Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Francesco Bagnaia mengatakan, 'Ini adalah tantangan baru', setelah menyudahi dua tahun duetnya bersama Enea Bastianini dan akan berduet dengan pembalap yang kini berada di tim satelit Gresini Racing Marc Marquez pada musim depan.
Dilansir dari laman resmi MotoGP, Jumat (28/6), Bagnaia mengatakan bertandem dengan Marquez musim depan, 'Akan menyenangkan'.
Pembalap asal Italia itu menambahkan Marquez, yang merupakan juara enam kali kelas premier itu, juga merupakan pembalap yang sangat cerdas.
Baca juga : Marc Marquez Akui Banyak Belajar dari Francesco Bagnaia pada Musim Ini
"Jadi, bagi saya, ini adalah tantangan baru, rekan setim baru yang harus dikalahkan. Dan itu pasti akan menyenangkan," kata Bagnaia.
"Marc adalah orang yang sangat cerdas. Dan kami akan memahami dengan sempurna cara beradaptasi dengan tim dan berupaya memperbaiki situasi kami lagi," lanjutnya.
Ketika disinggung apakah ia terlibat dalam pemilihan Marquez sebagai rekan setimnya musim depan, ia mengatakan sama sekali tidak dilibatkan dalam keputusan tersebut.
"Dari sudut pandang saya, saya tidak dilibatkan dalam keputusan tersebut. Saya hanya ingin fokus pada arena balapan," tegasnya.
Memasuki seri kedelapan MotoGP, yang akan dimainkan pada Minggu (30/6) di Sirkuit TT Assen, Belanda, Bagnaia berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 153 poin, terpaut 18 poin dari Jorge Martin di posisi pertama dan unggul 17 poin dari Marquez di posisi ketiga. (Ant/Z-1)
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved