Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
JANNIK Sinner menderita kekalahan yang memilukan pada Rabu (2/10) malam di final China Open (Tiongkok Terbuka) melawan Carlos Alcaraz, namun petenis Italia itu mampu melihat kembali pertandingan itu dengan cara yang positif.
"Selalu menyenangkan menjadi bagian dari pertandingan seperti ini. Tentu saja saya kecewa karena hasilnya tidak sesuai harapan. Pertandingan seperti ini bisa menguntungkan kedua belah pihak. Namun, hari ini bukan hari saya," kata Sinner seperti dilansir dari Antara, Kamis (3/10).
"Ia bermain lebih baik di momen-momen penting. Itu saja. Saya bangga lagi dengan pekan yang hebat, mencapai final di sini. Tahun lalu saya menang di sini. Yang pasti, ini adalah tempat yang saya sukai untuk bermain, jadi saya sudah menantikan tahun depan."
Baca juga : Kalahkan Jannik Sinner, Carlos Alcaraz Juarai China Open
Persaingan head to head antara Alcaraz dan Sinner, yang kini diungguli petenis Spanyol itu dengan skor 6-4, telah berubah menjadi salah satu persaingan paling memikat dalam olahraga tenis. Sinner mengucapkan rasa terima kasihnya karena bisa bersaing dengan lawan yang tangguh.
"Saya merasa selalu hebat saat kami bertemu. Kami mencoba mendorong diri kami dan satu sama lain hingga batas maksimal. Bagi saya, dia adalah titik acuan di mana saya berusaha," kata Sinner.
"Hari ini saya juga melihat beberapa hal yang perlu saya tingkatkan. Bukan hanya dia, ada juga pemain lain. Selalu menyenangkan berbagi lapangan dengannya. Saya merasa para penggemar juga menyukainya. Biasanya pertandingan berlangsung cukup lama, penuh fisik, ada banyak titik balik... Selalu menyenangkan."
Baca juga : Alcaraz Masuki Babak Kedua China Open
"Merasa istimewa dan terhormat bisa berbagi lapangan dengannya. Seperti yang saya katakan, kami berdua berusaha untuk menang. Kami berusaha berkonsentrasi pada setiap poin. Memiliki sikap yang hebat di lapangan, membuat pertandingan selalu sangat menarik," ujar petenis berusia 23 tahun itu.
Menurut statistik ATP, Sinner memasuki tie-break set terakhir setelah mengklaim 18 dari 19 tie-break sebelumnya, termasuk satu di set pertama final. Namun, Alcaraz bangkit dari defisit 0/3 untuk meraih kemenangan. "Marginnya sangat kecil. Dalam tie-break, marginnya kecil, tetapi tampak sangat besar. Itu saja. Anda harus menerimanya," kata Sinner.
"Anda harus terus berusaha pada beberapa hal. Saya memenangi banyak tie-break pada periode terakhir. Yang ini, hilang begitu saja. Itu saja. Semuanya baik-baik saja."
Baca juga : Tundukkan Daniil Medvedev, Carlos Alcaraz ke Final China Open
Saat ini Sinner segera mengalihkan perhatiannya ke Shanghai Masters di mana ia akan mengejar gelar ketujuhnya musim ini dan melanjutkan upayanya untuk mengklaim gelar ATP No.1 akhir tahun. Ia mengungguli Alcaraz dengan 2.820 poin dalam ATP Live Race to Turin.
"Shanghai benar-benar berbeda karena situasinya berbeda. Mudah-mudahan saya bisa menemukan ritme dengan cukup cepat. Yang pasti ini akan menjadi pertandingan babak pertama yang sulit. Setiap turnamen sulit untuk dimainkan di babak pertama," ujar Sinner.
"Yang pasti ada hal-hal yang dapat saya tingkatkan. Kami akan berusaha untuk menjadi pemain yang lebih baik dan juga pribadi yang lebih baik. Selain itu, kerja keras tidak pernah berhenti." (Z-6)
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Ia akan menghadapi Jannik Sinner atau Novak Djokovic pada Minggu (1/2) untuk memperebutkan trofi.
Langkah petenis berusia 38 tahun itu menuju semifinal Australia Terbuka tahun ini terbilang unik. Ia mendapatkan tiket empat besar setelah Lorenzo Musetti.
JUARA bertahan Jannik Sinner menegaskan kesiapannya menghadapi Novak Djokovic pada babak semifinal Australia Terbuka setelah menyingkirkan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton.
Jika terus melaju, Sinner berpeluang menghadapi laga blockbuster melawan Novak Djokovic di babak semifinal.
Jannik Sinner melenggang ke babak kedua setelah lawannya, Hugo Gaston, memutuskan mundur di tengah pertandingan yang berlangsung di Rod Laver Arena, Selasa (20/1).
Mulai musim 2026, ATP akan memperkenalkan aturan extreme heat rule yang memungkinkan pemain putra dalam pertandingan tunggal mengambil jeda pendinginan selama 10 menit.
Jannik Sinner kembali menjuarai turnamen akhir musim tanpa kehilangan satu set pun dan memperkecil jarak rivalitasnya dengan Carlos Alcaraz.
Jannik Sinner lolos ke perempat final Rolex Paris Masters 2025 usai kalahkan Francisco Cerundolo. Ia berpeluang merebut kembali posisi No 1 dunia.
Cameron Norrie gagal melanjutkan performa gemilangnya di Paris Masters setelah kalah dari Valentin Vacherot dua set langsung.
Jannik Sinner mengalahkan Alexander Zverev 3-6, 6-3, dan 7-5 di lapangan indoor Erste Bank Open di Wina, Austria.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved