Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Francesco Bagnaia memenangi GP Jerman usai Jorge Martin terjatuh, Minggu (7/7). Kemenangan itu sekaligus membawa pembalap Ducati lenovo itu merebut puncak klasemen MotoGP.
Martin terlihat akan memenangi balapan itu, tetapi ia melakukan kesalahan dan terjatuh saat menjalani satu lap sebelum lap terakhir sehingga juara dunia dua kali Bagnaia dapat mengamankan podium pertama.
Marc Marquez, yang akan menjadi rekan setim Bagnaia pada musim depan, finis di posisi kedua. Sementara itu, adik kandung Marquez, Alex Marquez, finis di posisi ketiga untuk melengkapi podium.
Baca juga : Ducati segera Umumkan Pendamping Bagnaia untuk Musim Depan
Jatuhnya Martin secara dramatis di Jerman bukan hanya memberikan gelar pemenang kepada Bagnaia, tetapi juga puncak klasemen.
Bagnaia kini unggul sepuluh poin atas Martin menjelang libur musim panas MotoGP.
"Itu tidak mudah. Saya melihat Jorge mulai melakukan kesalahan-kesalahan, kemudian ketika ia terjatuh, saya hanya sedikit melambat. Saya sangat gembira. Ini merupakan pertama kalinya saya menang di sini, di Sachsenring," kata Bagnaia, Minggu (7/7).
Baca juga : Bagnaia Menangi MotoGP Catalunya
Marc Marquez memiliki catatan delapan kemenangan di Sachsenring, tetapi juara dunia enam kali itu tidak pernah menang di sana sejak 2021.
"Saya janjikan kepada Anda bahwa saya akan menukar kemenangan untuk berada satu podium dengan adik saya, ini merupakan perasaan yang luar biasa," kata Marc Marquez.
Balapan dimulai dengan sangat baik bagi Martin. Ia mengungguli Miguel Oliveira sejak awal, sedangkan Bagnaia naik ke posisi kedua pada akhir lap pertama.
Baca juga : Francesco Bagnaia Tercepat di Hari Ketiga Tes MotoGP Sirkuit Sepang
Bagnaia kemudian mengejar dan berhasil menyalip Martin pada lap selanjutnya, tetapi ia tidak mampu menjauh dan Martin kembali menguasai balapan dengan 23 lap tersisa.
Martin kemudian menjauh, dan mampu unggul lebih dari 1,5 detik atas rekan setimnya di Pramac, Franco Morbidelli, di posisi kedua. Sedangkan Bagnaia turun ke posisi ketiga.
Namun hal itu hanya terjadi sebentar, Bagnaia selanjutnya menyalip Morbidelli dan Martin kini hampir unggul satu detik.
Bagnaia terus menjaga kecepatan, dan kesabarannya terbayar lunas ketika Martin terjatuh, untuk membuat pembalap dengan nama panggilan Pecco itu leluasa melaju ke garis finis. (Ant/Z-1)
Pembalap Honda HRC Castrol, Joan Mir, menilai prototipe RC213V versi 2026 sebagai paket motor terbaik yang pernah ia tunggangi sejak bergabung dengan pabrikan asal Jepang tersebut.
CHOCOLATOS, pemimpin merek wafer stick dan minuman cokelat kemasan saset dari PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), secara resmi menjadi sponsor tim BK8 Gresini Racing di MotoGP.
Kabar mengenai kepindahan Fabio Quartararo mencuat setelah adanya laporan yang menyebutkan ia telah menyepakati kontrak berdurasi dua tahun bersama Honda.
Karakter Marco Bezzecchi yang ceria namun penuh determinasi sangat cocok dengan semangat yang diusung oleh tim Aprilia Racing.
CEO Honda Racing Corporation (HRC), Koji Watanabe, menegaskan bahwa musim 2026 bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah tonggak sejarah bagi pabrikan asal Jepang tersebut.
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved