Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JANNIK Sinner kembali mencatatkan prestasi besar setelah mempertahankan gelar turnamen akhir musim untuk tahun kedua berturut-turut. Petenis Italia itu memastikan kemenangan tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen, termasuk kemenangan di final dengan skor 7-6 (7-4), 7-5. Hasil ini sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkannya di lapangan keras indoor menjadi 31 pertandingan.
Kemenangan ini merupakan yang kedua bagi Sinner dalam enam final melawan Carlos Alcaraz musim ini, sekaligus mempersempit rekor pertemuan mereka menjadi 10-6. Sepanjang kalender tur 2025, keduanya tampil dominan dengan total 14 gelar, termasuk empat Grand Slam, menjadikan rivalitas “Sincaraz” sebagai sorotan utama dunia tenis.
Duel keduanya mencapai puncak pada final Roland Garros, ketika Alcaraz bangkit dari ketertinggalan dua set dan menyelamatkan tiga championship point untuk merebut gelar. Musim ini, Alcaraz juga menjuarai Roma, Cincinnati, dan US Open, sementara Sinner memenangkan Wimbledon dan menutup tahun dengan gelar di depan publik sendiri.
Dalam pidato kemenangannya, Sinner memberikan penghormatan kepada rivalnya itu. “Kamu benar-benar pemain yang aku kagumi, sangat memotivasi. Aku berharap bisa bertemu denganmu lagi tahun depan dengan perjuangan hebat di depan kita,” ujar Sinner. Ia juga mengakui ketatnya laga final, terutama ketika harus menyelamatkan set point pada set pertama. "Ini sangat berarti bagi saya. Bermain melawan Carlos, Anda harus bermain sebaik mungkin."
Alcaraz, yang memenangi tujuh dari sembilan pertemuan terakhir keduanya, merespons dengan optimistis. “Tahun ini adalah tahun yang luar biasa bagi Jannik dan sekarang saatnya untuk beristirahat. Saya harap kamu siap untuk tahun depan karena saya juga siap. Semoga saya bisa bermain lebih banyak di final melawanmu.” katanya.
Meski gagal merebut peringkat satu dunia di akhir musim, Sinner menyebut tak ada cara yang lebih baik untuk menutup tahun 2025. Ia meraih dua gelar Grand Slam, termasuk gelar Wimbledon pertamanya. Ia mencapai final di seluruh turnamen mayor meski sempat absen tiga bulan karena sanksi doping. Dari 12 turnamen yang ia ikuti, Sinner maju ke final di 10 di antaranya dan memenangkan enam gelar.
Kemenangan ini juga memperpanjang rekornya di turnamen penutup musim, di mana ia belum terkalahkan sejak final 2023 melawan Novak Djokovic. Ia menjadi pemain keempat yang berhasil mempertahankan gelar tunggal putra di ajang tersebut pada abad ini, setelah Lleyton Hewitt, Roger Federer, dan Djokovic.
Di lapangan, pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Set pertama berakhir tanpa break point hingga game ke-11, sebelum Sinner menyelamatkan set point dan mendominasi tie-break.
Pada set kedua, Sinner sempat kehilangan servis akibat dua double fault, namun membalas dengan break pada game keenam dan menahan tekanan hingga akhirnya memastikan kemenangan saat Alcaraz melakukan dua kesalahan beruntun di game terakhir.
Dengan performa impresif kedua pemain yang masing-masing masih berusia 22 dan 24 tahun, dunia tenis diprediksi akan menyaksikan dominasi dan rivalitas mereka berlanjut pada musim depan. (BBC/Z-2)
Carlos Alcaraz melangkah ke babak kedua Australia Terbuka 2026 usai menundukkan petenis tuan rumah Adam Walton dengan skor 6-3, 7-6(2), 6-2.
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Spanyol yang dipimpin kapten David Ferrer akan mengandalkan Jaume Munar, Pedro Martinez, dan Pablo Carreno Busta.
JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals.
Mulai musim 2026, ATP akan memperkenalkan aturan extreme heat rule yang memungkinkan pemain putra dalam pertandingan tunggal mengambil jeda pendinginan selama 10 menit.
Jannik Sinner lolos ke perempat final Rolex Paris Masters 2025 usai kalahkan Francisco Cerundolo. Ia berpeluang merebut kembali posisi No 1 dunia.
Cameron Norrie gagal melanjutkan performa gemilangnya di Paris Masters setelah kalah dari Valentin Vacherot dua set langsung.
Jannik Sinner mengalahkan Alexander Zverev 3-6, 6-3, dan 7-5 di lapangan indoor Erste Bank Open di Wina, Austria.
Jannik Sinner mengalahkan Alexander Bublik dengan skor 6-4 dan 6-4 untuk mencapai semifinal Erste Bank Open di Wina, dua kemenangan lagi menuju gelar keempatnya di 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved