan Bagnaia 0,5 detik di belakang Aprilia dan Acosta 0,7 detik di belakang Ducati. Dua lap kemudian, Bezzecchi terus menempeli ban belakang Marquez.
Di lap 23, Bezzecchi tetap tertinggal 0,2 detik dan tidak bisa cukup dekat untuk menerjang Marc Marquez secara realistis. Lap selanjutnya, Bezzecchi terus menekan, tetapi Marquez tidak melenceng, dan Bagnaia kini terpaut 0,9 detik dari rekan senegaranya itu.
Bezzecchi tidak bisa mendekat dan Marquez bermain dengan selisih 0,7 detik menuju lap terakhir. Dengan Ducati-nya yang bertenaga melewati tikungan terakhir, Marc Marquez meraih kemenangan di Assen untuk menyamai rekor Legenda MotoGP Giacomo Agostini dengan 68 kemenangan MotoGP.
Toprak Razgatlioglu, bintang balap asal Turki yang baru saja menyandang gelar Juara Dunia WSBK 2025, resmi memperkenalkan diri sebagai penggawa anyar tim Prima Pramac Yamaha.
Franco Morbidelli mencatat bahwa meskipun musim lalu memberikan banyak pelajaran positif, terutama di paruh pertama, masih ada celah besar yang harus ditutupi oleh tim teknis.
Desain livery Ducati Desmosedici GP untuk musim ini dikerjakan oleh Aldo Drudi dari Drudi Performance.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Saat ini, kalender balap MotoGP dinilai masih sangat didominasi oleh pasar Eropa, dengan 14 dari 22 seri balapan masih dilangsungkan di Benua Biru tersebut.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved