Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JANNIK Sinner sukses mengatasi masalah kram untuk menegaskan kembali dominasinya di lapangan indoor Erste Bank Open di Wina, Austria.
Unggulan teratas di ajang ATP 500 itu bangkit untuk mengalahkan Alexander Zverev 3-6, 6-3, dan 7-5 untuk merebut kembali gelar di turnamen yang sebelumnya ia menangi pada 2023.
"Rasanya luar biasa," kata Sinner, yang kini mencatatkan 21 kemenangan beruntun di lapangan keras indoor, dikutip dari ATP, Senin (27/10).
Sinner berjuang keras untuk mengatasi awal yang impresif dari Zverev dan juga mengatasi kesulitan fisik di set pertama dan ketiga untuk menutup kemenangan dalam pertandingan selama 2 jam 29 menit itu dan memastikan gelar juara ke-21 di level tur.
"Awal final ini sangat sulit bagi saya. Saya tertinggal satu break, punya beberapa peluang di set pertama, tapi gagal memanfaatkannya. Dia melakukan servis dengan sangat baik, tapi saya hanya berusaha untuk tetap fokus secara mental dan memainkan tenis terbaik saya saat itu tiba," ujar Sinner.
"Set ketiga terasa seperti rollercoaster, tapi saya merasakan bola dengan sangat baik di beberapa kesempatan, jadi saya berusaha keras dan tentu saja saya sangat senang bisa memenangi gelar lagi. Ini sangat istimewa," tambahnya.
Zverev memukul bola dengan baik di awal pertandingan, mendapatkan break pembuka di gim keempat ketika Sinner mulai bergerak hati-hati dan pincang, mengingatkan ketika petenis Italia itu mundur karena kram di Shanghai awal bulan ini.
Zverev, yang juga mantan juara di Wina pada 2021, menutup set tersebut, tetapi Sinner segera mengatasi masalah fisiknya dengan penampilan berkelas di set kedua.
Petenis No.2 dunia itu kemudian mulai berjuang melawan kram di hamstring kirinya pada gim ketujuh set ketiga, tepat ketika pertemuan kedelapannya di level tur dengan Zverev mencapai puncaknya.
Namun, usai jeda singkat ia meningkatkan agresivitas dalam permainannya untuk memperpendek reli, Sinner terus menekan lawannya.
Petenis Italia itu meraih break yang menentukan untuk kedudukan 6-5 di set ketiga setelah memenangi pertukaran bola dari baseline ketika backhand Zverev terlalu jauh.
Ia segera melakukan servis untuk mengunci kemenangan. Gelar keempatnya musim ini, menyamakan kedudukan seri head to head dengan Zverev menjadi 4-4, dan bergabung dengan Roger Federer dan Andy Murray sebagai anggota klub ATP No. 1 yang meraih kemenangan dua kali di Wina.
"Tentu saja itu sangat sulit," kata Sinner tentang perjuangan fisiknya di set ketiga.
"Yang terpenting adalah tidak menyerah dan mencoba bertahan. Cobalah untuk melihat situasinya. Saya hanya mencoba membuat pilihan yang tepat di waktu yang tepat."
"Saya pikir itulah kuncinya hari ini. Melakukan servis dengan baik dan menghemat energi dalam permainan servis saya juga penting," tambah petenis berusia 24 tahun itu.
Sinner menampilkan permainan tenis yang gemilang sepanjang kariernya di Austria, di mana ia tidak kehilangan satu set pun sebelum final.
Dengan catatan 48-6 untuk musim ini, menurut indeks menang/kalah ATP, Sinner akan tampil penuh percaya diri saat ia bersiap untuk mengakhiri musim 2025-nya di Paris Masters dan ATP Finals.
Zverev, yang bergabung dengan Sinner, Carlos Alcaraz, dan Novak Djokovic dalam ATP Finals, sedang mengejar kemenangan pertamanya melawan rival Top 5 pada 2025.
Petenis Jerman itu kini akan menuju Paris di posisi ketiga dalam ATP Live Race To Turin, setelah melampaui Djokovic dengan pencapaiannya di Wina. (Ant/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Setelah melewati laga pembuka dengan kemenangan, Aldila mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu rekan senegaranya, Janice Tjen, di babak final Hobart International.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved