Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Francesco Bagnaia bertekad meraih hasil lebih baik dalam GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo akhir pekan ini.
Bagnaia hanya sanggup meraih dua kali tempat ketiga pada seri perdana dua pekan lalu di Thailand. Pada balapan di Sirkuit Internasional Chang itu, Bagnaia dua kali finis tempat ketiga di belakang Alex Marquez dan Marc Marquez.
"Di Thailand, itu bukan GP yang mudah, kami cepat, solid, kami meraih dua posisi ketiga, tetapi kami tidak sempurna," kata Bagnaia.
"Kami harus memperbaiki beberapa faktor dan aspek agar dapat sepenuhnya kompetitif," tambah dia.
Berbeda dengan rekan setimnya Marc Marquez yang menjadi rider tersukses dengan tiga kemenangan, Bagnaia sulit menaklukkan Termas de Rio Hondo.
Dari dua kali balapan kelas utama pada 2022 dan 2023 ketika dia menjuarainya, posisi terbaik Bagnaia adalah pada 2022 saat finis kelima.
Pada tahun berikutnya, pembalap Italia itu tak dapat berbuat banyak setelah finis keenam di Sprint dan posisi 16 di balapan utama.
"Kami kembali balapan di Argentina, trek yang sangat cepat yang dapat beradaptasi dengan baik dengan Desmosedici GP," tutur dia.
Seri kedua MotoGP 2025 di Argentina akan dimulai esok Jumat dengan berbagai rangkaian latihan dan kualifikasi sampai Satu, sedangkan balapan utama dengan 25 lap digelar pada Senin (17/3) pukul 01.00 WIB. (I-3)
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Hingga kini, Jorge Martin masih dalam masa pemulihan pascaoperasi bahu akibat insiden di Motegi, Jepang.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved