Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia merasa sangat Bahagia setelah memenangi balapan Moto GP di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada Minggu (29/4). Itu adalah kemenangan ketiga beruntun baginya di sirkuit tersebut.
"Saya sangat senang, ini adalah kemenangan ketiga berturut-turut saya dan itu membuat segalanya menjadi lebih istimewa," kata Bagnaia melalui laman resmi Ducati.
Memulai balapan oto GP Spanyol 2024 dari posisi ketujuh, Bagnaia sukses melewati para rivalnya dan mengakhiri balapan di posisi terdepan. Kemenangan itu membawanya kembali ke persaingan juara setelah kesulitan di dua seri sebelumnya, yakni di Portimao dan Austin.
Baca juga : 3 Pembalap Ini Ditakuti Marc Marquez di Moto GP 2024
Saat ini, Pecco berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 75 poin. Ia tertinggal 17 angka dari Jorge Martin di urutan teratas. Martin gagal meraih poin di jerez karena terjatuh pada lap awal.
"Kami membutuhkan kemenangan seperti ini, tidak hanya untuk diri saya sendiri tetapi juga untuk tim dan semua orang yang bekerja dengan saya," imbuhnya.
Sebelum menyentuh garis finis, Pecco sempat berduel sengit dengan pembalap Gresini Racing Marc Marquez. Duel itu terjadi pada lap ke-21 hingga ke-23. Marquez sempat beberapa kali mengambil alih posisi pertama.
Namun, Pecco yang tak ingin kehilangan podium pertama merespons dengan menusuk dari sisi dalam.
"Sungguh luar biasa. Saya sangat menikmatinya. Perlombaan ditentukan dalam lima lap terakhir. Ketika Marc mencoba masuk, saya hanya mencoba menunggu dan langsung menangkis serangannya," tutur Pecco. (Ant/Z-11)
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved