Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SERI kedelapan MotoGP 2024 akan digelar di Sirkuit TT Assen, Belanda pada akhir pekan ini, tepatnya Minggu (30/6).
Pembalap Ducati Francesco Bagnaia menatap balapan di Assen dengan optimisme tinggi karena mengincar kemenangan ketiga berturut-turut atau hattrick di sirkuit berpanjang 4,55 kilometer tersebut.
Sebelum balapan pada Minggu dengan rencana 26 lap, Grand Prix (GP) Assen akan dimulai dengan sesi latihan bebas pertama pada Jumat sore pukul 15.45 - 16.30 WIB, dilanjutkan dengan sesi latihan bebas kedua pada pukul 20.00 - 21.00 WIB.
Baca juga : Kalahkan Marc Marquez di Moto GP Jerez, Pecco Bagnaia: Sungguh Membahagiakan
Keesokan harinya, Sabtu (29/6), para pembalap akan menjalani jadwal padat, dimulai dari latihan bebas kedua pada pukul 15.10 - 15.40 WIB, diikuti kualifikasi pertama pada pukul 15.50 - 16.05 WIB, kualifikasi kedua pada pukul 16.15 - 16.30 WIB, dan balapan Sprint dengan 13 lap pada pukul 20.00 WIB.
Setelah balapan Sprint, balapan utama sepanjang 26 lap akan digelar pada Minggu (30/6) pukul 20.00 WIB.
Menjelang GP Assen, pembalap Prima Pramac, Jorge Martin, memimpin klasemen sementara dengan 171 poin, diikuti oleh Bagnaia dengan 153 poin, dan pembalap Gresini, Marc Marquez, dengan 136 poin.
(Z-10)
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved